Wednesday, July 1, 2009

CATATAN KEGIATAN FPKM TAHUN KE-3

11 Januari 2009 - Minggu
Pertemuan rutin FPKM kali ini membedah cerita pendek yang berjudul “Gayung” karya dari salah satu anggota FPKM yaitu Mas Muchlis yang dalam kesehariannya berprofesi sebagai seorang pengajar/guru. Cerita pendek berjudul “Gayung” ini cukup unik karena mengupas fenomena sosial anak-anak jalanan yang sering kali kita jumpai meminta-minta di perempatan jalan, di lampu-lampu merah. Mereka sering kali termarjinalkan dan terpinggirkan, belum ada satu pun penyelesaian yang bijaksana yang bisa dilakukan baik oleh lembaga sosial maupun pemerintah khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan anak-anak jalanan ini. Yang terjadi, mereka seringkali justru kena razia dan dihalau atau bahkan diangkut oleh satpol PP. Kisah cerita pendek yang cukup mengharukan ini cukup mendapat respon yang baik dari teman-teman FPKM. Apresiasi karya tulis seperti ini memang selalu menjadi agenda rutin komunitas ini sejak pertama kali berdiri. Berbagai pendapat dan saran pun bermunculan sehubungan dengan cara bercerita serta setting yang ditampilkan dalam cerpen bertema sosial ini. Yang jelas semua orang merasa senang bahwa kepedulian sosial paling tidak bisa kita cetuskan lewat sebuah karya cerita pendek.

25 Januari 2009 - Minggu

Minggu terakhir di bulan Januari ini, kembali berlangsung pertemuan rutin FPKM. Kali ini membedah cerita pendek karya Haryo Bagus Handoko yang berjudul “Ekspedisi”. Sebuah cerita unik mengenai ekspedisi para ilmuwan botani ke tanah Papua yang bertema thriller yang lumayan menegangkan. Kisahnya dikemas secara apik dalam tutur kata dan alur bercerita yang cukup sederhana namun sedikit membutuhkan perenungan dan pemikiran lebih dari para pembacanya. Respon yang didapat dari bedah karya cerita pendek ini cukup apresiatif. Beberapa anggota FPKM yang hadir dalam pertemuan rutin ini satu per satu menyumbangkan saran serta ide demi penyempurnaan kisah dramatis dalam cerita pendek yang satu ini. Walau diakui oleh penulisnya masih banya kekurangan di sana-sini, namun kisah yang satu ini dianggap cukup menarik dan sedikit unik karena lain daripada yang lain. Yang diketengahkan dalam cerita pendek ini adalah fenomena kejadian-kejadian unik yang berbau science fiction. Suatu tema yang sedikit jarang diketengahkan dalam jagat sastra Indonesia.

8 Februari 2009 - Minggu
Pertemuan rutin FPKM di bulan Februari kali ini cukup semarak. Kali ini tema yang dibedah adalah cerpen tulisan Mbak Trias Pratiwi yang berjudul “Mencari Langit”. Sebuah cerita pendek yang cukup menarik, walau sedikit tragis dan mengupas kegetiran hidup yang dialami tokoh utama dalam cerita pendek ini. Walau diakui masih banyak kekurangan di sana-sini, namun penulis cerpen ini cukup punya nyali untuk mengangkat fenomena sosial yang sering kali dipandang sebelah mata. Dalam kesempatan ini, teman-teman FPKM banyak memberikan saran dan masukan bagi penyempurnaan kisah cerita pendek ini. Diskusi pun berjalan cukup akrab dengan semangat kekeluargaan dan canda tawa khas FPKM.

15 Februari 2009 - Minggu
FPKM diundang sebagai pembicara dalam acara workshop pelatihan menulis tingkat pelajar SMP/SMA se-kota Malang periode 2009. Acara yang berlangsung di Aula kantor Dinas Pendidikan Kota Malang di Jalan Veteran ini berjalan cukup semarak dan mendapat sambutan positif dari kalangan pelajar yang tergabung dalam kelompok sastra pelajar kota Malang. Perhatian para pelajar kota Malang pada dunia sastra dan kepenulisan terbukti cukup tinggi. Hal ini dilihat dari banyaknya peserta yang mengikuti acara workshop yang diselenggarakan secara gratis dan terbuka untuk umum ini. Beberapa pembicara yang berasal dari kalangan penulis maupun kolumnis media surat kabar, seperti Mas Ahmad Makki Hasan (kolumnis dan penulis esai surat kabar dan media massa), Liga Alam (novelis, esais dan penulis buku biografi), Mas David Aryanto (penulis, penyair dan ketua FPKM), serta Haryo Bagus Handoko (jurnalis dan penulis buku) turut andil dalam keberhasilan acara ini. Walau berlangsung secara sederhana, acara workshop/pelatihan yang sarat keilmuwan dan aneka tips dan trik praktis memulai karir sebagai penulis serta aneka jurus untuk menulis, sempat diliput oleh berbagai surat kabar di Jawa Timur maupun televisi lokal di kota Malang. Menurut ketua organisasi Kelompok Sastra Pelajar, Mas Liga Alam, acara tahunan workshop seperti ini seharusnya terus digalang agar dapat menumbuhkan bakat menulis di kalangan pelajar kota Malang. Acara workshop gratis ini adalah hasil kerja bareng antara komunitas penulis “Kelompok Sastra Pelajar”, “Forum Penulis Kota Malang” dan Dinas Pendidikan Kota Malang. Semoga untuk ke depannya, acara yang sarat keilmuwan ini terus dapat diselenggarakan sehingga jagat sastra dan kepenulisan di kota Malang dapat lebih hidup lagi dan terus eksis dalam memberikan sumbangsih bagi dunia kesusasteraan dan kepenulisan nasional.

1 Maret 2009 - Minggu

Acara pertemuan rutin FPKM kembali digelar. Agenda pertemuan kali ini adalah acara pembacaan puisi dan bedah puisi yang diselenggarakan secara outdoor (di luar ruangan). Tempat pertemuan kali ini adalah berlangsung di tengah taman bunga dan air mancur yang berada di depan museum Brawijaya - di Jalan Raya Ijen. Pembicara acara ini adalah Mbak Vita Priyambada yang mengetengahkan puluhan puisi-puisinya untuk dibacakan bergantian dan dibedah serta dibahas beramai-ramai. Antusiasme para anggota dan pengurus FPKM cukup tinggi dalam hubungannya dengan dunia sastra, kepenulisan dan puisi. Tak heran, walau diselingi gelak tawa dan senda gurau, acara pembacaan puisi secara bergantian ini berlangsung cukup semarak. Mbak Vita yang rajin menulis aneka artikel untuk berbagai media massa ini, ternyata juga jago menulis puisi dan membacakan puisi. Walau beberapa kosa kata yang digunakan tergolong aneh karena merupakan bahasa-bahasa kamus, namun acara seperti ini justru dapat menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Indonesia bagi teman-teman FPKM. Dalam acara pertemuan ini dicetuskan ide untuk memunculkan catatan dan kliping sastra dalam arti sebenarnya yang dikenal dengan istilah “Majalah TengTop - Ditenteng terus makin ngeTop”. Memang rencananya, kliping aneka tulisan dan corat-coret teman-teman FPKM setiap kali pertemuan akan menjadi sebuah bank data sastra Malangan yang harus dibawa setiap ada pertemuan FPKM. Selain setiap anggota dan pengurus bisa berkreasi dan berimajinasi secara bebas dalam menuliskan setiap ide dan kreativitasnya, keberadaan kliping sastra “Majalah TengTop” ini bakal menjadi daya tarik tersendiri bagi eksistensi komunitas penulis FPKM. Model serupa telah berjalan cukup baik di dunia maya dengan keberadaan blog “http://klipingfpkm.multiply.com”.

15 Maret 2009 - Minggu
Pertemuan rutin dua mingguan FPKM kembali digelar. Kali ini tetap dengan tema membedah cerpen karya para anggotanya. Yang kebagian jadi pemateri minggu ini adalah Mbak Lutfi Fadila yang mengetengahkan cerpen tulisannya yang berjudul “Kereta Yang Membawaku Kembali” sebuah cerita pendek dengan model bercerita layaknya catatan perjalanan sekaligus memoar yang memunculkan isyu jender dan emansipasi wanita. Cerita pendek ini cukup mendapatkan tanggapan, apresiasi sekaligus kritik dan saran dari para peserta diskusi yang hadir saat itu. Seperti biasanya, acara diskusi ini berlangsung secara santai dan penuh kekeluargaan dengan diselingi guyonan di sela pembahasan dan apresiasi terhadap tulisan cerpen yang sedang dibahas. Sebagai penutup acara, segenap anggota dan pengurus FPKM kembali menuliskan coretan-coretan pada lembaran-lembaran kertas yang akan menjadi halaman bersejarah dari pemunculan ide majalah tengtop yang pernah dibahas sebelumnya. Berbagai tulisan mulai dari puisi, celoteh, sajak hingga narasi pendek tentang suasana hati masing-masing kemudian dibacakan dan banyak menimbulkan gelak tawa serta komentar-komentar dari sesama anggota yang saat itu hadir. Bagaimanapun ide menuliskan suasana hati untuk mengisi halaman-halaman majalah tengtop (baca: diary FPKM) cukup mengena dan dapat menghidupkan suasana serta meningkatkan keakraban dan silaturahmi sesama anggota.

22 Maret 2009 - Minggu
Forum Penulis Kota Malang bekerjasama dengan Perpustakaan Kota Malang dan penerbit Kanisius, kembali menggelar acara bedah buku. Kali ini menghadirkan seorang penulis buku - Stephie Kleden Beetz yang baru saja meluncurkan buku tulisan terbarunya yang berjudul “Cerita Kecil Saja”. Acara ini terbukti cukup meriah dan mendapat banyak tanggapan dari teman-teman penulis, wartawan dan para pecinta buku di kota Malang. Berbagai pertanyaan pun dilontarkan sehubungan dengan proses kreatif penulisan buku tersebut, serta berbagai hal menarik lainnya sehubungan dengan ide penulisan buku.

29 Maret 2009 - Minggu
Acara pertemuan rutin FPKM kali ini cukup istimewa, karena bertepatan dengan hari ulang tahun si pemateri, yaitu ulang tahunnya Mbak Wulan (Martina Sriwulaningsih). Tak heran, acara belum dimulai, semua makanan camilan sudah digelar layaknya bazaar makanan. Para anggota dan pengurus FPKM yang hadir saat itu beramai-ramai mengucapkan selamat ulang tahun pada si pemateri yang hari itu sedang berulang tahun. Sambil menunggu yang lain datang, acara makan camilan pun dimulai sambil mengobrol akrab sesama anggota. Di saat sedang asyik mengobrol, muncullah Mbak Etty Hentihu, salah satu anggota lama FPKM yang kebetulan sedang mudik ke kota Malang. Karena profesinya sebagai seorang pengajar yang kini bekerja di kota lain, Mbak Etty, hanya bisa aktif bersilaturahmi di dunia maya. Maklum saja karena cukup lama tidak bertemu, karena selama ini hanya bisa saling menyapa lewat facebook, maka secara spontan, teman-teman merasa sangat surprise, dan obrolan pun berlangsung lebih meriah dengan Mbak yang satu ini. Setelah semua anggota dan pengurus FPKM telah hadir, maka acara bedah cerpennya Mbak Wulan dimulai. Kali ini cerpen yang dibahas bertajuk “Ku-pu-ku-pu-ku (Aku punya, aku punya aku), sebuah cerpen unik dengan genre psikologi dan perangkaian kata serta kalimat yang tidak biasa. Cerpen ini mendapat tanggapan dan kritik serta apreasiasi yang bermacam-macam dari para anggota FPKM. Berbagai penafsiran yang berbeda dalam mengartikan nilai rasa dalam cerpen ini telah membuat suasana diskusi lebih hidup. Akhirnya, untuk menyamakan persepsi dari pembaca, si penulis cerpen ini pun urun bicara dan menjelaskan maksud serta jalan cerita dari cerpen ini. Memang daya imajinasi antara penulis dan pembaca seringkali berbeda, dan itulah keunikan yang muncul dari cerpen yang satu ini, karena bisa memunculkan berbagai pendapat dan tanggapan yang berbeda dari para pembacanya. Acara kumpul-kumpul FPKM kali ini baru benar-benar berakhir menjelang sore karena di luar gedung perpustakaan kota Malang sedang hujan badai, sehingga teman-teman FPKM harus pindah ke lantai dua untuk meneruskan kegiatan baca buku dan diskusi serta obrolan santai di ruang baca perpustakaan kota Malang di lantai dua. Acara benar-benar diakhiri saat hujan badai sudah reda dan perpustakaan sudah mau tutup. Teman-teman FPKM pun kembali pulang ke rumah masing-masing untuk kembali berkarya.

3 April 2009 - Jumat
Acara seminar gratis yang cukup spektakuler dengan mengangkat tema tentang bagaimana memunculkan inisiatif menulis dan membentuk corak dan gaya tulisan kita - “Finding Shapes of Our Stories“, diselenggarakan di ruang lobi Gedung Perpustakaan Kota Malang, Jl. Raya Ijen 30A, Malang, Jawa Timur, Indonesia. Sebagai pembicara dalam acara ini adalah Professor Valerie Miner, seorang penulis, jurnalis, novelis sekaligus dosen sastra di Stanford University, Amerika Serikat. Jauh-jauh datang dari Amerika untuk berbagi cerita dan berbagi pengalaman seputar kegiatan menulis dan mencari ide-ide segar kepenulisan, Ibu Valerie Miner banyak berbicara mengenai pengalamannya seputar kegiatan menulis dan jurnalisme yang telah dilakoninya selama puluhan tahun. Acara tanya jawab pun berlangsung semarak dalam dua bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Beberapa penanya aktif mengutarakan pertanyaan dan pendapat dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Dengan ditemani oleh Pak John, staf konsulat jendral Amerika Serikat di Surabaya dan juga seorang penerjemah, acara seminar kepenulisan dan kuliah tamu hasil kerja sama antara Perpustakaan Kota Malang, Forum Penulis Kota Malang, Komunitas Sastra Pelajar, Malang Fun English Club dan kantor konsulat jendral Amerika Serikat di Surabaya ini pun berjalan cukup sukses. Acara ini sempat diliput oleh beberapa saluran televisi lokal di kota Malang, serta berbagai media surat kabar dan majalah. Di akhir acara, Ibu Valerie Miner dan Pak John dari kantor konsulat jendral Amerika di Surabaya, menyerahkan sumbangan puluhan buku sastra, novel, jurnal sastra Amerika dan berbagai buku seputar sastra dan pengetahuan kepada pihak Perpustakaan Kota Malang, yang diwakili secara simbolis oleh Bpk. Drs. H.M. Jemianto, S.H. Dalam acara ini, tampaknya Ibu Valerie Miner berusaha menumbuhkan dan memotivasi semangat menulis dan membaca dari para penulis kota Malang agar senantiasa aktif dalam menghasilkan karya-karya tulisan yang berbobot dan berguna bagi masyarakat. Acara seminar ini berlangsung sangat semarak dan dipadati begitu banyak pengunjung, terutama para penulis, wartawan media, seniman, pengamat sastra, dan juga para seniman film indie di kota Malang.

12 April 2009 - Minggu
Pertemuan rutin FPKM kali ini menghadirkan pembicara dari anggota FPKM sendiri yang juga seorang pengamat sastra, pecinta buku dan penulis resensi buku - Mas Sidik Nugroho. Selain kegiatannya sebagai seorang guru pengajar, dan seorang blogger, Mas Sidik aktif menghasilkan tulisan-tulisan yang dimuat di berbagai media surat kabar, seperti Harian Jawa Pos, Tempo dan Kompas. Karya tulisannya yang dibedah dan sempat dibahas bersama pada kesempatan tersebut adalah tulisan Mas Sidik yang dimuat di rubrik Ruang Baca di Koran Tempo, 29 Maret 2009, dengan judul “SEGERA MEMULAI, LALU MENATA”. Tulisan tersebut merupakan sebuah esai singkat berisikan motivasi untuk segera memulai menulis apa saja yang terlintas dalam benak kita, dan baru menata ulang tulisan kita setelah semua ide tersebut dituliskan. Mas Sidik juga membahas berbagai cara dan metode menulis yang biasa dilakukan oleh para penulis besar seperti Nadine Gordimer (peraih nobel sastra), John Steinbeck (peraih penghargaan Pulitzer), Stephen King (penulis novel-novel horor), Kate Di Camillo (peraih penghargaan Newbery Medal untuk bukunya yang berjudul The Tale of Desperaux), Leo Tolstoy (penulis novel Anna Karenina), Harper Lee (peraih penghargaan Pulitzer untuk bukunya yang berjudul To Kill a Mockingbird), hingga penulis nasional, Akmal Nasery Basral (penulis novel dan jurnalis). Setiap penulis mempunyai kebiasaan dan cara menulis serta pemilihan waktu yang dianggap paling tepat untuk mulai berkarya. Hendaknya metode dan cara mereka dapat dijadikan contoh dan disesuaikan dengan kebiasaan menulis yang menurut kita paling nyaman. Acara diskusi ini pun berlangsung semarak dan penuh pertanyaan seputar kiat dan trik untuk menghasilkan tulisan-tulisan berkualitas. Acara baru diakhiri menjelang sore hari setelah semua peserta diskusi merasa puas dengan jawaban yang diterima.

19 April 2009 - Minggu
Forum Penulis Kota Malang bekerjasama dengan Perpustakaan Kota Malang mengadakan peluncuran jurnal cerpen & diskusi “Regenerasi & Panggung Cerpenis Muda Indonesia. Sebagai pembicara dalam acara ini adalah penulis cerpen - Raudal Tanjung Banua dan Mas Abdul Mukhid yang membahas berbagai cerpen dan dunia kepenulisan cerpen di kalangan cerpenis muda Indonesia. Acara ini cukup menarik karena menyajikan ide-ide segar dalam penulisan cerpen-cerpen dalam memperkaya khasanah budaya dan sastra Indonesia di kota Malang.

26 April 2009 - Minggu
Forum Penulis Kota Malang kembali menggelar acara pertemuan rutin dua mingguannya. Kali ini bertindak sebagai pemateri adalah Mbak Vita Priyambada, seorang penulis dan kolumnis untuk berbagai media surat kabar dan majalah yang ternyata juga pandai menulis puisi. Acara pun berlangsung meriah, dengan lesehan di rumput, tepat di depan museum Brawijaya. Kebetulan saat itu matahari bersinar cerah dan langit kota Malang tampak begitu biru dan indah. Suasana lesehan di halaman depan museum Brawijaya yang berumput hijau memang sengaja dipilih agar terasa lebih menyatu dengan alam dan suasananya lebih mengena. Mbak Vita pun membacakan beberapa karya puisinya yang mendapat tanggapan dari para peserta diskusi. Seperti biasa, acara tanya jawab, kritik, dan guyonan santai pun terlontar saat acara pertemuan FPKM kali ini. Acara baru berakhir menjelang sore hari, setelah seluruh peserta mengisi lembaran-lembaran halaman majalah Tengtop dengan esai seputar ide dan pengalaman menulis.

5 Mei 2009 - Selasa
Bulan Mei 2009 diawali dengan kabar gembira yang datang dari Mbak Wahyu Indah Retnowati, salah seorang pengurus FPKM yang juga seorang penulis naskah skenario sinetron, karena sinetron FTV karya terbarunya yang berjudul “Cinta Monyet Ala Kingkong” berhasil tayang di SCTV. Sinetron ini adalah sinetron ketiganya yang diusung oleh rumah produksi Frameritz dan ditayangkan di SCTV. Teman-teman FPKM pun ramai-ramai memberikan selamat dan dukungan kepada Mbak Wahyu Indah yang senantiasa produktif dalam menghasilkan naskah-naskah skenario untuk sinetron FTV di SCTV.

10 Mei 2009 - Minggu
Di bulan Mei ini, kegiatan pertemuan rutin Forum Penulis Kota Malang pun kembali digelar seperti biasa. Bertempat di Gedung Perpustakaan Kota Malang, pertemuan FPKM kali ini mengangkat topik bedah cerpen karya Haryo Bagus Handoko yang berjudul Rona Kehidupan. Cerpen bertema humanisme sosial ini menyoroti kehidupan kaum miskin pinggiran yang hanya bisa bermimpi untuk mengenyam kehidupan yang layak. Cerpen ini mengungkap betapa masih begitu banyak masyarakat di luar sana yang hidup dalam kemiskinan dan ketidakberdayaan. Diskusi dan tanya jawab seputar isi cerpen dan proses kreatif penulisan cerpen ini pun cukup semarak. Seperti biasa acara diakhiri dengan sharing aneka informasi peluang kepenulisan di antara sesama anggota dan pengurus FPKM.

19 Mei 2009 - Selasa
Mbak Wahyu Indah kembali membawa kabar gembira sehubungan dengan sinetron keempatnya yang tayang di SCTV. Masih dengan dukungan rumah produksi Frameritz, sinetron FTV berjudul “Ramuan Cinta yang Bikin Pusing” berhasil tayang di SCTV. Sinetron-sinetron FTV khas karya Mbak Wahyu Indah senantiasa mengusung kisah-kisah unik dengan sisipan humor segar nan jenaka. Sambutan dan dukungan dari teman-teman FPKM kembali disampaikan pada Mbak Wahyu Indah atas kreativitasnya dalam berkarya.

21 - 24 Mei 2009
Pada tanggal 21 – 24 Mei 2009, kota Malang kembali disemarakkan oleh Festival Malang Kembali yang merupakan festival seni budaya tempo dulu kota Malang. Berbagai atraksi budaya, sendra tari, festival musik tempo dulu, hingga berbagai konser musik pun digelar dalam memeriahkan acara ini. Festival pasar rakyat dan makanan tradisional serta jajanan khas tempo dulu ala Malang pun dijajakan berderet dalam kios-kios dan stand pameran. Aneka kios pun menjual berbagai cinderamata dan juga mainan anak-anak khas tempo dulu, aneka permen dan gulali tempo dulu, serta aneka jenis kerajinan tangan dan obral busana berbahan batik. Tak lupa digelar pula festival wisata kuliner Malang khas tempo dulu yang menggelar berbagai macam makanan dan jajanan khas Malang tempo dulu, baik yang tradisional, kontemporer hingga yang “east meet west”. Bahkan ada juga kios dan stand buku yang mengobral aneka buku jaman baheula dengan harga cukup terjangkau. Para anggota dan pengurus FPKM pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dengan berbelanja buku dan mencicipi aneka kue dan makanan khas Malang tempo dulu yang dijual dalam festival khas rakyat ini. Bertempat di sepanjang Jalan Raya Ijen, kota Malang, acara festival Malang Tempo Doeloe dipadati oleh ribuan pengunjung yang terus mengalir mulai dari pagi hari hingga malam hari. Tentu saja, dengan mengenakan beragam kostum unik khas tempo dulu, maka ajang festival ini tak ubahnya seperti pesta kostum di hari Helloween atau Valentine, bedanya, para pengunjung yang hadir di sini mengenakan beragam busana tradisional maupun pakaian-pakaian jaman kolonial tempo dulu.

24 Mei 2009 - Minggu
FPKM kembali mengadakan pertemuan rutin. Kali ini sebagai pembicara adalah Rio Al Imran (Trio), seorang mahasiswa sekaligus penulis yang membawakan cerpen tulisannya yang berjudul Surat. Cerpen ini cukup unik karena menggunakan diksi yang tidak biasa, serta dengan gaya bercerita layaknya buku harian (diary). Karena cukup unik, maka diskusi pun berlangsung cukup seru. Mas Trio pun berbagi cerita seputar proses kreatif penulisan cerpen yang satu ini. Kritik dan saran pun terlontar dari para peserta diskusi. Pertemuan rutin ini baru diakhiri sore hari setelah diakhiri dengan sharing aneka informasi tips dan tutorial menulis serta berbagai peluang kepenulisan di antara para anggota dan pengurus FPKM.

29 Mei 2009 - Jumat
Selang beberapa hari setelah berakhirnya festival Malang Tempo Doeloe, pada tanggal 29 Mei 2009, Forum Penulis Kota Malang dengan bekerja sama dengan Perpustakaan Kota Malang, toko buku Toga Mas, Penerbit Kanisius dan radio Mas FM kembali menggelar acara pameran buku Malang Membaca 2009. Bertempat di halaman gedung Perpustakaan Kota Malang, acara pameran dan obral buku ini berlangsung semarak. Dalam sehari pengunjung pameran bisa mencapai lebih dari 1500 pengunjung, karena pameran dibuka sejak pagi hingga malam hari. Acara ini didukung oleh begitu banyak penerbit dan toko buku, mulai dari Penerbit Gramedia hingga Penerbit Andi yang ada di Yogya. Untuk memeriahkan acara pameran, digelar pula beberapa event launching buku dan bedah buku. Seperti biasa, acara pameran buku ini pun juga dimeriahkan oleh obral buku super diskon yang diselenggarakan oleh toko Yusuf Agency yang menawarkan buku-buku bermutu dengan harga sangat miring di bawah harga pasar.

31 Mei 2009 - Minggu

Dalam rangka untuk memeriahkan Pameran buku Malang Membaca 2009, pada hari Minggu 31 Mei 2009 diselenggarakan acara bedah buku berjudul “Simply Amazing - inspirasi menyentuh bergelimang makna” karya J. Sumardianta, dan juga peluncuran buku berjudul “Negeri Kong Draman - Cerita-Cerita Puisi Kampung Halaman untuk Indonesia” bersama pembicara Ahmad Fikri dan Nanang Suryadi pada hari yang sama. Para pengunjung pameran pun mampir dan turut memeriahkan acara bedah buku ini.

7 Juni 2009 - Minggu
Pada hari Minggu siang, tanggal 7 Juni 2009 berlangsung acara pertemuan santai FPKM secara lesehan di halaman depan museum Brawijaya Malang yang berumput hijau. Di bawah teduhnya pohon palem, maka acara pertemuan ini pun berlangsung penuh kekeluargaan dengan disemarakkan oleh berbagai camilan dan kudapan. Pembicara dalam acara kali ini adalah Mas Kukuh Widyatmoko, seorang guru pengajar di sebuah sekolah menengah di Malang yang juga anggota FPKM. Materi yang dibawakan cukup menarik, yaitu “Kekerasan di Sekolah - Sebuah Anti Tesis Sistem Pendidikan.” Ungkapan rasa keprihatinan akan maraknya tingkat kekerasan yang muncul di dunia pendidikan yang dilakukan oleh kalangan pelajar maupun yang dilakukan oleh pendidik telah menginspirasi Pak Guru yang satu ini untuk menuangkannya dalam sebuah esai yang lebih merupakan tinjauan akademis, psikologi dan juga tinjauan sosial yang patut mendapat sorotan dan perhatian lebih dalam coreng morengnya dunia pendidikan di tanah air.  Esai yang menarik ini bisa menjadi kaca benggala bagi semua pihak untuk memperbaiki sistem pendidikan yang ada agar hasil yang dicapai tidak hanya dilihat dari aspek intelejensia (kecerdasan) tetapi juga menyangkut keseimbangan dan kesehatan mental, akal pikiran dan kecerdasan emosi, sehingga berbagai masalah yang ada tidak dilampiaskan dalam bentuk tindak kekerasan yang sama sekali bertolak belakang dengan dunia pendidikan. Tampaknya itulah yang ingin disampaikan dalam esai singkat bertema dunia pendidikan yang dibahas kali ini.

8 Juni 2009 - Senin
Kabar gembira datang dari Mbak Wahyu Indah yang berhasil melaunching karya sinetron FTV terbarunya yang berhasil tayang di SCTV pada tanggal 8 Juni 2009, Pkl. 23.00 WIB. Sinetron FTV bertajuk “Di Hatiku Ada Emakmu” ini berhasil tayang berkat dukungan dari rumah produksi Frameritz - Jakarta. Sebagai seorang penulis buku religi, penulis novel dan juga penulis skenario sinetron, Mbak Wahyu Indah yang juga merupakan salah satu pengurus komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang ini memang sudah beberapa waktu bekerja pada rumah produksi sinetron Frameritz. Bolak balik Malang - Jakarta demi beraktivitas di dunia sastra dan kepenulisan, Mbak yang satu ini cukup produktif dengan berbagai karya sinetronnya. Di Bulan Mei 2009 saja, sudah tercatat 3 buah sinetron FTV karyanya yang tayang di SCTV. Sinetron-sinetron FTV karyanya lebih banyak bercerita mengenai dunia remaja, dengan gaya bahasa yang ringan, alur cerita yang menarik serta dialog-dialognya yang jenaka sehingga cukup menarik untuk ditonton. Mbak Wahyu Indah yang gemar makan roti bakar khas Malang ini, rencananya juga akan melaunching sinetron FTV terbarunya yang berjudul “Roti Bakarku Sayang” yang juga akan segera tayang di SCTV. Makanya rajin-rajin mampir ke mailing listnya FPKM, facebooknya FPKM dan juga ke facebooknya Mbak Wahyu Indah, supaya bisa tahu sinetron apa saja yang akan segera tayang, buah karya Mbak yang satu ini.

28 Juni 2009 - Minggu
Pada hari Minggu, 28 Juni 2009, kembali FPKM mengadakan pertemuan rutinnya, kali ini tampil sebagai pembicara adalah Mas Jemmy Sugianto, anggota baru FPKM yang juga adalah seorang penulis, sekaligus seorang trainer. Ia aktif memberikan bimbingan belajar (les privat) kepada para pelajar di berbagai sekolah di kota Malang, selain aktif juga mengurus buletin cetak “Obor Media” yang dibagikannya secara gratis ke berbagai sekolah, perpustakaan, maupun majalah-majalah dinding yang tersebar di kota Malang. Obor Media sendiri adalah koran dinding yang diterbitkan dan diedarkan secara cuma-cuma oleh Komunitas Anak Panah, salah satu komunitas penulis yang juga bekerja sama dengan FPKM dalam membangkitkan minat baca tulis bagi generasi muda di kota Malang. Pada kesempatan kali ini, Mas Jemmy membahas tulisannya yang ada di buletin “Obor Media” yaitu sebuah esai yang berjudul “Tidak Perlu Diketahui”. Dalam esai yang menarik ini, dimunculkan sebuah motivasi dan juga pelajaran moral yang menarik, yaitu bahwa sebagai seorang pekerja kreatif, kita tidak perlu pamer akan apa saja karya yang sudah kita hasilkan, yang penting terus berkarya, terus berkreasi dan tidak lupa selalu bersyukur kepada Tuhan atas segala limpahan karunia, rejeki dan ide-ide kreatif yang melintas di kepala kita. Biarlah dunia yang menilai akan apa saja yang sudah kita hasilkan. Kita tidak membutuhkan kata-kata sanjungan, pujian atau apa pun. Biarlah apa yang kita hasilkan supaya bisa bermanfaat bagi orang lain. Kalau ada kelebihan ilmu, jangan terlalu pelit untuk berbagi, bila ada kelebihan rejeki, ingatlah selalu pada orang lain sesuai kemampuan kita, maka Tuhan pasti akan memudahkan segala langkah dan upaya kita demi meraih kesuksesan yang lebih besar. Bila menolong orang lain dan memudahkan jalan bagi orang lain, maka Tuhan akan semakin memudahkan jalan kita untuk meraih apa yang kita inginkan. Itulah pelajaran moral yang dapat dipetik dalam tulisan esai singkat yang dicetuskan oleh Mas Jemmy Sugianto. Ya, memang. Ilmu memang ada untuk dibagi-bagi, agar setiap orang bisa memperoleh manfaat, jadi sebaiknya ilmu tidak dipendam saja untuk diri sendiri namun disebarluaskan untuk masyarakat luas sehingga akan lebih bermanfaat - sejalan dengan misi dan visi FPKM dalam mencerdaskan bangsa melalui tulisan!

1 Juli 2009 - Rabu
Salah satu anggota FPKM, Mbak Wahyu Indah, kembali me-launching karya sinetron FTV-nya yang terbaru, kali ini berjudul “Roti Bakarku Sayang”. Tayang di SCTV pada tanggal 1 Juli 2009 pukul 23.00 WIB. Wah, selamat ya, buat Mbak Wahyu Indah yang kian produktif mengharumkan nama FPKM dengan karya-karya sinetron FTV-nya yang didukung oleh rumah produksi Frameritz - pemasok sinetron-sinetron untuk SCTV. Untuk melihat sinetron karya Mbak Wahyu Indah yang bakal segera launching, kunjungi saja mailing list FPKM di www.fpkm.co.cc , supaya gak ketinggalan jam tayangnya, oke…

12 Juli 2009 - Minggu
Pertemuan rutin FPKM kembali digelar pada tanggal 12 Juli 2009. Kali ini pemateri pertemuan adalah Mbak Trias Pratiwi yang memunculkan suatu permainan untuk memotivasi ide kreatif menulis dan merangsang imajinasi para anggota FPKM untuk menuliskan sebuah esai maupun tulisan singkat setelah ditunjukkan sebuah gambar pemandangan. Para peserta diberi waktu sekitar 15 menit untuk menuliskan serta menceritakan apa yang dilihatnya. Kemudian masing-masing tulisan peserta dibacakan dan didiskusikan. Ternyata persepsi dan cara pandang masing-masing anggota FPKM bisa berbeda dengan gaya cerita yang unik, walau yang dilihat dan diamati adalah gambar foto pemandangan yang sama. Jadi intinya, setiap pribadi adalah unik, dan setiap penulis adalah unik, dengan ciri khas dan gaya bahasa serta cara bercerita yang bisa berbeda antara satu sama lain dalam menceritakan suatu kejadian atau suatu obyek yang sama. Ketrampilan berolah kata dan berimajinasi itulah yang merupakan sebuah harta karun yang patut terus digali dalam menghasilkan penulis-penulis berbakat asal kota Malang. Acara pertemuan baru diakhiri menjelang sore hari setelah berdiskusi panjang lebar seputar dunia tulis menulis dan juga berbagai tips dan trik seputar menulis.

26 Juli 2009 - Minggu
Pada tanggal 26 Juli 2009, pertemuan rutin FPKM kembali digelar. Kali ini sebagai pemateri adalah Haryo Bagus Handoko, yang membeberkan panjang lebar tentang berbagai tips menulis, serta berbagai informasi seputar dunia kepenulisan mulai dari media surat kabar, majalah hingga peluang menerbitkan buku baik secara indie maupun melalui kerjasama dengan berbagai penerbit buku ternama di Indonesia. Acara ini mendapat respon yang cukup baik dari para peserta yang hadir. Pendek kata, banyak anggota FPKM yang kemudian semakin termotivasi untuk menghasilkan karya dan eksis di jagat tulis menulis nusantara. Bahkan beberapa diantaranya sudah mengambil ancang-ancang hendak menulis berbagai tema untuk kemudian diajukan kepada para editor penerbit buku ternama di Indonesia. Yang penting semangat! Dan sebagian besar anggota FPKM mempunyai semangat besar dalam menghasilkan tulisan, kemauan keras ala arek Malang dan juga semangat pantang menyerah! Pendek kata, arek Malang tidak boleh kalah dengan arek-arek Jogja maupun arek Jakarta dalam jagat tulis menulis. Harus semakin banyak lagi para penulis yang berasal dari kota Malang yang akan mewarnai jagat tulis menulis tanah air. Tak berselang berapa lama dari kegiatan motivasi menulis ini, salah satu cerpen anggota FPKM, yaitu Mbak Lutfi Fadila, yang berjudul “The Hunter”, berhasil dimuat di media The Jakarta Post, salah satu media cetak yang cukup ternama di tanah air. Tidak tanggung-tanggung, cerpen berbahasa Inggris yang dikirimkan ke editor The Jakarta Post telah berhasil dimuat di media tersebut dan ditayangkan pula di situs internet/website mereka. Salut buat Mbak Lutfi Fadila yang jago berbahasa Inggris ini. Terus semangat buat para anggota FPKM yang lain, agar segera menyusul mengukir prestasi di jagat menulis tanah air, seperti misalnya Mbak Wahyu Indah yang secara kontinyu menghasilkan karya-karya sinetron FTV yang tayang di SCTV serta novelnya yang diterbitkan oleh Penerbit Gagas Media, Mbak Ike Puspita Sari yang novel-novelnya diterbitkan oleh Penerbit Gagas Media, Mbak Etty Hentihu yang novelnya diterbitkan oleh Penerbit PuspaSwara, Mas Sidik Nugroho dan Mas Arie Saptaji yang kumpulan cerpennya berhasil diterbitkan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama dan juga Mas Haryo Bagus Handoko yang bakal segera merilis buku non fiksi keempatnya, yang juga diterbitkan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama, yang juga menjadi salah satu kontributor untuk Healthy Life Magazine, Majalah Noor, dan Majalah Clara. Semangat menulis harus terus ditumbuhkan dan dibumbui dengan berbagai keterampilan serta ide kreatif agar tulisan kita senantiasa menarik untuk dibaca, serta bisa dijadikan sebagai sebuah profesi yang tidak boleh dipandang remeh.

9 Agustus 2009 - Minggu
Bulan Agustus 2009 ini dimulai dengan kegiatan pertemuan rutin FPKM pada tanggal 9 Agustus 2009. Pembicara dalam acara pertemuan rutin ini adalah Mbak Lutfi Fadila yang membawakan cerita pendeknya berjudul “Sang Pemburu”.  Versi bahasa Inggris dari cerita pendek ini berjudul “The Hunter” yang berhasil dimuat di media “The Jakarta Post” pada bulan Mei 2009.   Namun dalam pertemuan tersebut yang dibahas adalah cerpen versi bahasa Indonesianya yang berjudul “Sang Pemburu”. Cerita pendek ini bercerita tentang kisah malang seorang gadis lulusan universitas yang karena keputusasaannya berniat berburu nasib yang lebih baik dengan menjadi seorang TKW di Malaysia. Namun sialnya ia justru ditipu mentah-mentah oleh perusahaan jasa PJTKI fiktif. Karena frustasi, maka si gadis dalam cerita ini pun akhirnya memilih menikah saja dengan pria yang ia cintai, walau pun ia hanyalah berstatus sebagai istri simpanan.  Cerita pendek yang ditulis oleh Mbak Lutfi Fadila ini mencoba mengupas kenyataan pahit dan realitas yang banyak dialami oleh kaum wanita Indonesia yang karena ambisinya untuk mengejar dan memburu mimpi dan nasib yang lebih baik, malah justru berakhir dengan kenyataan pahit.  Diskusi mengenai cerpen ini pun berlangsung seru. Para anggota dan pengurus FPKM pun menyoroti dan mengupas cerpen ini dari berbagai aspek. Mulai dari aspek emansipasi wanita dan kesetaraan jender, sempitnya peluang kerja, masalah maraknya outsourcing hingga aspek sosial kemasyarakatan lainnya. Salah satu pengurus FPKM, Mas Yusli yang baru saja pulang dari Inggris menyelesaikan studi S2 di Universitas Exeter juga turut antusias menyoroti kasus cerpen ini dari sudut pandangnya sebagai dosen pengajar hubungan internasional. Wah seru deh pokoknya. Analisisnya sampai ke mana-mana. Diskusi cerpen, jadi mirip debat terbuka dan analisis ilmiah masalah sosial, karena hadir juga di sini salah satu pengurus FPKM yang juga adalah guru pengajar ilmu sosiologi, yaitu Mas Kukuh Widyatmoko. Pokoknya cerpen ini dikupas dari berbagai segi. Benar-benar asyik.

23 Agustus 2009 - Minggu
Pertemuan FPKM pada tanggal 23 Agustus 2009, kembali membahas mengenai masalah peluang menulis dan kiat menulis artikel dan menulis buku. Dalam pertemuan kali ini juga dibahas pula beberapa hal seputar berbagai event lomba menulis yang diinformasikan kepada para anggota FPKM. Informasinya sendiri berasal dari internet, dan seperti biasa, teman-teman pun saling bertukar informasi mengenai hal ini, serta berbagai informasi lainnya mengenai dunia tulis menulis dan jurnalistik.  Pertemuan kali ini jauh lebih santai dengan materi ringan karena bertepatan dengan permulaan bulan puasa. Supaya lupa akan rasa lapar di awal bulan puasa, maka acara pertemuan ini diwarnai pula dengan senda gurau dan obrolan santai hasil curhat teman-teman tentang aktivitas mereka selama dua minggu terakhir sejak pertemuan FPKM sebelumnya. Tak terasa hari pun menjelang sore, dan teman-teman pun pada pulang ke rumah masing-masing untuk bersiap berbuka puasa.

6 September 2009 - Minggu
Bulan September 2009 yang masuk bulan puasa Romadlon, tidak banyak kegiatan yang dilakukan. Teman-teman FPKM lebih banyak berkonsentrasi untuk menulis karya-karya artikel maupun naskah buku di rumah, ketimbang beraktivitas di luar rumah. Sebagian besar bahkan ada yang sejak awal bulan berlibur ke luar kota mengunjungi sanak saudara, takut tidak kebagian tiket perjalanan bila bepergian dekat dengan hari raya Idul Fitri. Namun demikian pertemuan rutin FPKM tetap digelar, walau sekedar merupakan obrolan santai sesama teman. Maklum saja, energi dan stamina tubuh di bulan puasa agak sedikit menurun dan kita harus pandai-pandai berhemat tenaga. Tapi toh, pertemuan rutin FPKM tetap tidak kehilangan makna dan semangat kekeluargaan. Pertemuan rutin yang digelar pada tanggal 6 September 2009 berlangsung seperti biasa dengan materi seputar dunia kepenulisan dan informasi terkini mengenai peluang-peluang menulis.  Walau sedikit yang bisa hadir dalam pertemuan kali ini (karena banyak yang berlibur ke luar kota, dan sebagian lagi sedang asyik dengan proyek penulisan buku dan artikel), namun teman-teman yang datang saat itu tetap semangat dalam berkiprah di dunia tulis menulis dan jurnalisme.  Walau dalam kondisi bulan puasa, namun suasana perpustakaan kota Malang tetap ramai dan hiruk pikuk seperti biasa. Tampaknya semangat membaca dan menulis masyarakat kota Malang tidak pernah surut walau di bulan puasa sekali pun. Sebagian teman FPKM bahkan ada yang ikut berbagai lomba dan kompetisi tingkat nasional, mulai dari lomba blog hingga lomba menulis cerita bersambung.  Teman-teman FPKM pun mulai sibuk mengumpulkan berbagai materi pendukung baik melalui riset hingga studi pustaka untuk mempersiapkan bahan-bahan yang akan dibuat sebagai materi penulisan blog maupun dalam kompetisi menulis cerita bersambung yang pengumumannya mereka temukan tersebar di internet. Lumayan, untuk ngabuburit mengisi waktu sambil menunggu saat berbuka puasa. Waktu menulis jadi lebih banyak selama di bulan puasa ini. Jadi bukannya semakin malas, teman-teman malah semakin produktif dalam berkarya. Hitung-hitung, lebih baik menulis untuk melupakan rasa lapar daripada tidak banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Sebagian dari teman-teman FPKM juga mulai mengupdate blog mereka dan menulis berbagai artikel untuk mengisi majalah digital FPKM. Sebagian yang lain memang telah terjadwal untuk menulis mengejar tenggat waktu penulisan artikel yang bakal dimuat di berbagai media majalah dan surat kabar. Namanya juga penulis, maka menulis adalah sebuah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Benar, nggak?

11 Oktober 2009 - Minggu
Pada hari Minggu, tanggal 11 Oktober 2009 berlangsung pertemuan rutin FPKM sekaligus acara halal bihalal. Dalam pertemuan rutin kali ini dibahas tentang seluk beluk dunia kepenulisan, berbagai tips dan informasi seputar peluang menulis dan banyak lagi sharing pengalaman sesama anggota dan pengurus komunitas ini dalam hal tulis menulis dan jurnalisme. Sebagai pemateri dalam acara ini adalah Mbak Vita Priyambada yang berbagi ilmu seputar trik menulis artikel dan mencari peluang menulis.  Sebagai seorang penulis harus ulet dan gigih dalam mencari peluang agar karya-karya tulisan kita bisa diterbitkan baik di berbagai media surat kabar atau pun majalah dan bahkan bisa jadi diterbitkan menjadi sebuah buku oleh penerbit buku. Jaringan dan networking seorang penulis harus kuat, harus mempunyai banyak kenalan dan relasi, khususnya menjalin silaturahmi yang baik dengan para editor media sehingga tahu lebih banyak corak tulisan yang bagaimana yang diinginkan oleh suatu media tertentu. Networking bisa dijalin dengan cara ngobrol langsung atau pun melalui dunia maya. Ada banyak cara untuk menjalin networking penulis secara luas. Networking tidak hanya dilakukan secara regional saja tapi juga bisa dilakukan secara nasional atau bahkan internasional, misalnya dengan menjalin silaturahmi yang baik dengan komunitas-komunitas penulis baik di dalam dan luar negeri. Acara sharing dan berbagi pengetahuan dan pengalaman pun mendapat respon dan tanggapan yang cukup baik di antara para penulis yang hadir dalam pertemuan rutin FPKM kali ini. Acara pertemuan sekaligus halal bihalal ini baru berakhir menjelang sore hari, karena begitu banyak hal yang diobrolkan seputar dunia tulis menulis.

25 Oktober 2009 - Minggu
Pada tanggal 25 Oktober 2009, FPKM kembali mengadakan pertemuan rutin. Kali ini yang berperan sebagai pemateri adalah Mas Sidik Nugroho,  seorang guru pengajar, cerpenis, esais, sekaligus pengamat buku dan penulis resensi. Wah banyak benar keahlian Mas yang satu ini. Resensi tulisan Mas Sidik banyak dimuat di berbagai media cetak di Indonesia, demikian pula dengan cerpen karyanya yang sudah terbit dalam bentuk antologi cerpen. Dalam pertemuan kali ini, Mas Sidik membahas mengenai tips dan trik serta tutorial menulis resensi secara mudah namun berkualitas. Berbagai pengalaman dan pengetahuannya seputar menulis resensi buku dituangkan dalam bentuk teori-teorinya yang mudah dipahami. Kontan saja hal ini membangkitkan antusiasme di kalangan para anggota dan pengurus FPKM yang akhir-akhir ini semakin eksis berkarya di jagat kepenulisan tanah air.  Pengetahuan tentang menulis resensi yang baik dan obyektif merupakan hal penting yang perlu digali lebih banyak sebagai wujud apresiasi penulis di jagad kepenulisan dan perbukuan tanah air.  Salut buat Mas Sidik!

Posted by Catatan Harian Forum Penulis Kota Malang at 03:39:14 | Permalink | Comments (2)