CATATAN KEGIATAN FPKM TAHUN KE-2
Acara pameran buku Islam digelar di halaman Perpustakaan Kota Malang dan dimeriahkan oleh begitu banyak penerbit. Buku-buku yang dipamerkan cukup beragam dan sangat menarik, apalagi obral dan diskon yang ditawarkan cukup menggiurkan. Mulai dari obral buku seharga lima ribuan hingga yang lima belas ribuan. Padahal yang dipamerkan di sini adalah buku-buku bermutu dan best seller. Tentu saja ajang pameran yang seperti ini senantiasa menyedot banyak perhatian, terbukti dari jumlah pengunjung yang membanjiri area pameran setiap harinya. Hal ini menjadi tolok ukur tentang bagaimana sebuah budaya membaca telah mulai mendarahdaging di kalangan warga kota Malang.
13 Januari 2008 - Minggu
Bedah novel “Noli Me Tangere” (bahasa tagalog/Filipina = jangan sentuh aku) karya Jose Rizal dengan pembicara Trias Pratiwi cukup menarik. Jose Rizal dikenal sebagai seorang penulis dan pejuang HAM Filipina yang sekaligus pahlawan nasional Filipina dalam memberontak terhadap bangsa Spanyol sebagai kaum penjajah yang saat itu memakai tameng pihak gereja demi mengukuhkan kekuasaannya di tanah jajahan.
Karya besar buku Noli Me Tangere merupakan sebuah pengungkapan fakta kelam di masa lalu tentang kekejaman sebuah doktrin agama yang disalahgunakan sebagai alat pengukuhan penjajahan bangsa Spanyol di Filipina untuk menindas rakyat sekaligus kemanusiaan.
Trias Pratiwi berhasil mengangkat isu kemanusiaan di balik penulisan karya besar Jose Rizal ini. Bedah buku ini dihadiri oleh segenap anggota dan pengurus FPKM yang turut prihatin bahwa sudah sejak lama doktrin agama di berbagai peradaban bangsa di berbagai belahan bumi ini sering kali disalahgunakan demi pembenaran sebuah upaya penindasan dan penjajahan oleh suatu bangsa terhadap bangsa lainnya atau suatu golongan terhadap golongan lainnya.
Dalam sejarah manusia sejak ribuan tahun lalu, sering kali agama disalahgunakan dan disalahartikan untuk membenarkan tindak kekejian pembunuhan terhadap sesama manusia. Untuk itulah demi alasan kemanusiaan, sudah seharusnya umat manusia belajar bersikap toleran terhadap agama dan kepercayaan yang berbeda-beda.
Sesungguhnya ajaran Tuhan dalam agama mana pun adalah supaya saling mencintai dan kasih terhadap sesama umat manusia dan menerima segala perbedaannya demi kemanusiaan dan majunya peradaban, dan bukannya demi menebar bibit kebencian, permusuhan atau pun keangkaramurkaan yang pada akhirnya akan mengarah kepada kehancuran peradaban.
Itulah intisari hikmah yang dapat dipetik dari bedah buku “Noli Me Tangere” karya Jose Rizal - seorang pejuang HAM dan sekaligus penulis dari Filipina yang akhirnya konon harus mati di tiang gantungan demi sebuah upaya kemanusiaan mengungkap ketidakadilan penjajahan bangsa Spanyol di Filipina yang menyalahgunakan ajaran agama demi mencapai tujuan-tujuannya.
27 Januari 2008 - Minggu
Bedah buku novel reliji “Vita Brevis - Pengakuan” karya Jostein Gaarder oleh Carolina Neolen sebagai pembicara. Mengungkap bagaimana manusia ternyata senantiasa membutuhkan pengakuan dari sesamanya demi rasa percaya diri dan eksistensinya dalam menjalani kehidupan dan dalam berinteraksi sosial kemasyarakatan. Bagaimana dosa masa lalu dapat demikian menghantui kehidupan seseorang, bahkan terhadap seorang pemuka agama yang dihormati. Bayangan dosa dapat demikian menyiksa batin dan membawa seseorang pada penyesalan tanpa akhir yang akhirnya membawa penderitaan dan kematian. Pengakuan sesama manusia dan pemaafan diri setidaknya bisa menjadi obat untuk melupakan dosa masa lalu dan memulai lembaran baru kehidupan yang lebih baik dan lebih bijak.
Mungkin itulah hikmah yang dapat dipetik dari buku yang berjudul “Vita Brevis” ini. Bedah buku novel ini dihadiri oleh para anggota dan pengurus Forum Penulis Kota Malang yang pada kesempatan tersebut banyak berdiskusi mengenai pro dan kontra pentingnya sebuah pengakuan dari sesama manusia demi rasa percaya diri dan juga demi bertumbuhnya semangat untuk terus berkarya dan berkreasi dalam setiap aspek kehidupan.
Sebenarnya pengakuan atas diri seseorang akan muncul bilamana orang yang bersangkutan mau untuk memperbaiki kualitas dirinya sendiri dengan aktif untuk berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang atau setidaknya bagi orang lain. Bila hal itu dilakukan, maka akan dengan sendirinya pengakuan tersebut akan diberikan padanya. Bukankah setiap pribadi manusia adalah unik dan setiap orang pasti mempunyai kelebihan di bidangnya masing-masing. Kelebihan tersebut sebaiknya terus dilatih dan dipupuk sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang berguna bagi orang lain. Seseorang akan dikenang sepanjang sejarah bilamana ia berhasil memberikan manfaat dan kebajikan bagi masyarakat di sekitarnya atau bahkan bagi seluruh umat manusia.
Sebagai penulis, tentu saja seharusnya kita menyadari akan hal itu. Sebagai penulis, kita akan selalu dikenang dari karya-karya tulisan kita, lebih-lebih bilamana tulisan itu bisa mendatangkan manfaat dan hikmah bagi orang yang membaca tulisan kita.
1 Februari 2008 - Jumat
FPKM menghadiri acara pameran buku Gramedia Book Fair yang diselenggarakan di Plasa Araya - kota Malang. Sebuah pameran buku fenomenal di awal tahun 2008 yang diprakarsai oleh Toko Buku Gramedia terbukti telah banyak menyita perhatian masyarakat kota Malang. Pameran dan obral buku terbesar yang digelar sejak 1 Februari hingga 17 Februari 2008 bertempat di Plasa Araya kota Malang ini memamerkan begitu banyak koleksi buku terbitan Gramedia dengan harga yang sangat fantastis. Diskon harga yang diberikan benar-benar menggiurkan para pengunjung pameran yang senantiasa memadati pameran buku ini. Bukan Gramedia kalau tidak semeriah ini. Pameran buku dengan koleksi lengkap buku-buku bermutu ini mengundang perhatian masyarakat kota Malang mulai dari kalangan anak-anak, remaja dan dewasa. Tidaklah mengherankan karena buku-buku yang dipamerkan adalah buku-buku bermutu mulai dari buku cerita anak, novel remaja, novel dewasa, buku hobi, aneka majalah, aneka alat tulis lengkap, buku ilmiah, buku pengetahuan, buku tanaman hias, dan banyak lagi. Bahkan terdapat juga aneka buku tips, aneka tabloid dan juga komik yang jumlah dan variasinya benar-benar memukau para pengunjung pameran ini. Toko Buku Gramedia di kota Malang memang tidak hanya menggelar obral diskon di kala pameran saja, namun di hari biasa pun, toko buku favorit warga kota Malang ini juga senantiasa memberikan potongan harga yang cukup menarik setiap harinya. Mulai dari obral aneka majalah hingga obral buku-buku best seller. Tak kenal maka tak sayang, mungkin itulah sebutan yang paling tepat bagi toko buku yang satu ini, karena tak bosan-bosannya selalu memberikan kejutan bagi masyarakat pecinta buku di kota Malang.
10 Februari 2008 - Minggu
Pertemuan rutin kali ini berlangsung meriah dan cukup akrab. Bedah buku karya Franz Kafka yang berjudul “The Metamorphosis” yang diselenggarakan oleh Forum Penulis Kota Malang pada tanggal 10 Februari 2008 di area lobi gedung Perpustakaan Kota Malang berlangsung cukup meriah. Dengan narasumber yaitu Mbak Nasti Mudita - seorang pecinta buku sekaligus penulis yang saat ini sedang menuntut ilmu di Australia, acara ini terasa hidup oleh diskusi dan tanya jawab seputar karya-karya besar Franz Kafka, penulis berkebangsaan Austria yang telah banyak menelorkan beberapa buku novel beraliran absurditas. Tidak hanya Mbak Nasti Mudita yang jauh-jauh datang dari Australia demi menyempatkan diri membedah buku karya Franz Kafka, acara bedah buku ini selain dihadiri oleh para penulis kota Malang, juga dihadiri pula oleh Wawan Eko Yulianto – penterjemah beberapa buku yang karya terjemahannya sempat diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dan beberapa penerbit besar lainnya.
Dalam acara bedah buku ini juga sempat disinggung mengenai tulisan resensi Wawan Eko Yulianto yang sempat dibajak habis-habisan oleh seorang dan sempat lolos terbit dalam sebuah surat kabar nasional. Kejadian ini sempat menghebohkan beberapa milis di internet. Protes tidak hanya dilontarkan oleh beberapa penulis asal kota Malang sebagai wujud solidaritas terhadap Wawan Eko Yulianto, namun juga banyak dikemukakan oleh milis komunitas penulis buku di Yogya, Jakarta dan Surabaya. Beberapa milis seperti komunitas Pasar Buku, milis Apresiasi Sastra dan juga milis Forum Penulis Kota Malang sempat ramai oleh tulisan-tulisan bernada protes terhadap fenomena bajak-membajak ini. Wabah pembajakan sinopsis seperti ini mulai marak. Para pembajak biasanya tinggal menyalin karya tulisan sinopsis mengenai buku-buku baru dari internet, terutama blog-blog pribadi para penulis maupun dari blog suatu komunitas penulis di internet. Dalam hal ini rupanya sang pembajak sempat menyalin sinopsis buku novel yang berjudul “Turquoise” yang dipublikasikan dalam blog milik Wawan Eko Yulianto maupun di blog Forum Penulis Kota Malang di http://klipingfpkm.multiply.com dan berhasil lolos terpublikasi secara luas di sebuah surat kabar nasional. Sang pembajak mengganti nama penulis sinopsis asli buku tersebut dengan nama dirinya seakan-akan sinopsis itu adalah hasil tulisannya sendiri. Tampaknya sang pembajak ini bukan kali ini saja berhasil mengelabui media massa, namun sudah berulang kali dan setiap kali melakukan aksinya selalu disertai permintaan maaf kepada yang naskah tulisannya dibajak, namun di kemudian hari ia kerap kali mengulangi perbuatannya dengan selalu meminta maaf dan meminta maaf lagi. Tampaknya budaya minta maaf seakan dijadikan senjata agar si pelaku untuk lolos dari etika moral dan tuntutan hukum. Padahal kalau diamati, sang pembajak ini bahkan pernah menulis endorsement di kaver belakang buku novel “Turquoise” . Kalau sudah begini, siapa yang patut disalahkan, sang pembajak ataukah si penulis resensi buku yang memampang karya tulisannya di blog pribadi. Tampaknya masalah bajak membajak seakan semakin menjadi tren di dunia tulis-menulis negeri ini. Sungguh sebuah fenomena yang memprihatinkan!
15 Februari 2008 - Jumat
FPKM diundang oleh Mas Liga Alam, salah satu pengurus FPKM yang juga editor buku tulisan Pak Walikota Malang. Pada tanggal 15 Februari 2008, walikota Malang, Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP meluncurkan buku hasil tulisannya. Buku terbaru hasil tulisan beliau ini berjudul “Paradigma & Implementasi Pelayanan Publik – Sumbangan Pemikiran Untuk Meningkatkan Pelayanan Publik Menuju Good Governance”. Buku setebal 90 halaman ini yang terdiri dari 5 bab ini diterbitkan oleh Penerbit Kanisius, Yogyakarta dan sempat mendapat tanggapan positif dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, mengingat selama ini belum ada buku yang mengupas mengenai pelayanan publik secara baik. Buku ini juga mendapat dukungan serta pujian dari Bpk. Drs. H. Soekarwo, SH, M.Hum, (sekretaris daerah propinsi Jawa Timur) yang selain memberikan kata pengantar dalam buku ini, juga turut hadir saat peluncuran buku ini pada tanggal 15 Februari 2008 lalu di studio Mahameru TV, kota Malang. Pada acara peluncuran buku tersebut juga dibagikan buku “Paradigma & Implementasi Pelayanan Publik – Sumbangan Pemikiran Untuk Meningkatkan Pelayanan Publik Menuju Good Governance” secara gratis kepada para undangan dan wartawan. Buku ini rencananya akan segera beredar di seluruh Indonesia sehingga bisa dibaca oleh semua orang, dan sudah mulai bisa diperoleh di toko-toko buku terdekat di kota Anda. Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP yang juga peminat budaya, filsafat serta pelestarian lingkungan hidup ini sampai detik ini terbukti telah berhasil menulis sekian banyak judul buku. Beberapa diantara bukunya berjudul “Wasiat Mpu Tantular, Kumpulan Catatan Budaya” (2006), “Di Balik Ramalan Joyoboyo” (2006), “Mari Menanam & Merawat – Konsep Penghijauan Massal” (2007), “Sekolah Seribu Bunga – Konsep Gerakan Penghijauan di Sekolah” (2007), serta gagasannya perihal menyambut tantangan global yang tertuang dalam bukunya yang berjudul “The Rise of The New Tumapel” (2007). Pecinta budaya Jawa yang menguasai bahasa Sansekerta dan bahasa Inggris secara baik ini memang gemar menulis. Beliau juga sering menulis untuk buletin dan majalah pariwisata kota Malang serta beberapa majalah pemerintahan di lingkungan kotamadya Malang. Editor buku-buku beliau, Mas Liga Alam, yang juga merupakan salah satu pengurus Forum Penulis Kota Malang sempat berkomentar bahwa bagi Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP, tiada hari tanpa membaca dan menulis. “Bahkan beliau sendiri sering menyempatkan diri untuk membalas email-email yang masuk dari masyarakat kota Malang demi meningkatkan pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat,” demikian menurut penuturannya.
17 Februari 2008 - Minggu
Minggu malam, FPKM diundang oleh Forum Pelangi pimpinan novelis Ratna Indraswari untuk hadir di rumah beliau, “Rumah Budaya Ratna Indraswari” yang terletak di jalan Diponegoro 3, kota Malang. Pada hari Minggu tepatnya pada tanggal 17 Februari 2008, komunitas penulis dan seniman “Forum Pelangi” menyelenggarakan acara bedah buku Otobiografi Saut Situmorang, seorang penyair yang beraliran paham intertekstualisme, sebuah aliran baru dalam jagat sastra dan puisi. Buku “Otobiografi Saut Situmorang” yang tebalnya 282 halaman dan diterbitkan oleh penerbit SIC - Yogyakarta pada tahun 2007 ini, merupakan kumpulan karya puisi terbaik dengan berbagai tema, mulai yang bertema cinta, kehidupan sosial maupun yang bertema politik. Acara yang bertempat di “Rumah Budaya - Ratna Indraswari Ibrahim” di kota Malang ini terbukti berjalan sukses. Acara didahului dengan kata sambutan dari penulis sekaligus penyair, Saut Situmorang, kemudian dilanjutkan dengan acara nonton bareng rekaman video dokumentasi pementasan puisi karya Saut Situmorang saat sedang berada di Australia, dan beberapa karyanya yang lain seperti puisi keprihatinannya atas gempa Yogyakarta serta proses kreatif penulisan puisi dan esainya. Setelah itu barulah acara inti yaitu bedah buku dan pembacaan puisi segera dimulai dan mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari para hadirin. Dengan begitu besarnya antusiasme seniman dan penulis kota Malang, acara yang digelar sejak pukul 19.00 WIB ini baru berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Para tamu yang hadir dalam acara bedah buku yang berlangsung santai dan penuh kekeluargaan ini sebagian besar adalah para anggota dan pengurus sejumlah komunitas penulis dan pecinta seni kota Malang, dosen dan guru bahasa Indonesia, para penyair kota Malang, serta tak ketinggalan pula beberapa wartawan dari sejumlah media surat kabar dan majalah serta para aktivis pers kampus yang ada di kota Malang.
18 Februari 2008 - Senin
Sebuah event kegiatan seni kembali diadakan di kota Malang. Kali ini adalah dengan adanya pameran tunggal seni fotografi karya TP Sasongko yang mengambil tema “Kegalauan di Ambang Batas Ruang & Waktu” yang diselenggarakan pada tanggal 18 Februari 2008 dengan bertempat di ruang galeri seni Ken Arok – Gedung Perpustakaan Kota Malang. Acara ini terbukti menyedot pengunjung, karena begitu besarnya apresiasi seni dan antusiasme warga kota Malang. Hadir pula dalam acara ini, beberapa kalangan seniman, penikmat seni, para penulis, wartawan dan tokoh masyarakat kota Malang.
22 Februari 2008 - Jumat
FPKM baru tahu kalau Bank BTPN ternyata punya perhatian yang cukup besar terhadap dunia pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan acara sosialnya menyumbang buku pada perpustakaan kota Malang. Acara sosial ini sebenarnya dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT BTPN yang ke-50. Dalam rangka menyambut ulang tahun Bank Tabungan Pensiunan Nasional (Bank BTPN) yang ke-50 yang jatuh pada tanggal 22 Februari 2008, Bank BTPN turut berpartisipasi dalam menyumbang puluhan buku pengetahuan dan pendidikan pada Perpustakaan Umum Kota Malang. Tema gerakan menyumbang buku ini adalah “BTPN Peduli Pendidikan”. Tampaknya niat baik dan perhatian Bank BTPN cabang kota Malang ini pada dunia pendidikan, disambut dengan baik oleh pihak Perpustakaan Umum Kota Malang yang saat ini telah mempunyai koleksi lebih dari 100.000 buku. Bank BTPN juga turut pula berpartisipasi dalam gerakan kebersihan kota Malang, terbukti sebelum dimulainya acara menyumbangkan buku ini, bank nasional yang genap berumur lima puluh tahun ini, pagi harinya sempat mengerahkan segenap karyawan dan pimpinannya untuk memunguti sampah dan membersihkan area pasar besar kota Malang. Acara bersih-bersih ini juga disambut baik oleh Walikota Malang, Drs. Peni Suprapto yang turut hadir dalam acara bersih-bersih pasar besar di kota Malang ini. Memang sejak dahulu, titik berat perhatian pemerintah kotamadya Malang maupun kalangan ekonom kota itu lebih kepada pembangunan sumberdaya manusia yang diwujudkan dalam peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat serta pelestarian lingkungan dan kebersihan. Salut pada Bank BTPN! Selamat hari jadi yang ke-50.
23 Februari 2008 - Sabtu
Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 WIB FPKM menghadiri acara bedah buku di MAN 3, Malang yang membedah buku biografi Edgar Allan Poe. Edgar Allan Poe yang terkenal dengan karya-karya sastra kanon tulisannya itu begitu fenomenal bahkan hingga kini. Sebagian besar karyanya yang mengupas ketegangan (thriller) itu cukup mengasyikkan untuk dibaca. Buku Biografi Biografi Edgar Allan Poe, sepertinya sebagai pengobat kerinduan para pecinta karya-karyanya. Dengan bertempat di Madrasah Aliyah Negeri Malang (MAN 3), acara yang cukup dibanjiri pengunjung ini berlangsung seru. Apalagi dihadiri pula oleh perwakilan dari pihak penerbit Interlude Yogyakarta yang menerbitkan buku ini sebagai nara sumber, dan juga pembahasan buku yang cukup apik oleh guru pengajar MAN 3. Acara yang disponsori oleh toko buku Poestaka Rakjat (baca: Pustaka Rakyat) ini mencoba menggugah minat baca warga kota Malang agar lebih perhatian pada karya-karya besar dan buku-buku yang mengulas pengalaman penulis besar seperti ini. Minat baca para pelajar maupun warga kota Malang memang tidak boleh dipandang sebelah mata, terbukti setiap acara bedah buku yang diselenggarakan di kota Malang selalu mendapat perhatian dari para pelajar maupun warga masyarakat kota Malang. Pada tanggal 23 Februari 2008 siang hari pukul 14.00 WIB, penulis novel Habiburrahman El Shirazy dan Boim Lebon (Penulis novel cerita remaja LUPUS) mengadakan acara jumpa fans dan konferensi pers sehubungan dengan tur promosi buku sekaligus acara bedah buku “Ayat-Ayat Cinta”. Acara fenomenal ini digelar di area lobi gedung perpustakaan kota Malang. Dalam acara tersebut sempat disinggung pula tentang kiat-kiat menulis novel yang baik serta ajakan pada para generasi muda kota Malang untuk tetap kreatif menulis. Keesokan harinya, tepatnya pada tanggal 24 Februari 2008, kedua penulis ini menghadiri acara talk show/dialog bertema “Remaja Muslim Jatuh Cinta – Asyik Bangets” serta bedah buku novel karya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul “Ayat-Ayat Cinta” dan “Ketika Cinta Bertasbih”. Acara yang bertempat di Gedung Aula Skodam Brawijaya – Malang, ini dipadati pengunjung yang sebagian besar merupakan pelajar dan kawula muda kota Malang. Acara yang diprakarsai oleh OSIS SMAN 3 Malang serta komunitas penulis Forum Lingkar Pena cabang Malang ini terbuka untuk umum secara gratis bagi pengguna kartu prabayar Indosat. Untuk memeriahkan acara talkshow ini juga diselenggarakan lomba menulis resensi atau sinopsis novel bertema Islami. Tak ketinggalan disisipkan pula beberapa tips menulis dan cerita pengalaman kedua penulis buku ini terutama mengenai proses kreatif mereka dalam menghasilkan karya. Buku novel “Ayat-Ayat Cinta” dan “Ketika Cinta Bertasbih” saat ini sudah bisa diperoleh di toko buku Gramedia maupun toko-toko buku yang lain di kota Anda.
24 Februari 2008 - Minggu
Rapat pertemuan rutin FPKM yang digelar pada hari Minggu 24 Februari 2008 pukul 10.00 WIB membedah buku novel karya Mbak Wahyu Indah yang segera akan terbit di bulan April 2008. Acara bedah naskah buku novel karya salah satu anggota FPKM yaitu, Wahyu Indah Retnowati ini cukup menarik. Penulis novel yang juga merupakan penulis ide cerita sekaligus penulis skenario sinetron ini memang terbilang cukup aktif dalam setiap kegiatan tulis menulis. Buku novel karyanya yang rencananya akan segera beredar dalam waktu dekat di toko-toko buku di seluruh Indonesia ini berjudul “Aduh, Kawat Gigi”. Buku novel yang gaya penceritaannya cukup unik ini mengangkat topik kawat gigi yang menjadi sumber dari segala permasalahan dan timbulnya cerita maupun konflik dalam novel remaja ini. Sebenarnya judul awal novel ini adalah “Secret Love Lily”, namun akhirnya judul itu diganti oleh sang penulis dengan pertimbangan bahwa semua alur cerita dalam novel ini diawali oleh kawat gigi Lily, sehingga judulnya pun kemudian diubah menjadi “Aduh, Kawat Gigi”. Dikisahkan, seorang tokoh utama cerita yang bernama Lily yang mempunyai masalah dengan kepercayaan diri (minder), menjadi seorang pribadi yang semakin tertutup saat mendapatkan perawatan gigi yang mengharuskan dirinya memakai kawat gigi. Bahkan tokoh Lily dalam cerita ini akhirnya memutuskan pindah ke kota Malang akibat rasa percaya dirinya yang sangat kurang dalam pergaulannya di kota asal (Bandung). Di kota Malang inilah Lily akhirnya memperoleh kembali kepercayaan dirinya saat ia memperoleh seorang pacar yang benar-benar mencintainya. Akankah cintanya berlanjut atau kandas akibat kawat giginya, dan benarkah kematian sang nenek disebabkan juga oleh kawat gigi Lily? Untuk mengetahui lebih lanjut cerita unik ini, sebaiknya Anda membaca sendiri kisah Lily dalam buku novel yang berjudul “Aduh, Kawat Gigi”. Buku novel dengan genre teenlit yang diterbitkan oleh Penerbit Citra Media Jakarta ini mungkin baru akan diluncurkan sekitar bulan April 2008, dan bisa diperoleh di Toko Buku Gramedia maupun di toko-toko buku terdekat di kota Anda. Sore harinya FPKM kembali menghadiri acara bedah buku dan jumpa fans penulis buku novel remaja, Boim Lebon di toko buku Gramedia Malang. Atas undangan dari Forum Lingkar Pena, FPKM tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Toko Buku Gramedia jalan Basuki Rahmad kota Malang, dipadati pengunjung yang ingin sekedar menyaksikan penulis kenamaan Boim Lebon yang sudah banyak menulis karya novel remaja, seperti serial Lupus (terbitan PT. Gramedia Pustaka Utama) dan juga buku novel remaja terbarunya yang berjudul “Badman: Bidin!” yang diterbitkan oleh PT. Lingkar Pena Kreativa. Acara jumpa fans dan promosi buku-buku novel terbaru karya Boim Lebon begitu meriah dengan aneka games, kuis dan juga tanya jawab santai antara penulis buku novel remaja ini dengan para pengunjung Toko Buku Gramedia yang begitu antusias ingin berpartisipasi memeriahkan acara ini. Bahkan beberapa pengunjung banyak yang mengaku jauh-jauh datang dari kota lain, hanya untuk menyempatkan menonton dari dekat presentasi penulis novel Boim Lebon seputar karya-karyanya maupun diskusi seputar dunia kepenulisan dan sastra novel remaja. Sehari sebelumnya, Boim Lebon bahkan juga sempat mengunjungi kota Pasuruan, Jawa Timur, untuk mempromosikan buku novelnya sambil menghadiri peresmian berdirinya komunitas Forum Lingkar Pena Cabang Kota Pasuruan. Antusiasme pengunjung di kota Pasuruan tampaknya begitu besar, sehingga rupanya masih kurang puas ingin berdialog lebih banyak dengan penulis ini. Bahkan banyak para pecinta buku yang ada di kota Pasuruan akhirnya rela jauh-jauh menempuh perjalanan menuju kota Malang untuk sekedar mengikuti kelanjutan tur promosi buku penulis novel remaja yang juga sekaligus aktivis komunitas Forum Lingkar Pena ini. Penulis novel remaja yang saat ini bekerja di salah sebuah televisi swasta nasional di Jakarta ini dengan gayanya yang santai dan kocak banyak mengocok perut para pengunjung Toko Buku Gramedia dengan guyonan-guyonannya yang khas. Tak lupa ada pula acara pembagian hadiah door prize berupa buku-buku novel karya Boim Lebon serta beberapa buah edisi terbaru Tabloid Gaul kepada para pengunjung yang berpartisipasi dalam acara games maupun tanya jawab. Saat acara jumpa penggemar di Toko Buku Gramedia ini selesai sekitar pukul 16.30 WIB, acara jumpa penggemar ternyata masih diteruskan lagi dengan dialog santai yang bertempat di lobi Hotel Regents. Dalam acara dialog santai bersama Boim Lebon ini, dihadiri oleh para antusias sastra, para penulis, dan terutama para anggota dan pengurus komunitas penulis Forum Lingkar Pena cabang Malang serta beberapa anggota dari komunitas penulis di kota Malang yang dengan antusias senantiasa mengikuti jalannya acara. Buku-buku karya Boim Lebon bisa diperoleh dengan mudah di Toko Buku Gramedia maupun toko-toko buku terdekat. Malam harinya FPKM kembali menghadiri pertemuan di rumah Mbak Ratna Indraswari. Kali ini acara yang digelar adalah peluncuran buku kumpulan puisi. Rumah Budaya Ratna Indraswari Ibrahim yang terletak di Jalan Diponegoro 3 kota Malang, kembali meriah oleh acara peluncuran buku “Kemarin Lusa Sampai Besok Lusa – Antologi Sastra Pelajar” yang diterbitkan oleh SMAK St. Albertus (SMA Dempo) bekerja sama dengan Penerbit Pustaka Kayu Tangan yang dimotori oleh penulis novel legendaris Ratna Indraswari Ibrahim. Acara peluncuran buku yang bertempat di kediaman Mbak Ratna Indraswari Ibrahim ini diselenggarakan pada tanggal 24 Februari 2008 sejak pukul 18.00 WIB ini berlangsung semarak hingga larut malam. Turut hadir pula dalam acara peluncuran buku ini, Romo Paulus Waris, O. Carm. (Pjs. Kepsek Dempo). Sebagai pengulas maupun moderator dalam acara peluncuran buku ini adalah Doniq Pr, seorang cerpenis kota Malang yang juga adalah seorang penterjemah.
Hadir pula dalam acara ini, berbagai komunitas penulis yang ada di kota Malang, para praktisi sastra dan budaya kota Malang serta para seniman yang tak mau ketinggalan untuk mengikuti acara peluncuran buku kumpulan puisi karya pelajar ini.
6 Maret 2008 - Kamis
Hampir tengah malam, Mbak Wahyu Indah - salah seorang pengurus sekaligus anggota Forum Penulis Kota Malang mengirim sms kepadaku (Haryo). Isinya sebuah kabar yang menyenangkan. Ide cerita tulisan Mbak Wahyu Indah dijadikan sebuah sinetron yang ditayangkan di SCTV pada hari itu, 6 Maret 2008, pkl. 22.45 WIB. Wah, salut! Kabar ini membuat teman-teman penulis di kota Malang pada ngiri dan ujung-ujungnya memotivasi mereka untuk lebih produktif dan berperan aktif dalam menulis serta menghasilkan karya-karya berbobot. Esok harinya, milis FPKM yang beralamat di http://groups.yahoo.com/group/forum_penulis_kota_malang langsung dibanjiri komentar dan pujian atas kreativitas Mbak Indah. Kalau sudah begini, nama komunitas ini kan juga akan numpang beken di jagat tulis menulis. Bagi teman-teman yang lain, jangan mau kalah, terus saja berkarya dan mencari peluang dalam hal tulis menulis agar nama kalian bisa dikenal di seluruh nusantara berkat karya-karya kalian!
9 Maret 2008 - Minggu
Pertemuan rutin FPKM! Kali ini agenda acaranya yaitu bedah karya cerpen tulisan Puput (Gusti Aisyah Putri) yang berjudul “Lampu Jalan”. Hari ini banyak sekali yang datang, termasuk wajah-wajah baru. Ya, memang ada beberapa anggota baru FPKM. Ada yang mengenal komunitas ini lewat internet, dan ada pula yang mengenalnya saat acara jumpa fans penulis di toko buku Gramedia beberapa saat yang lalu. Acara baru berakhir sore hari, dengan suguhan keripik singkong dan obrolan enak antar para anggota dan pengurus.
19 Maret 2008 - Rabu
Ada seminar kepenulisan gratis! Temanya “Mengarang itu Gampang”. Acara ini diselenggarakan di gedung PPI Universitas Brawijaya Malang, dan komunitas FPKM tidak melewatkan acara berharga ini. Teman-teman berbondong-bondong datang demi menyaksikan penulis-penulis ternama sekaliber Arswendo Atmowiloto, Andrea Hirata dan Ratna Indraswari yang menjadi pembicara dalam seminar ini. Pokoknya, seru. Rugi banget kalau nggak hadir!
Malamnya acara serupa kembali digelar di gedung perpustakaan kota Malang. Bagi yang belum sempat datang pagi harinya, kesempatan masih terbuka pada malam hari ini untuk mendengarkan bincang santai para penulis Indonesia ini. Teman-teman pun kembali menikmati obrolan santai dan acara kumpul-kumpul di perpustakaan kota Malang.
23 Maret 2008 - Minggu
Pertemuan rutin FPKM lagi! Kali ini pembicaranya adalah Fery Moniagara yang membawa topik bahasan puisi-puisi Alejandra Pizarnik. Maklumlah peminat puisi ini begitu kaya akan pengalaman dan juga ide yang diilhami oleh puisi-puisi Alejandra Pizarnik. Bagi kalian yang belum tau siapa Alejandra Pizarnik, makanya sering-sering ke perpustakaan dan baca buku-buku puisi berbobot yang ada di sana!
13 April 2008 - Minggu
Pertemuan rutin FPKM kali ini membahas naskah skenario film buah karya Mas Jamsari (ZamZam) yang bertema cerita sosial di balik perjuangan seorang wanita yang bekerja keras membanting tulang demi pendidikan sekolah putranya. Sebuah tema cerita yang cukup menarik di kala begitu banyaknya cerita roman picisan yang banyak beredar akhir-akhir ini baik dalam bentuk cerita sinetron hingga novel-novel klise mengenai romantisme usang. Naskah cerita yang masih dalam bentuk draft ini mencoba menyuguhkan sesuatu yang lain, sebuah kenyataan pahit yang mungkin selama ini ditutup-tutupi dengan khayalan indah kehidupan mewah yang jauh dari kenyataan hidup masyarakat negeri ini.
Mas Jamsari yang cukup jeli dalam menyoroti aspek kehidupan sosial masyarakat miskin di desa nelayan, patut diajungi jempol karena berani untuk mengangkat ide cerita yang tak lazim ini dalam bentuk naskah skenario film. Para hadirin dalam acara bedah naskah skenario sinetron ini yang diselenggarakan oleh FPKM ini tampak cukup antusias menanggapi materi diskusi yang dibawakan secara baik oleh Mas Jamsari. Acara diskusi lesehan santai ini baru berakhir siang hari, walau masih dijumpai beberapa anggota dan pengurus FPKM yang melanjutkan obrolan mengenai berbagai hal.
27 April 2008 - Minggu
Forum Penulis Kota Malang kembali mengadakan acara bedah buku sebagai salah satu acara pertemuan rutin dua mingguannya. Kali ini buku yang dibedah adalah buku berjudul “Harafisi” karya Naguib Mahfouz, dengan pembicara Santi Octavia. Acara bedah buku ini diselenggarakan pada hari Minggu pagi, 27 April 2008 bertempat di gedung perpustakaan kota Malang. Acara diskusi ini digelar cukup santai dengan lesehan dan temu akrab rutin para anggota komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang. Dalam acara ini dibahas pula beragam topik menarik mulai dari info kepenulisan hingga tukar-menukar alamat pos elektronik dan juga alamat redaksi penerbit buku dan majalah, maupun informasi mengenai berbagai event kegiatan lomba menulis dan berbagai informasi lain mengenai peluang menulis.
4 Mei 2008 - Minggu
Pada tanggal 4 Mei 2008, Forum Penulis Kota Malang mengadakan acara diskusi sastra dan bedah cerita pendek “Seorang Buta dan Lima Sosok Lainnya” karya David Ardy di Gedung Perpustakaan Kota Malang. Acara diskusi yang bernuansa santai dengan lesehan ini, dihadiri oleh para peminat sastra, seniman, penulis, dan kritikus seni di kota Malang. Dalam acara ini pula banyak dibicarakan mengenai beberapa kekurangan maupun kelebihan karya-karya sastra Indonesia, dan juga tukar menukar pengalaman dalam menulis sebuah karya cerita pendek sehingga bisa menjadi sebuah karya yang berbobot dan berkualitas.
10 Mei 2008 - Sabtu
Festival buku “Malang Membaca”. Hari ini pembukaan pameran buku di perpustakaan umum kota Malang, 10 - 20 Mei 2008. Tahun lalu, FPKM jualan buku, sekarang coba-coba buka stand warung kopi di area pameran. Karena belum pernah buka warung kopi, tester kopi sampai 6 gelas! Inilah kehidupan nyata sekaligus belajar bisnis. Lutfi dan Mbak Vita jaga pagi, Carolina Neolen dan Riska jaga sore. Ruame puool…Stand FPKM sampek nggak muat karena anggotanya kumpul di dalam stand (sambil ngerumpi)!
Jam 12 siang ada bedah buku tulisannya Agus Mustofa & Taufik Djafri yang berjudul “Bulir-Bulir Kasih”. Pengunjung berjubel memadati tempat duduk ingin mengikuti acara bedah buku. Sebagian besar nggak kebagian tempat duduk sehingga banyak yang rela berdiri. Baru saja selesai acara ini, kemudian dilanjutkan dengan acara talkshow bersama penulis buku JAKARTA UNDERCOVER yaitu Moeammar Emka, yang diterbitkan oleh penerbit Gagasmedia. Malam harinya ada diskusi kepenulisan alias bengkel penulisan hasil kerja sama panitia pameran dengan Penerbit Agromedia. Antusiasme para penulis di kota Malang cukup tinggi, terbukti banyak yang aktif bertanya pada acara ini. Tak luput ada acara pembagian buku gratis dan tas gratis sebagai hadiah doorprize. Wah, seru lho! Anggota FPKM, Mas Bambang yang aktif ikutan berbagai acara sejak pagi hari, eh ternyata beruntung dapat dua buku gratis plus tas imut dari GagasMedia. Gak boleh ngiri ya…
11 Mei 2008 - Minggu
Tiap pagi, Mbak Vita, Carolina Neolen dan Mbak Lutfi belanja kue untuk bahan jualan di stand warung kopi FPKM. FPKM jualan macam-macam kue, mulai brownies, donat coklat, donat keju, puding busa, kue tok, lumpia, cake, misoa, pizza, pokoknya macam-macam. Tergantung selera yang beli pagi itu sedang ingin kue apa. He..he..keuntungan warung kopi untuk mengisi kas FPKM. Karena kita komunitas sekaligus organisasi non profit, jadinya ya untuk mengisi kas dengan cara memanfaatkan momen pameran seperti ini. Sejak pagi sudah ada tiga lomba untuk pelajar TK hingga SMP. Ada lomba menggambar dan mewarnai yang bertempat di studio Mahameru TV di lantai 3 perpustakaan kota Malang. FPKM dapat tugas ikut membantu pelaksanaan lomba. Siangnya dilanjutkan dengan lomba esai untuk para pelajar tingkat SMP. Menjelang sore hari, pengunjung pameran semakin berjubel karena kabarnya bakal ada Raditya Dika mau datang untuk mengisi acara talk show dan bedah buku. Aula Perpustakaan Kota Malang sampai penuh sesak oleh para ABG baik cewek maupun cowok, dan juga beberapa generasi jadoel (termasuk para pengurus FPKM) yang nggak mau ketinggalan ikutan hadir dalam acara ini. Bener saja, setelah lama ditunggu-tunggu akhirnya Raditya Dika muncul juga dengan gayanya yang kocak dan super narsis. Belum-belum sudah bagi-bagi hadiah dengan melemparkan beberapa t-shirt dan juga goody bag ke arah penonton. Kontan saja para penonton yang sebagian besar cewek histeris pada berebut aneka hadiah yang dilemparkan tadi. Bahkan beberapa ada yang sempat berebut dan tarik-tarikan. Untunglah nggak ada yang sampek jambak-jambakan (tarik tarikan rambut). Lagi-lagi pengurus FPKM beruntung, Mbak Wahyu Indah tahu-tahu berhasil menangkap salah satu hadiah yang dilemparkan oleh si Raditya Dika. Sambil cengar-cengir, t-shirt yang berhasil ditangkap tadi langsung diumpetin ke dalam tas kainnya. Banyak yang protes, tapi cuek aja, karena memang tangan Mbak yang satu ini tergolong cukup panjang dan langsung menyambar t-shirt yang sedang melayang di atas kepalanya. Walhasil, cewek-cewek yang sedang berdiri di belakangnya yang pada menggapai-gapai dengan putus asa ingin meraih itu t-shirt langsung protes. Tapi mau gimana lagi, wong memang sudah rejekinya Mbak Indah, ya harap maklum! Acara pun berjalan terus, Raditya Dika memasang tampang-tampang konyolnya dengan gaya ciri khasnya yang memonyongkan bibir sambil pura-pura mengupil. Wuih, gaya kayak gitu ternyata populer juga, terbukti banyak yang ikut-ikutan. Bahkan ada yang sampek diketawain oleh Si Radit karena tampang anak ini sedikit asimetris. Celoteh Si Radit kadang kala bikin orang agak tersinggung juga, karena dikatakan berwajah asimetris. Ada juga yang diketawain oleh Radit gara-gara ada salah satu pengunjung cowok yang bergaya genit, maka jadilah ia bulan-bulanan guyonan si Radit yang langsung dengan spontan menirukan gaya bencong si cowok. Wah, bener-bener menyinggung perasaan tuh, sampek-sampek si cowok itu merah padam mukanya. Tapi untunglah akhirnya ia kebagian t-shirt sebagai penghibur hati biar nggak tersinggung. He..he.. pinter juga si Raditya mengambil hati para penggemarnya. Acara diakhiri dengan foto-fotoan super heboh dan book signing (menandatangani buku) oleh Si Raditya Dika, setelah sebelumnya penulis yang satu ini memperkenalkan buku terbarunya “BABI NGESOT” dan juga mengemukakan rencananya untuk menggarap beberapa buah komik yang bersumber dari buku-bukunya yang pernah edar. Bahkan kabarnya beberapa buku novelnya itu akan segera difilmkan dengan tokoh utama, siapa lagi kalau bukan Raditya Dika sendiri….Hmmm, dasar narsis…Tapi pinter juga melihat peluang bisnis…Salut buat Raditya Dika dengan gaya kocaknya. Orangnya pun kocak seperti gaya tulisannya!
12 Mei 2008 - Senin
Hampir setiap hari order minuman. Rata-rata 4-5 kerat per hari, belum lagi produk lain. Huah…selain jualan es, Mbak Vita dan teman-teman juga angkat-angkat kerat teh botol yang sudah kosong (maklum jualan kita laku keras). Mondar-mandir ambil botol di meja-meja kafe yang sudah kosong, lalu memasukkan botol minuman ke dalam lemari es pendingin, pokoknya mondar-mandir dan angkat beban (supaya langsing….padahal sudah langsing lho?) Capek deh…
Siang hari menjelang sore, ada diskusi buku “SPMB Bukan Lagi Idola” terbitan BayuMedia dengan pembicara M. Hasyim Ashari. Walau peserta bedah buku ini tidak semeriah kemarin saat acara bedah buku dan talkshownya Raditya Dika, namun tetap saja banyak pengunjung yang memenuhi kursi yang disediakan panitia. Maklum segala yang gratisan pasti laris manis….
13 Mei 2008 - Selasa
Lutfi membawa buah markisa. Banyak yang tidak tahu buah berwarna kuning dan ungu itu. Mbak Vita sih tahu itu buah markisa karena dulu terbiasa beli di pasar ketika masih di Sulawesi. Nggak ada yang mau, akhirnya dimakan sendiri berdua (Mbak Vita dan Lutfi).
14 Mei 2008 - Rabu
Pagi-pagi sales minuman datang antar stok. Hari ini rame banget. Penjualnya sampek puyeng. Lha kok menjelang sore persediaan barang menipis. Malam saat ganti shift jaga (saat Mbak Vita mampir), stok minuman nyaris kosong. Kue habis. Apa lagi yang dijual (saking larisnya…laris manis tanjung kimpul).
15 Mei 2008 - Kamis
Tiap hari teman-teman bawa bekal dari rumah. Tetangga sebelah kiri kafe jualan kita, eh jualan nasi goreng, lalu di sebelahnya lagi jualan tempura dan sejenisnya, aromanya mampir di hidung, bikin perut semakin keroncongan (padahal sudah makan). Apalagi nasi goreng favorit Mbak Vita baunya sungguh menyengat….Adouu…lapar melulu… Ada peraturan baru, penjaga boleh beli makan/minum dengan uang dari kotak pandora asal dicatat dalam buku jual beli. Bikin aturan kok telat ya, mbok ya sebaiknya dari hari pertama…
16 Mei 2008 - Jumat
Beberapa hari lalu (2 hari berturut-turut), Santi (Susanti Octavia) jadi kasir di depan kotak pandora dengan senyum ramahnya….Maklum yang lain sudah pada kusut tampangnya karena capek, jadi gantian…
Sore hari kurang lebih jam tiga sore, ada acara bedah buku berjudul “Grey Area” terbitan Penerbit Impulse, dengan pembicara Gilang Desi Parahita & A. shidqi. Pengunjung yang ikutan menonton acara bedah buku ini lumayan lah, daripada nggak ada sama sekali. Walau tidak semeriah di awal-awal hari pembukaan pameran. Malam harinya ada bedah buku novel “Pecinan Kota Malang” dan juga bedah buku bertema feminisme yang dibawakan oleh Mbak Ratna Indraswari dan Sri Wahyuningsih.
17 Mei 2008 - Sabtu
Menjelang sore hari, pengunjung pameran buku “Malang Membaca” semakin membludak. Para anggota dan pengurus FPKM mulai banyak berdatangan. Maklum hari ini FPKM kebagian menjadi panitia bedah bukunya Mas Sigit Susanto yang jauh-jauh datang dari Swiss untuk menghadiri acara peluncuran buku dan bedah buku catatan perjalanannya yang berjudul “Menyusuri Lorong-Lorong Dunia 2″. Acara diskusi pun mengalir renyah dengan tanya jawab santai dengan dipandu oleh moderator yaitu Mas Kukuh widyatmoko yang juga anggota FPKM. Mas Sigit Susanto sebagai penulis buku ternyata telah banyak melanglang buana hingga pernah menjelajahi lebih dari 22 negara yang kisah-kisahnya dihimpun dalam 2 jilid bukunya “Menyusuri Lorong-Lorong Dunia” dimana bagian satu diluncurkan pada tahun 2006 dan bagian 2 baru diluncurkan pada tahun 2008 ini. Pada akhir acara, seperti biasa acara foto bersama para anggota FPKM, panitia bedah buku ini dengan Mas Sigit Susanto. Eh, ternyata ada juga beberapa anggota dari Forum Apresiasi Sastra cabang Malang yang ikutan nimbrung dan ikutan berfoto rame-rame. Maklum saja, seperti diketahui Mas Sigit Susanto, walau nun jauh di sana di Swiss ternyata aktif menjadi moderator mailing list Forum Apresiasi Sastra (APSAS), sehingga saat ada berita bakal melaksanakan bedah buku di Malang, teman-teman APSAS yang ada di Malang tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Jadilah acara ini diramaikan oleh dua komunitas penulis: FPKM dan juga APSAS. Seru, dong…Rugi kalau Anda nggak hadir pas acara ini. Stand kafe FPKM juga rame banget. Mbak Vita dan teman-teman FPKM malam mingguan di stand FPKM - jaga kafe! Wah, capek…capek…dari seharian juga!
20 Mei 2008 - Selasa
Mbak Vita, Lutfi, Feri, Adin, Liga Alam, Jamsari (Zam-Zam), Bambang, Trias, Haryo, David, pagi-pagi sudah ngumpul. Sambil ngerumpi dan ngemil, mencomoti kue lemper, risoles, dan donat, dan menyeruput teh botol, masing-masing anggota merayakan kesuksesan acara pameran yang kini menginjak hari terakhir. Tak dinyana, keuntungan FPKM dari hasil buka warung kopi lumayan besar, cukup untuk mengisi uang kas. Makanya ada acara syukuran pesta kue seperti ini. Sambil jaga warung kopi (lebih kerenan dikit…KAFE FPKM), teman-teman pada bersilaturahmi dan berdesak-desakan di stand FPKM yang lumayan sempit. Tapi dasar bahlul, tetap saja nggak ada yang mau ngalah, jadinya duduk-duduk sampai berboncengan.
Hari terakhir pameran buku sekaligus dipakai sebagai hari syukuran dan perpisahannya Lutfi.
Lutfi, salah satu anggota FPKM, pamitan mau mengadu nasib ke Bekasi. Wah, teman-teman pada sedih, karena bakal kehilangan satu anggotanya. Tapi walau demikian, kita tetap bisa bersilaturahmi lewat mailing list di internet, sms atau chattingan di FPKM Network…
Sama seperti Ika Puspitasari (yang pindah ke Semarang), Mas Sismanto (yang pindah ke Sangatta - Kalimantan Timur, Yusli (yang kuliah S3 ke London), Wawan (yang kabarnya mau kuliah S2 ke Arkansas - USA), maupun Nasti Mudita (yang sedang kuliah S1 di Sydney), walau jauh di mata, namun FPKM senantiasa dekat di hati, buktinya, teman-teman tetap saling curhat, sms-an, dan chatting di mailing list, sehingga nggak bakal ada yang merasa terasing karena jauh dari FPKM. Semuanya tetap dekat satu sama lain walau terpisah jarak ribuan mil nun jauh di sana, di belahan bumi yang lain..
Mas Haryo datang paling awal, lalu ada Wahyu Indah yang datang kemudian, dan juga Ferry. Menjelang sore hari ada bedah buku berjudul “MATH MAGIC” terbitan Penerbit Kawan Pustaka. Acara bedah buku ini diminati oleh para pelajar maupun guru pendidik yang suka pada pelajaran Matematika. Beberapa anggota dan pengurus FPKM tak ketinggalan ikut menyemarakkan acara bedah buku ini. Sukses pameran buku “Malang Membaca” karena saat menjelang tutup pun, pengunjung terus saja mengalir dan membanjiri area pameran karena menjelang penutupan pameran biasanya semakin banyak stand yang menawarkan obral besar-besaran dan juga gila-gilaan. Seperti misalnya Stand “Yusuf Agency” yang menjual buku-buku novel Mira W hanya dengan harga Rp 15 ribuan, serta buku-buku Pramoedya Ananta Toer dengan harga Rp 30 ribuan. Gila nggak. Bahkan ada pula obral komik-komik Marvel dan DC Comic yang berbahasa Inggris hanya dengan harga Rp 10 ribu dapat tiga! Pengin beli, makanya lain kali kalau ada acara pameran buku di Malang, datang aja, karena pasti banyak sekali obral buku gila-gilaan dengan harga super murah…Nggak percaya, datang aja ke Malang, sering-sering….!
Sore harinya muncul lagi Adin, Trias, Wulan, David dan Mas Jamsari (Zam-zam). Bincang-bincang di sekitar meja kafe. Ada yang pesan nasi goreng dan lontong kare. Wah, kumat lagi kalau pada kumpul. Ceilaa…karena gedung perpustakaan dicat oranye dan kuning, jadi mirip gedung TK. Jadi Forum Playgroup Kota Malang. Obrolan beralih ke usaha pendirian penerbitan FPKM. Eh…jadi Forum Pengusaha Kota Malang. Kami bincang-bincang sambil makan kuaci. Aslinya kuaci ini milik sang ketua (David) yang sudah ada di kafe sejak hari pertama. Jadilah Forum Pemakan Kuaci Malang. Karena usaha buka kafe, tiap hari teman-teman (khususnya Mbak Vita) angkat-angkat krat teh botol. Mengambil botol kosong yang ditinggalkan di meja begitu saja oleh para pengunjung pameran. Botol-botol yang masih ada di krat segera dipindahkan ke dalam kulkas yang isinya begitu cepat terjual habis. Setiap saat selalu saja mengangkat krat teh botol dan memindahkan isinya ke dalam kulkas. Jadilah Forum Pengangkat Krat Malang. Hmm…ternyata FPKM bisa mimikri, tiap saat berubah wujud tergantung situasi dan kondisi. Eh, salah, kita cuma guyonan kok, FPKM tetap saja Forum Penulis Kota Malang. Jadi jangan salah! Teman-teman FPKM baru pulang saat pameran buku benar-benar resmi ditutup. Seharian penuh ngerumpi dan ngobrol melepas rindu, mumpung masih bisa bertemu.
22 Mei - 25 Mei 2008
Beberapa teman FPKM ngumpul, rencana mau jalan-jalan memeriahkan acara festival tahunan “Malang Tempo Doeloe”. Acara Malang Tempo Doeloe penuh dengan berbagai stand menarik, dan juga baliho serta poster-poster berukuran besar yang bergambar aneka pemandangan kota Malang di masa lalu, gambar-gambar candi di kota Malang, serta tak ketinggalan pula ada berbagai acara lomba permainan, atraksi seni budaya rakyat (tari-tarian, campur sari, ketoprak, wayang orang), dan banyak stand pameran yang memajang benda-benda serta pernak-pernik kuno. semua pengunjung festival ini juga memakai berbagai kostum serta atribut pakaian jaman silam, serta sebagian lagi memakai pakaian tradisional khas Jawa Timuran. Wah seru, deh…
8 Juni 2008 - Minggu
Forum Penulis Kota Malang kembali mengadakan acara bincang sastra dan diskusi cerita pendek pada hari Minggu, tanggal 8 Juni 2008. Kali ini membahas tips dan motivasi menulis sebuah karya sastra, khususnya mengenai penulisan cerita pendek. Sehubungan dengan itu diadakan pula bedah karya sebuah cerpen dengan judul “Pengakuan Jujur Seorang Penulis” karya Vita Priyambada, yang merupakan sebuah cerpen esai yang berhubungan dengan motivasi menulis seorang penulis dalam berkarya. Seperti biasa, acara bincang sastra ini berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan dan dilaksanakan secara lesehan di ruang lobby Gedung Perpustakaan Kota Malang. Turut hadir pula para pelajar, mahasiswa, guru pengajar, dan juga para praktisi dunia perbukuan di kota Malang, termasuk pula perwakilan dari pengelola toko buku yang ada di kota Malang. Dunia sastra di kota Malang memang mulai mengemuka, terbukti dari semakin maraknya kegiatan bernuansa sastra, maupun diskusi kepenulisan, seperti yang dilaksanakan kali ini.
22 Juni 2008 - Minggu
Forum Penulis Kota Malang mengadakan acara bedah sastra puisi karya Ferry Moniagara pada hari Minggu, 22 Juni 2008. Penyair sekaligus penulis kota Malang ini menggelar karya-karya puisinya untuk dibedah dan dikaji. Bertempat di aula lobi Gedung Perpustakaan Kota Malang, acara bedah sastra puisi ini berlangsung santai dan penuh kekeluargaan. Acara bedah sastra puisi ini turut dihadiri pula oleh editor buku Liga Alam, penulis novel dan skenario sinetron – Wahyu Indah, para seniman dan juga para anggota dan pengurus komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang. Puisi-puisi Ferry Moniagara yang selalu bernuansa suasana malam, merupakan suatu ciri khas tersendiri dari penyair yang satu ini. Aliran yang dipakai dalam menulis puisi pun cukup beragam, mulai yang beraliran absurdisme hingga puisi yang mengangkat tema sosial dan juga puisi cinta. Keunikannya terletak pada setting suasana malam yang seakan hidup dan mengejawantah dalam puisi-puisinya yang cukup unik.
26 Juni - 2 Juli 2008
Pesta Penyair Nusantara 2008 Sempena The 2nd Kediri Jatim (International Poetry Gathering) berlangsung di Kediri, sejak 26 Juni hingga 2 Juli 2008. Peserta yang hadir dalam acara ini berasal dari wilayah ASEAN (Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Kamboja dan Laos). Acaranya meliputi festival baca puisi, dialog sastra dan budaya Nusantara, bazaar/pameran seni rupa, puisi dan potret penyair, musyawarah penyair Nusantara, jalan santai/pawai budaya Nusantara. Hadir sebagai pembicara, antara lain Mawar Syafi’I (Malaysia), Nyonya Sawai (Jepang), Oka Rusmini (Denpasar Bali), Dr. Maman S Mahayana (Jakarta) dan banyak lagi tokoh-tokoh sastra terkemuka. Acara ini berlangsung semarak dan mendapat sambutan cukup baik dari masyarakat sastra nasional, terutama yang berdomisili di Jawa Timur, tidak ketinggalan masyarakat sastra dan seniman kota Malang yang menyempatkan hadir dalam acara ini. FPKM turut hadir dengan diwakili oleh Ferry Moniagara dan Mbak Vita Priyambada.
2 Juli 2008 - Rabu
Catatan Mbak Vita Priyambada:
Janjian jam 5 berangkat dengan Feri ke Kediri, malah baru nongol jam 7 pagi. Sampe di Kediri sudah jam 11 lewat. Ini dalam rangka menghadiri Pesta Penyair Nusantara 2008 yang diadakan di Universitas Kediri (UNIK). Tempatnya tidak jauh dari terminal menuju Gua Selomangleng. Dengan percaya diri kami turun di perempatan. Sudah tanya sopir angkot, “O ya, ke sana Mas, lurus saja”, katanya pada Feri. Tanya sana-sini di sepanjang jalan menuju Universitas Kediri. Ternyata perlu 25 menit berjalan kaki. Feri sudah mengaduh-aduh melulu sepanjang jalan. Aku memberinya semangat, “lihat tuh, gunung di depan, sebentar lagi kita sampai”. Padahal aku sendiri nggak tahu mesti jalan berapa jauh lagi. Wow, sampe sana ketemu penyair dari Riau, Jakarta, Mojokerto, Tegal, hingga yang dari Malaysia. Yang hadir tidak hanya penyair saja. Ada guru TK, pemain teater, hingga pelukis. Pokoknya tumplek blek. Feri sih emang penyair, tapi aku bukan. Pupuk bawang. Kenalan sana sini. Memperluas jaringan pertemanan sekaligus memperkenalkan FPKM. Salah satu foto penyair dari Malang yang terpampang di poster raksasa adalah fotonya Mas Abdul Mukhid. Yah, kami datang ke Pesta Penyair dengan pengorbanan, datang ke sana saat bokek! Tapi senanglah..
Selesai acara kami pulang. Walah, jam 16.30 WIB saja sudah nggak ada angkot lewat! Lagi-lagi harus jalan kaki. Sampek terminal sudah kosong. Manusia jarang, loket karcis sudah tutup, bis ke Malang tinggal sisa satu. Ampun….mati amat ini kota. Saat pulang kita semua sudah pada loyo…
5 Juli 2008 - Sabtu
Walau belum genap berumur dua tahun, Forum Penulis Kota Malang (FPKM), sebuah komunitas penulis di kota Malang telah mendapat kepercayaan dari stasiun radio MAS FM untuk mengisi acara dialog sastra, aneka topik seputar dunia kepenulisan dan juga acara bedah buku yang disiarkan secara langsung di radio. Acara talkshow yang digelar dua minggu sekali setiap hari Sabtu siang tersebut dibawakan oleh berbagai nara sumber, yaitu para pengurus dan anggota FPKM sebagian besar berasal dari kalangan penulis, wartawan, pengajar/guru, hingga seniman. Siaran radio dengan topik sastra ini tampaknya mendapat sambutan yang cukup baik dari berbagai kalangan di kota Malang, terbukti dari acara dialog interaktif lewat telepon biasanya selalu ramai oleh tanggapan maupun pertanyaan dari para pendengar radio yang umumnya adalah para pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum kota Malang. Biasanya setelah mendapat pengarahan maupun jawaban, para pendengar setia radio MAS FM segera bergegas menuju warung internet untuk mengakses berbagai informasi lebih detil mengenai kegiatan dan tutorial menulis yang terdapat di situs komunitas ini yang beralamat di http://www.fpkm.org .
27 Juli 2008 - Minggu
Acara dialog sastra yang diselenggarakan oleh Forum Penulis Kota Malang bertopik bahasan mengenai “Trik menulis buku serta tehnik penulisan ide cerita dan naskah skenario sinetron maupun FTV” dilaksanakan di kota Malang pada tanggal 27 Juli 2008. Bertempat di ruang lobi Gedung Perpustakaan Kota Malang, acara yang lebih merupakan bincang santai sesama penulis ini dibawakan oleh penulis buku sekaligus penulis skenario sinetron yang telah beberapa kali karya sinetronnya tayang di SCTV, yaitu Wahyu Indah Retnowati. Penulis yang berdomisili di kota Malang, namun sering bolak-balik Jakarta – Malang ini mengaku bahwa profesinya sebagai penulis naskah skenario ini bermula dari hobinya menulis cerita bertema remaja, baik novel maupun cerita pendek. Dari hobi menulis tersebut, tidak diduga, bahwa kemudian Wahyu Indah mendapat perhatian dan kepercayaan dari sebuah rumah produksi sinetron ternama di Jakarta untuk menulis ide cerita dan kemudian berlanjut pada penulisan naskah skenario sinetron remaja maupun FTV. Dalam dialog sastra kali ini, Wahyu Indah menceritakan panjang lebar mengenai berbagai pengalamannya menulis ide cerita maupun naskah skenario sinetron, sebuah profesi baru dunia kepenulisan yang terbukti cukup menjanjikan dalam hal finansial. Yang istimewa dari acara ini adalah bahwa acara ini gratis dan terbuka untuk umum. Tidak seperti acara-acara sejenis yang biasanya menarik biaya mahal hingga ratusan ribu rupiah, acara-acara dialog sastra yang diselenggarakan oleh komunitas Forum Penulis Kota Malang hampir tidak pernah mengenakan biaya sepeser pun, kecuali sumbangan sukarela, dan itu pun tidak ada ketetapan mengenai berapa besarnya nominal yang boleh disumbangkan. Bagi yang tidak memberikan sumbangan pun tidak apa-apa, karena komunitas ini sejak awal berdirinya memang murni bertujuan untuk membagikan ilmu secara cuma-cuma kepada masyarakat luas, khususnya di kota Malang.
10 Agustus 2008 - Minggu
Hari ini giliran Haryo Bagus Handoko membedah cerpen karyanya dengan judul “Gembrot”. Di meja pertemuan ada hidangan kecil-kecilan, kue kering. Leo beli kemasan air dalam gelas. Setelah acara selesai, Haryo Bagus mengajak Leo dan aku (Vita Priyambada) jalan-jalan ke Toko buku Toga Mas. Leo mengendarai sepeda pancal. Aku (Vita) dan Haryo Bagus jalan kaki dari perpustakaan ke toko buku Toga Mas dan butuh waktu 15 menit. Di toko buku Toga Mas, Haryo Bagus mencari-cari buku tulisannya yang baru terbit, yang berjudul “Pachypodium”, apakah sudah ada di toko buku ini atau belum. Ternyata sudah ada. Dari toko buku Toga Mas, Haryo Bagus mampir ke anjungan tunai mandiri (ATM). Eit, honor dari menulis artikel di majalah Mother and Baby sudah ada. Lalu, Haryo Bagus mengajak makan kue dan minum orange juice di Dunkin Donuts Plasa Dieng. Wakakak….Dari situ kita bertiga jalan kaki lagi sekitar 30 menit ke Mal Olympic Garden. Naik ke lantai 2 menuju toko buku Tisera. Bukunya Mas Haryo Bagus yang berjudul “Pachypodium” ternyata belum nongol di rak buku deretan hobi dan tanaman di toko buku Tisera (mungkin mereka belum sempat kulakan, karena buku ini baru saja terbit di bulan Agustus 2008 ini). Setelah puas baca-baca dan liat-liat buku dan majalah, ternyata hari sudah sore, dan kami pun berpisah di sini untuk pulang ke rumah masing-masing.
24 Agustus 2008 - Minggu
Forum Penulis Kota Malang kembali menggelar acara bedah sastra cerita pendek pada tanggal 24 Agustus 2008. Pembicara dalam acara ini adalah Carolina Neolen yang membahas cerita pendek karyanya yang berjudul “Sabun Terang”. Sebuah cerita pendek dengan tema psikologis yang diwarnai dengan alur cerita yang tidak biasa ini terbukti menarik minat dan rasa ingin tahu dari para peserta diskusi sastra yang hadir saat itu. Carolina Neolen yang di waktu senggangnya juga menjadi asisten penulis novel Ratna Indraswari Ibrahim, sering menyempatkan diri untuk menulis berbagai karya, mulai dari cerita pendek hingga puisi-puisi unik. Mahasiswi yang sedang kuliah di semester akhir sebuah universitas terkemuka di kota Malang ini mengaku sangat menggemari buku-buku bacaan bertema filsafat dan juga psikologi. Mungkin hal ini pula yang turut mewarnai sebagian karya-karyanya yang tergolong tidak biasa.
7 September 2008 - Minggu
Pada tanggal 7 September 2008 berlangsung acara dialog tentang dunia perbukuan dan minat baca yang bertema “Dari Budaya Membaca ke Budaya Menulis”. Sebagai pembicara atau narasumber dalam acara dialog ini adalah Vita Priyambada, seorang kolektor buku dan penulis yang juga merupakan pengurus komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang. Materi yang dibahas adalah tulisan artikel narasumber yang pernah dimuat di salah satu media nasional yang membahas mengenai budaya dan kebiasaan membaca sebagai stimulan untuk memulai kegiatan menulis. Beberapa pendapat yang sedikit berbeda dengan pendapat narasumber dibahas dan didiskusikan dalam acara dialog ini. Ternyata dari hasil diskusi disimpulkan bahwa kegiatan membaca maupun kegiatan menulis adalah dua buah kegiatan yang berlangsung dua arah dimana dengan membaca seseorang bisa terinspirasi untuk menulis, dan demikian pula sebaliknya dengan semakin sering menulis, seseorang akan semakin termotivasi untuk lebih banyak membaca. Menulis terkadang juga dimotivasi oleh pengalaman seseorang dalam kehidupannya. Pengalaman hidup seseorang serta pahit getir usahanya untuk mencapai sebuah kesuksesan sering kali bisa menginspirasi seseorang untuk membagi pengalamannya dalam bentuk tulisan. Jadi, kegiatan membaca memang erat hubungannya dengan kegiatan menulis. Seorang penulis memang harus banyak membaca untuk menambah wawasan dan paradigma berpikirnya.
18 Oktober 2008 - Sabtu
FPKM diundang menghadiri acara bedah buku puisi yang digelar oleh Forum Lingkar Pena, dengan bertempat di aula lobi Gedung Perpustakaan Kota Malang. Acara ini selain dihadiri oleh teman-teman FPKM juga dihadiri pula oleh teman-teman wartawan, maupun dari anggota komunitas penulis Lingkar Pena cabang Malang. Buku puisi yang dibedah berjudul “Ruang Lengang” sekumpulan puisi apik yang beberapa isinya turut dibacakan dalam acara bedah buku puisi ini.
19 Oktober 2008 - Minggu
Peringatan hari ulang tahun FPKM yang kedua sekaligus acara halal bihalal. Agak telat memang, namun lebih baik telat daripada tidak sama sekali. Seperti biasa yang paling menarik adalah acara makan kue. Beberapa teman anggota dan pengurus FPKM memang sengaja membawa beberapa camilan dan kue kering untuk disantap bersama-sama. Suasana kekeluargaan dan obrolan ringan mewarnai acara pertemuan kali ini, walau pun tidak semeriah tahun yang lalu.
2 November 2008 - Minggu
Acara pertemuan rutin FPKM kali ini yaitu permainan/game menyusun ide cerita secara bergantian untuk penulisan cerpen maupun novel. Para anggota dan pengurus FPKM yang duduk mengelilingi meja bundar secara bergantian melontarkan ide-ide unik yang saling sambung menyambung sehingga ide tersebut membentuk sebuah cerita utuh sebagai bahan penulisan cerpen atau pun novel. Acara permainan ini sekaligus sebagai upaya untuk melatih proses kreatif dan cara berpikir cepat dalam menghasilkan karya fiksi yang berkualitas.
16 November 2008 - Minggu
Acara bincang santai FPKM kali ini dibawakan oleh Mbak Carolina Neolen. Obrolan ngalor-ngidul seputar sastra dan penulisan ini seperti biasa cukup santai dan berlangsung dengan penuh kekeluargaan diselingi beberapa guyonan.
6 Desember 2008 - Sabtu
Sabtu siang, pukul 11.00 WIB, FPKM diundang ke acara talkshow bedah buku puisinya Mbak Monica Camelia di radio Mas FM. Acara talkshow yang digelar secara live ini sekaligus sebagai acara apresiasi seni sastra khususnya sastra puisi.
12 Desember 2008 - Jumat
Tepat pukul 19.00 WIB di Perpustakaan Kota Malang berlangsung acara dialog dan monolog santai ala Presiden Guyonan, bersama Mas Butet Kertarejasa. Acara ini cukup semarak dihadiri oleh para anggota dan pengurus FPKM, walaupun hujan sedang deras-derasnya mengguyur kota Malang. Maklum, bulan Desember, tiada hari tanpa hujan. Mas Butet Kertarejasa tampil dengan gayanya yang lucu, kocak dan menghibur sehingga banyak diantara para hadirin tertawa geli mendengar celoteh lucu dari Mas yang satu ini.
14 Desember 2008 - Minggu
Pada hari Minggu, 14 Desember 2008, berlangsung acara pertemuan rutin FPKM, dengan acara dialog santai berbagi pengalaman menulis. Pembicaranya saat itu adalah Mbak Vita Priyambada. Dalam kesempatan kali ini, selain berbagi cerita mengenai pengalamannya di dunia kepenulisan, Mbak yang satu ini juga menceritakan pengalamannya panjang lebar saat sedang berkunjung ke Jakarta beberapa waktu yang lalu untuk menghadiri pameran filateli dan sejumlah acara pameran buku.
28 Desember 2008 - Minggu
Hari Minggu siang pukul 11.00 WIB, 28 Desember 2008, bertempat di ruang lobi gedung Perpustakaan Kota Malang, FPKM bekerja sama dengan Perpustakaan Kota Malang, menggelar acara bedah buku “Warrior Sepatu untuk Sahabat” karya tulisan Mas Arie Saptaji, seorang penulis asal Yogya yang berkenan datang khusus ke Malang untuk menjadi pembicara dalam acara bedah bukunya yang berlangsung. Buku novel bergenre teenlit namun bernuansa sederhana ini memang lain daripada yang lain. Dengan mengangkat isyu sosial dan realitas kehidupan rakyat kecil, buku novel remaja ini cukup menarik untuk dibaca. Acara bedah buku ini pun berlangsung cukup meriah dan semarak oleh berbagai tanggapan dan pertanyaan yang datang dari para pengunjung acara bedah buku ini.
UNDANGAN
Buongiorno! Kami mengundang teman-teman semua untuk
menghadiri acara peluncuran buku
Ciao Italia!: Catatan Petualangan Empat Musim
pada tanggal 17 Juni 2008, pukul 2 siang yang bertempat di
Institut Kebudayaan Italia:
Jl. HOS Cokroaminoto 117, Menteng-Jakarta Pusat
(depan Izzi Pizza Menteng)
Pembicara:
- Gama Harjono (Penulis Ciao Italia!)
- Pembicara tamu
Acara akan diisi dengan bedah buku dan presentasi mahasiswa
Indonesia tentang pengalaman selama kuliah di Italia.
NB: Dapatkan penawaran khusus pada saat launching, diskon 20%, bagi yang berminat
mendapatkan buku Ciao ITALIA!
*** *** ***
Ciao Italia: Catatan Petualangan Empat Musim
Penulis: Gama Harjono
Penerbit: Gagasmedia, 2008
Apakah berkeliling Eropa salah satu impianmu? Atau bersekolah di luar negeri dan bergaul dengan teman-teman baru yang selalu haus petualangan? Buku ini mengajakmu untuk melewati ruang-ruang kelas universitas di Italia, galeri seni ternama, sampai pesta-pesta mahasiswa Eropa yang seru.
“Ciao Italia” akan membawamu menikmati tempat-tempat di pelosok Mediterania, mulai dari kota metropolis berusia lebih dari dua milenium hingga desa terpencil yang menyimpan banyak harta karun seni dan kejutan tak terduga (buktikan dengan foto-fotonya yang fantastis). Plus tip backpacking ekonomis: mendapat akomodasi gratis di Eropa, mencari tiket, hostel dan makanan murah selama perjalanan.
Setiap kisah dan suka-duka saat berusaha mengenal Italia, ditoreh dengan sebuah kejujuran dari seseorang yang akhirnya terlalu mencintai negeri Pasta ini.