Jumat, Agustus 01, 2008

CATATAN KEGIATAN FPKM TAHUN KE-2

1 - 7 Januari 2008
Acara pameran buku Islam digelar di halaman Perpustakaan Kota Malang dan dimeriahkan oleh begitu banyak penerbit. Buku-buku yang dipamerkan cukup beragam dan sangat menarik, apalagi obral dan diskon yang ditawarkan cukup menggiurkan. Mulai dari obral buku seharga lima ribuan hingga yang lima belas ribuan. Padahal yang dipamerkan di sini adalah buku-buku bermutu dan best seller. Tentu saja ajang pameran yang seperti ini senantiasa menyedot banyak perhatian, terbukti dari jumlah pengunjung yang membanjiri area pameran setiap harinya. Hal ini menjadi tolok ukur tentang bagaimana sebuah budaya membaca telah mulai mendarahdaging di kalangan warga kota Malang.

13 Januari 2008 - Minggu
Bedah novel "Noli Me Tangere" (bahasa tagalog/Filipina = jangan sentuh aku) karya Jose Rizal dengan pembicara Trias Pratiwi cukup menarik. Jose Rizal dikenal sebagai seorang penulis dan pejuang HAM Filipina yang sekaligus pahlawan nasional Filipina dalam memberontak terhadap bangsa Spanyol sebagai kaum penjajah yang saat itu memakai tameng pihak gereja demi mengukuhkan kekuasaannya di tanah jajahan.
Karya besar buku Noli Me Tangere merupakan sebuah pengungkapan fakta kelam di masa lalu tentang kekejaman sebuah doktrin agama yang disalahgunakan sebagai alat pengukuhan penjajahan bangsa Spanyol di Filipina untuk menindas rakyat sekaligus kemanusiaan.
Trias Pratiwi berhasil mengangkat isu kemanusiaan di balik penulisan karya besar Jose Rizal ini. Bedah buku ini dihadiri oleh segenap anggota dan pengurus FPKM yang turut prihatin bahwa sudah sejak lama doktrin agama di berbagai peradaban bangsa di berbagai belahan bumi ini sering kali disalahgunakan demi pembenaran sebuah upaya penindasan dan penjajahan oleh suatu bangsa terhadap bangsa lainnya atau suatu golongan terhadap golongan lainnya.
Dalam sejarah manusia sejak ribuan tahun lalu, sering kali agama disalahgunakan dan disalahartikan untuk membenarkan tindak kekejian pembunuhan terhadap sesama manusia. Untuk itulah demi alasan kemanusiaan, sudah seharusnya umat manusia belajar bersikap toleran terhadap agama dan kepercayaan yang berbeda-beda.
Sesungguhnya ajaran Tuhan dalam agama mana pun adalah supaya saling mencintai dan kasih terhadap sesama umat manusia dan menerima segala perbedaannya demi kemanusiaan dan majunya peradaban, dan bukannya demi menebar bibit kebencian, permusuhan atau pun keangkaramurkaan yang pada akhirnya akan mengarah kepada kehancuran peradaban.
Itulah intisari hikmah yang dapat dipetik dari bedah buku "Noli Me Tangere" karya Jose Rizal - seorang pejuang HAM dan sekaligus penulis dari Filipina yang akhirnya konon harus mati di tiang gantungan demi sebuah upaya kemanusiaan mengungkap ketidakadilan penjajahan bangsa Spanyol di Filipina yang menyalahgunakan ajaran agama demi mencapai tujuan-tujuannya.

27 Januari 2008 - Minggu
Bedah buku novel reliji "Vita Brevis - Pengakuan" karya Jostein Gaarder oleh Carolina Neolen sebagai pembicara. Mengungkap bagaimana manusia ternyata senantiasa membutuhkan pengakuan dari sesamanya demi rasa percaya diri dan eksistensinya dalam menjalani kehidupan dan dalam berinteraksi sosial kemasyarakatan. Bagaimana dosa masa lalu dapat demikian menghantui kehidupan seseorang, bahkan terhadap seorang pemuka agama yang dihormati. Bayangan dosa dapat demikian menyiksa batin dan membawa seseorang pada penyesalan tanpa akhir yang akhirnya membawa penderitaan dan kematian. Pengakuan sesama manusia dan pemaafan diri setidaknya bisa menjadi obat untuk melupakan dosa masa lalu dan memulai lembaran baru kehidupan yang lebih baik dan lebih bijak.
Mungkin itulah hikmah yang dapat dipetik dari buku yang berjudul "Vita Brevis" ini. Bedah buku novel ini dihadiri oleh para anggota dan pengurus Forum Penulis Kota Malang yang pada kesempatan tersebut banyak berdiskusi mengenai pro dan kontra pentingnya sebuah pengakuan dari sesama manusia demi rasa percaya diri dan juga demi bertumbuhnya semangat untuk terus berkarya dan berkreasi dalam setiap aspek kehidupan.
Sebenarnya pengakuan atas diri seseorang akan muncul bilamana orang yang bersangkutan mau untuk memperbaiki kualitas dirinya sendiri dengan aktif untuk berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang atau setidaknya bagi orang lain. Bila hal itu dilakukan, maka akan dengan sendirinya pengakuan tersebut akan diberikan padanya. Bukankah setiap pribadi manusia adalah unik dan setiap orang pasti mempunyai kelebihan di bidangnya masing-masing. Kelebihan tersebut sebaiknya terus dilatih dan dipupuk sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang berguna bagi orang lain. Seseorang akan dikenang sepanjang sejarah bilamana ia berhasil memberikan manfaat dan kebajikan bagi masyarakat di sekitarnya atau bahkan bagi seluruh umat manusia.
Sebagai penulis, tentu saja seharusnya kita menyadari akan hal itu. Sebagai penulis, kita akan selalu dikenang dari karya-karya tulisan kita, lebih-lebih bilamana tulisan itu bisa mendatangkan manfaat dan hikmah bagi orang yang membaca tulisan kita.

1 Februari 2008 - Jumat
FPKM menghadiri acara pameran buku Gramedia Book Fair yang diselenggarakan di Plasa Araya - kota Malang. Sebuah pameran buku fenomenal di awal tahun 2008 yang diprakarsai oleh Toko Buku Gramedia terbukti telah banyak menyita perhatian masyarakat kota Malang. Pameran dan obral buku terbesar yang digelar sejak 1 Februari hingga 17 Februari 2008 bertempat di Plasa Araya kota Malang ini memamerkan begitu banyak koleksi buku terbitan Gramedia dengan harga yang sangat fantastis. Diskon harga yang diberikan benar-benar menggiurkan para pengunjung pameran yang senantiasa memadati pameran buku ini. Bukan Gramedia kalau tidak semeriah ini. Pameran buku dengan koleksi lengkap buku-buku bermutu ini mengundang perhatian masyarakat kota Malang mulai dari kalangan anak-anak, remaja dan dewasa. Tidaklah mengherankan karena buku-buku yang dipamerkan adalah buku-buku bermutu mulai dari buku cerita anak, novel remaja, novel dewasa, buku hobi, aneka majalah, aneka alat tulis lengkap, buku ilmiah, buku pengetahuan, buku tanaman hias, dan banyak lagi. Bahkan terdapat juga aneka buku tips, aneka tabloid dan juga komik yang jumlah dan variasinya benar-benar memukau para pengunjung pameran ini. Toko Buku Gramedia di kota Malang memang tidak hanya menggelar obral diskon di kala pameran saja, namun di hari biasa pun, toko buku favorit warga kota Malang ini juga senantiasa memberikan potongan harga yang cukup menarik setiap harinya. Mulai dari obral aneka majalah hingga obral buku-buku best seller. Tak kenal maka tak sayang, mungkin itulah sebutan yang paling tepat bagi toko buku yang satu ini, karena tak bosan-bosannya selalu memberikan kejutan bagi masyarakat pecinta buku di kota Malang.

10 Februari 2008 - Minggu
Pertemuan rutin kali ini berlangsung meriah dan cukup akrab. Bedah buku karya Franz Kafka yang berjudul “The Metamorphosis” yang diselenggarakan oleh Forum Penulis Kota Malang pada tanggal 10 Februari 2008 di area lobi gedung Perpustakaan Kota Malang berlangsung cukup meriah. Dengan narasumber yaitu Mbak Nasti Mudita - seorang pecinta buku sekaligus penulis yang saat ini sedang menuntut ilmu di Australia, acara ini terasa hidup oleh diskusi dan tanya jawab seputar karya-karya besar Franz Kafka, penulis berkebangsaan Austria yang telah banyak menelorkan beberapa buku novel beraliran absurditas. Tidak hanya Mbak Nasti Mudita yang jauh-jauh datang dari Australia demi menyempatkan diri membedah buku karya Franz Kafka, acara bedah buku ini selain dihadiri oleh para penulis kota Malang, juga dihadiri pula oleh Wawan Eko Yulianto – penterjemah beberapa buku yang karya terjemahannya sempat diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dan beberapa penerbit besar lainnya.
Dalam acara bedah buku ini juga sempat disinggung mengenai tulisan resensi Wawan Eko Yulianto yang sempat dibajak habis-habisan oleh seorang dan sempat lolos terbit dalam sebuah surat kabar nasional. Kejadian ini sempat menghebohkan beberapa milis di internet. Protes tidak hanya dilontarkan oleh beberapa penulis asal kota Malang sebagai wujud solidaritas terhadap Wawan Eko Yulianto, namun juga banyak dikemukakan oleh milis komunitas penulis buku di Yogya, Jakarta dan Surabaya. Beberapa milis seperti komunitas Pasar Buku, milis Apresiasi Sastra dan juga milis Forum Penulis Kota Malang sempat ramai oleh tulisan-tulisan bernada protes terhadap fenomena bajak-membajak ini. Wabah pembajakan sinopsis seperti ini mulai marak. Para pembajak biasanya tinggal menyalin karya tulisan sinopsis mengenai buku-buku baru dari internet, terutama blog-blog pribadi para penulis maupun dari blog suatu komunitas penulis di internet. Dalam hal ini rupanya sang pembajak sempat menyalin sinopsis buku novel yang berjudul “Turquoise” yang dipublikasikan dalam blog milik Wawan Eko Yulianto maupun di blog Forum Penulis Kota Malang di http://klipingfpkm.multiply.com dan berhasil lolos terpublikasi secara luas di sebuah surat kabar nasional. Sang pembajak mengganti nama penulis sinopsis asli buku tersebut dengan nama dirinya seakan-akan sinopsis itu adalah hasil tulisannya sendiri. Tampaknya sang pembajak ini bukan kali ini saja berhasil mengelabui media massa, namun sudah berulang kali dan setiap kali melakukan aksinya selalu disertai permintaan maaf kepada yang naskah tulisannya dibajak, namun di kemudian hari ia kerap kali mengulangi perbuatannya dengan selalu meminta maaf dan meminta maaf lagi. Tampaknya budaya minta maaf seakan dijadikan senjata agar si pelaku untuk lolos dari etika moral dan tuntutan hukum. Padahal kalau diamati, sang pembajak ini bahkan pernah menulis endorsement di kaver belakang buku novel “Turquoise” . Kalau sudah begini, siapa yang patut disalahkan, sang pembajak ataukah si penulis resensi buku yang memampang karya tulisannya di blog pribadi. Tampaknya masalah bajak membajak seakan semakin menjadi tren di dunia tulis-menulis negeri ini. Sungguh sebuah fenomena yang memprihatinkan!

15 Februari 2008 - Jumat
FPKM diundang oleh Mas Liga Alam, salah satu pengurus FPKM yang juga editor buku tulisan Pak Walikota Malang. Pada tanggal 15 Februari 2008, walikota Malang, Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP meluncurkan buku hasil tulisannya. Buku terbaru hasil tulisan beliau ini berjudul “Paradigma & Implementasi Pelayanan Publik – Sumbangan Pemikiran Untuk Meningkatkan Pelayanan Publik Menuju Good Governance”. Buku setebal 90 halaman ini yang terdiri dari 5 bab ini diterbitkan oleh Penerbit Kanisius, Yogyakarta dan sempat mendapat tanggapan positif dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, mengingat selama ini belum ada buku yang mengupas mengenai pelayanan publik secara baik. Buku ini juga mendapat dukungan serta pujian dari Bpk. Drs. H. Soekarwo, SH, M.Hum, (sekretaris daerah propinsi Jawa Timur) yang selain memberikan kata pengantar dalam buku ini, juga turut hadir saat peluncuran buku ini pada tanggal 15 Februari 2008 lalu di studio Mahameru TV, kota Malang. Pada acara peluncuran buku tersebut juga dibagikan buku “Paradigma & Implementasi Pelayanan Publik – Sumbangan Pemikiran Untuk Meningkatkan Pelayanan Publik Menuju Good Governance” secara gratis kepada para undangan dan wartawan. Buku ini rencananya akan segera beredar di seluruh Indonesia sehingga bisa dibaca oleh semua orang, dan sudah mulai bisa diperoleh di toko-toko buku terdekat di kota Anda. Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP yang juga peminat budaya, filsafat serta pelestarian lingkungan hidup ini sampai detik ini terbukti telah berhasil menulis sekian banyak judul buku. Beberapa diantara bukunya berjudul “Wasiat Mpu Tantular, Kumpulan Catatan Budaya” (2006), “Di Balik Ramalan Joyoboyo” (2006), “Mari Menanam & Merawat – Konsep Penghijauan Massal” (2007), “Sekolah Seribu Bunga – Konsep Gerakan Penghijauan di Sekolah” (2007), serta gagasannya perihal menyambut tantangan global yang tertuang dalam bukunya yang berjudul “The Rise of The New Tumapel” (2007). Pecinta budaya Jawa yang menguasai bahasa Sansekerta dan bahasa Inggris secara baik ini memang gemar menulis. Beliau juga sering menulis untuk buletin dan majalah pariwisata kota Malang serta beberapa majalah pemerintahan di lingkungan kotamadya Malang. Editor buku-buku beliau, Mas Liga Alam, yang juga merupakan salah satu pengurus Forum Penulis Kota Malang sempat berkomentar bahwa bagi Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP, tiada hari tanpa membaca dan menulis. “Bahkan beliau sendiri sering menyempatkan diri untuk membalas email-email yang masuk dari masyarakat kota Malang demi meningkatkan pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat,” demikian menurut penuturannya.

17 Februari 2008 - Minggu
Minggu malam, FPKM diundang oleh Forum Pelangi pimpinan novelis Ratna Indraswari untuk hadir di rumah beliau, "Rumah Budaya Ratna Indraswari" yang terletak di jalan Diponegoro 3, kota Malang. Pada hari Minggu tepatnya pada tanggal 17 Februari 2008, komunitas penulis dan seniman “Forum Pelangi” menyelenggarakan acara bedah buku Otobiografi Saut Situmorang, seorang penyair yang beraliran paham intertekstualisme, sebuah aliran baru dalam jagat sastra dan puisi. Buku “Otobiografi Saut Situmorang” yang tebalnya 282 halaman dan diterbitkan oleh penerbit SIC - Yogyakarta pada tahun 2007 ini, merupakan kumpulan karya puisi terbaik dengan berbagai tema, mulai yang bertema cinta, kehidupan sosial maupun yang bertema politik. Acara yang bertempat di “Rumah Budaya - Ratna Indraswari Ibrahim” di kota Malang ini terbukti berjalan sukses. Acara didahului dengan kata sambutan dari penulis sekaligus penyair, Saut Situmorang, kemudian dilanjutkan dengan acara nonton bareng rekaman video dokumentasi pementasan puisi karya Saut Situmorang saat sedang berada di Australia, dan beberapa karyanya yang lain seperti puisi keprihatinannya atas gempa Yogyakarta serta proses kreatif penulisan puisi dan esainya. Setelah itu barulah acara inti yaitu bedah buku dan pembacaan puisi segera dimulai dan mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari para hadirin. Dengan begitu besarnya antusiasme seniman dan penulis kota Malang, acara yang digelar sejak pukul 19.00 WIB ini baru berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Para tamu yang hadir dalam acara bedah buku yang berlangsung santai dan penuh kekeluargaan ini sebagian besar adalah para anggota dan pengurus sejumlah komunitas penulis dan pecinta seni kota Malang, dosen dan guru bahasa Indonesia, para penyair kota Malang, serta tak ketinggalan pula beberapa wartawan dari sejumlah media surat kabar dan majalah serta para aktivis pers kampus yang ada di kota Malang.

18 Februari 2008 - Senin

Sebuah event kegiatan seni kembali diadakan di kota Malang. Kali ini adalah dengan adanya pameran tunggal seni fotografi karya TP Sasongko yang mengambil tema “Kegalauan di Ambang Batas Ruang & Waktu” yang diselenggarakan pada tanggal 18 Februari 2008 dengan bertempat di ruang galeri seni Ken Arok – Gedung Perpustakaan Kota Malang. Acara ini terbukti menyedot pengunjung, karena begitu besarnya apresiasi seni dan antusiasme warga kota Malang. Hadir pula dalam acara ini, beberapa kalangan seniman, penikmat seni, para penulis, wartawan dan tokoh masyarakat kota Malang.

22 Februari 2008 - Jumat
FPKM baru tahu kalau Bank BTPN ternyata punya perhatian yang cukup besar terhadap dunia pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan acara sosialnya menyumbang buku pada perpustakaan kota Malang. Acara sosial ini sebenarnya dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT BTPN yang ke-50. Dalam rangka menyambut ulang tahun Bank Tabungan Pensiunan Nasional (Bank BTPN) yang ke-50 yang jatuh pada tanggal 22 Februari 2008, Bank BTPN turut berpartisipasi dalam menyumbang puluhan buku pengetahuan dan pendidikan pada Perpustakaan Umum Kota Malang. Tema gerakan menyumbang buku ini adalah “BTPN Peduli Pendidikan”. Tampaknya niat baik dan perhatian Bank BTPN cabang kota Malang ini pada dunia pendidikan, disambut dengan baik oleh pihak Perpustakaan Umum Kota Malang yang saat ini telah mempunyai koleksi lebih dari 100.000 buku. Bank BTPN juga turut pula berpartisipasi dalam gerakan kebersihan kota Malang, terbukti sebelum dimulainya acara menyumbangkan buku ini, bank nasional yang genap berumur lima puluh tahun ini, pagi harinya sempat mengerahkan segenap karyawan dan pimpinannya untuk memunguti sampah dan membersihkan area pasar besar kota Malang. Acara bersih-bersih ini juga disambut baik oleh Walikota Malang, Drs. Peni Suprapto yang turut hadir dalam acara bersih-bersih pasar besar di kota Malang ini. Memang sejak dahulu, titik berat perhatian pemerintah kotamadya Malang maupun kalangan ekonom kota itu lebih kepada pembangunan sumberdaya manusia yang diwujudkan dalam peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat serta pelestarian lingkungan dan kebersihan. Salut pada Bank BTPN! Selamat hari jadi yang ke-50.

23 Februari 2008 - Sabtu
Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 WIB FPKM menghadiri acara bedah buku di MAN 3, Malang yang membedah buku biografi Edgar Allan Poe. Edgar Allan Poe yang terkenal dengan karya-karya sastra kanon tulisannya itu begitu fenomenal bahkan hingga kini. Sebagian besar karyanya yang mengupas ketegangan (thriller) itu cukup mengasyikkan untuk dibaca. Buku Biografi Biografi Edgar Allan Poe, sepertinya sebagai pengobat kerinduan para pecinta karya-karyanya. Dengan bertempat di Madrasah Aliyah Negeri Malang (MAN 3), acara yang cukup dibanjiri pengunjung ini berlangsung seru. Apalagi dihadiri pula oleh perwakilan dari pihak penerbit Interlude Yogyakarta yang menerbitkan buku ini sebagai nara sumber, dan juga pembahasan buku yang cukup apik oleh guru pengajar MAN 3. Acara yang disponsori oleh toko buku Poestaka Rakjat (baca: Pustaka Rakyat) ini mencoba menggugah minat baca warga kota Malang agar lebih perhatian pada karya-karya besar dan buku-buku yang mengulas pengalaman penulis besar seperti ini. Minat baca para pelajar maupun warga kota Malang memang tidak boleh dipandang sebelah mata, terbukti setiap acara bedah buku yang diselenggarakan di kota Malang selalu mendapat perhatian dari para pelajar maupun warga masyarakat kota Malang. Pada tanggal 23 Februari 2008 siang hari pukul 14.00 WIB, penulis novel Habiburrahman El Shirazy dan Boim Lebon (Penulis novel cerita remaja LUPUS) mengadakan acara jumpa fans dan konferensi pers sehubungan dengan tur promosi buku sekaligus acara bedah buku “Ayat-Ayat Cinta”. Acara fenomenal ini digelar di area lobi gedung perpustakaan kota Malang. Dalam acara tersebut sempat disinggung pula tentang kiat-kiat menulis novel yang baik serta ajakan pada para generasi muda kota Malang untuk tetap kreatif menulis. Keesokan harinya, tepatnya pada tanggal 24 Februari 2008, kedua penulis ini menghadiri acara talk show/dialog bertema “Remaja Muslim Jatuh Cinta – Asyik Bangets” serta bedah buku novel karya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul “Ayat-Ayat Cinta” dan “Ketika Cinta Bertasbih”. Acara yang bertempat di Gedung Aula Skodam Brawijaya – Malang, ini dipadati pengunjung yang sebagian besar merupakan pelajar dan kawula muda kota Malang. Acara yang diprakarsai oleh OSIS SMAN 3 Malang serta komunitas penulis Forum Lingkar Pena cabang Malang ini terbuka untuk umum secara gratis bagi pengguna kartu prabayar Indosat. Untuk memeriahkan acara talkshow ini juga diselenggarakan lomba menulis resensi atau sinopsis novel bertema Islami. Tak ketinggalan disisipkan pula beberapa tips menulis dan cerita pengalaman kedua penulis buku ini terutama mengenai proses kreatif mereka dalam menghasilkan karya. Buku novel “Ayat-Ayat Cinta” dan “Ketika Cinta Bertasbih” saat ini sudah bisa diperoleh di toko buku Gramedia maupun toko-toko buku yang lain di kota Anda.

24 Februari 2008 - Minggu
Rapat pertemuan rutin FPKM yang digelar pada hari Minggu 24 Februari 2008 pukul 10.00 WIB membedah buku novel karya Mbak Wahyu Indah yang segera akan terbit di bulan April 2008. Acara bedah naskah buku novel karya salah satu anggota FPKM yaitu, Wahyu Indah Retnowati ini cukup menarik. Penulis novel yang juga merupakan penulis ide cerita sekaligus penulis skenario sinetron ini memang terbilang cukup aktif dalam setiap kegiatan tulis menulis. Buku novel karyanya yang rencananya akan segera beredar dalam waktu dekat di toko-toko buku di seluruh Indonesia ini berjudul “Aduh, Kawat Gigi”. Buku novel yang gaya penceritaannya cukup unik ini mengangkat topik kawat gigi yang menjadi sumber dari segala permasalahan dan timbulnya cerita maupun konflik dalam novel remaja ini. Sebenarnya judul awal novel ini adalah “Secret Love Lily”, namun akhirnya judul itu diganti oleh sang penulis dengan pertimbangan bahwa semua alur cerita dalam novel ini diawali oleh kawat gigi Lily, sehingga judulnya pun kemudian diubah menjadi “Aduh, Kawat Gigi”. Dikisahkan, seorang tokoh utama cerita yang bernama Lily yang mempunyai masalah dengan kepercayaan diri (minder), menjadi seorang pribadi yang semakin tertutup saat mendapatkan perawatan gigi yang mengharuskan dirinya memakai kawat gigi. Bahkan tokoh Lily dalam cerita ini akhirnya memutuskan pindah ke kota Malang akibat rasa percaya dirinya yang sangat kurang dalam pergaulannya di kota asal (Bandung). Di kota Malang inilah Lily akhirnya memperoleh kembali kepercayaan dirinya saat ia memperoleh seorang pacar yang benar-benar mencintainya. Akankah cintanya berlanjut atau kandas akibat kawat giginya, dan benarkah kematian sang nenek disebabkan juga oleh kawat gigi Lily? Untuk mengetahui lebih lanjut cerita unik ini, sebaiknya Anda membaca sendiri kisah Lily dalam buku novel yang berjudul “Aduh, Kawat Gigi”. Buku novel dengan genre teenlit yang diterbitkan oleh Penerbit Citra Media Jakarta ini mungkin baru akan diluncurkan sekitar bulan April 2008, dan bisa diperoleh di Toko Buku Gramedia maupun di toko-toko buku terdekat di kota Anda. Sore harinya FPKM kembali menghadiri acara bedah buku dan jumpa fans penulis buku novel remaja, Boim Lebon di toko buku Gramedia Malang. Atas undangan dari Forum Lingkar Pena, FPKM tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Toko Buku Gramedia jalan Basuki Rahmad kota Malang, dipadati pengunjung yang ingin sekedar menyaksikan penulis kenamaan Boim Lebon yang sudah banyak menulis karya novel remaja, seperti serial Lupus (terbitan PT. Gramedia Pustaka Utama) dan juga buku novel remaja terbarunya yang berjudul “Badman: Bidin!” yang diterbitkan oleh PT. Lingkar Pena Kreativa. Acara jumpa fans dan promosi buku-buku novel terbaru karya Boim Lebon begitu meriah dengan aneka games, kuis dan juga tanya jawab santai antara penulis buku novel remaja ini dengan para pengunjung Toko Buku Gramedia yang begitu antusias ingin berpartisipasi memeriahkan acara ini. Bahkan beberapa pengunjung banyak yang mengaku jauh-jauh datang dari kota lain, hanya untuk menyempatkan menonton dari dekat presentasi penulis novel Boim Lebon seputar karya-karyanya maupun diskusi seputar dunia kepenulisan dan sastra novel remaja. Sehari sebelumnya, Boim Lebon bahkan juga sempat mengunjungi kota Pasuruan, Jawa Timur, untuk mempromosikan buku novelnya sambil menghadiri peresmian berdirinya komunitas Forum Lingkar Pena Cabang Kota Pasuruan. Antusiasme pengunjung di kota Pasuruan tampaknya begitu besar, sehingga rupanya masih kurang puas ingin berdialog lebih banyak dengan penulis ini. Bahkan banyak para pecinta buku yang ada di kota Pasuruan akhirnya rela jauh-jauh menempuh perjalanan menuju kota Malang untuk sekedar mengikuti kelanjutan tur promosi buku penulis novel remaja yang juga sekaligus aktivis komunitas Forum Lingkar Pena ini. Penulis novel remaja yang saat ini bekerja di salah sebuah televisi swasta nasional di Jakarta ini dengan gayanya yang santai dan kocak banyak mengocok perut para pengunjung Toko Buku Gramedia dengan guyonan-guyonannya yang khas. Tak lupa ada pula acara pembagian hadiah door prize berupa buku-buku novel karya Boim Lebon serta beberapa buah edisi terbaru Tabloid Gaul kepada para pengunjung yang berpartisipasi dalam acara games maupun tanya jawab. Saat acara jumpa penggemar di Toko Buku Gramedia ini selesai sekitar pukul 16.30 WIB, acara jumpa penggemar ternyata masih diteruskan lagi dengan dialog santai yang bertempat di lobi Hotel Regents. Dalam acara dialog santai bersama Boim Lebon ini, dihadiri oleh para antusias sastra, para penulis, dan terutama para anggota dan pengurus komunitas penulis Forum Lingkar Pena cabang Malang serta beberapa anggota dari komunitas penulis di kota Malang yang dengan antusias senantiasa mengikuti jalannya acara. Buku-buku karya Boim Lebon bisa diperoleh dengan mudah di Toko Buku Gramedia maupun toko-toko buku terdekat. Malam harinya FPKM kembali menghadiri pertemuan di rumah Mbak Ratna Indraswari. Kali ini acara yang digelar adalah peluncuran buku kumpulan puisi. Rumah Budaya Ratna Indraswari Ibrahim yang terletak di Jalan Diponegoro 3 kota Malang, kembali meriah oleh acara peluncuran buku “Kemarin Lusa Sampai Besok Lusa – Antologi Sastra Pelajar” yang diterbitkan oleh SMAK St. Albertus (SMA Dempo) bekerja sama dengan Penerbit Pustaka Kayu Tangan yang dimotori oleh penulis novel legendaris Ratna Indraswari Ibrahim. Acara peluncuran buku yang bertempat di kediaman Mbak Ratna Indraswari Ibrahim ini diselenggarakan pada tanggal 24 Februari 2008 sejak pukul 18.00 WIB ini berlangsung semarak hingga larut malam. Turut hadir pula dalam acara peluncuran buku ini, Romo Paulus Waris, O. Carm. (Pjs. Kepsek Dempo). Sebagai pengulas maupun moderator dalam acara peluncuran buku ini adalah Doniq Pr, seorang cerpenis kota Malang yang juga adalah seorang penterjemah.
Hadir pula dalam acara ini, berbagai komunitas penulis yang ada di kota Malang, para praktisi sastra dan budaya kota Malang serta para seniman yang tak mau ketinggalan untuk mengikuti acara peluncuran buku kumpulan puisi karya pelajar ini.

6 Maret 2008 - Kamis
Hampir tengah malam, Mbak Wahyu Indah - salah seorang pengurus sekaligus anggota Forum Penulis Kota Malang mengirim sms kepadaku (Haryo). Isinya sebuah kabar yang menyenangkan. Ide cerita tulisan Mbak Wahyu Indah dijadikan sebuah sinetron yang ditayangkan di SCTV pada hari itu, 6 Maret 2008, pkl. 22.45 WIB. Wah, salut! Kabar ini membuat teman-teman penulis di kota Malang pada ngiri dan ujung-ujungnya memotivasi mereka untuk lebih produktif dan berperan aktif dalam menulis serta menghasilkan karya-karya berbobot. Esok harinya, milis FPKM yang beralamat di http://groups.yahoo.com/group/forum_penulis_kota_malang langsung dibanjiri komentar dan pujian atas kreativitas Mbak Indah. Kalau sudah begini, nama komunitas ini kan juga akan numpang beken di jagat tulis menulis. Bagi teman-teman yang lain, jangan mau kalah, terus saja berkarya dan mencari peluang dalam hal tulis menulis agar nama kalian bisa dikenal di seluruh nusantara berkat karya-karya kalian!

9 Maret 2008 - Minggu
Pertemuan rutin FPKM! Kali ini agenda acaranya yaitu bedah karya cerpen tulisan Puput (Gusti Aisyah Putri) yang berjudul "Lampu Jalan". Hari ini banyak sekali yang datang, termasuk wajah-wajah baru. Ya, memang ada beberapa anggota baru FPKM. Ada yang mengenal komunitas ini lewat internet, dan ada pula yang mengenalnya saat acara jumpa fans penulis di toko buku Gramedia beberapa saat yang lalu. Acara baru berakhir sore hari, dengan suguhan keripik singkong dan obrolan enak antar para anggota dan pengurus.

19 Maret 2008 - Rabu
Ada seminar kepenulisan gratis! Temanya "Mengarang itu Gampang". Acara ini diselenggarakan di gedung PPI Universitas Brawijaya Malang, dan komunitas FPKM tidak melewatkan acara berharga ini. Teman-teman berbondong-bondong datang demi menyaksikan penulis-penulis ternama sekaliber Arswendo Atmowiloto, Andrea Hirata dan Ratna Indraswari yang menjadi pembicara dalam seminar ini. Pokoknya, seru. Rugi banget kalau nggak hadir!
Malamnya acara serupa kembali digelar di gedung perpustakaan kota Malang. Bagi yang belum sempat datang pagi harinya, kesempatan masih terbuka pada malam hari ini untuk mendengarkan bincang santai para penulis Indonesia ini. Teman-teman pun kembali menikmati obrolan santai dan acara kumpul-kumpul di perpustakaan kota Malang.

23 Maret 2008 - Minggu
Pertemuan rutin FPKM lagi! Kali ini pembicaranya adalah Fery Moniagara yang membawa topik bahasan puisi-puisi Alejandra Pizarnik. Maklumlah peminat puisi ini begitu kaya akan pengalaman dan juga ide yang diilhami oleh puisi-puisi Alejandra Pizarnik. Bagi kalian yang belum tau siapa Alejandra Pizarnik, makanya sering-sering ke perpustakaan dan baca buku-buku puisi berbobot yang ada di sana!

13 April 2008 - Minggu
Pertemuan rutin FPKM kali ini membahas naskah skenario film buah karya Mas Jamsari (ZamZam) yang bertema cerita sosial di balik perjuangan seorang wanita yang bekerja keras membanting tulang demi pendidikan sekolah putranya. Sebuah tema cerita yang cukup menarik di kala begitu banyaknya cerita roman picisan yang banyak beredar akhir-akhir ini baik dalam bentuk cerita sinetron hingga novel-novel klise mengenai romantisme usang. Naskah cerita yang masih dalam bentuk draft ini mencoba menyuguhkan sesuatu yang lain, sebuah kenyataan pahit yang mungkin selama ini ditutup-tutupi dengan khayalan indah kehidupan mewah yang jauh dari kenyataan hidup masyarakat negeri ini.
Mas Jamsari yang cukup jeli dalam menyoroti aspek kehidupan sosial masyarakat miskin di desa nelayan, patut diajungi jempol karena berani untuk mengangkat ide cerita yang tak lazim ini dalam bentuk naskah skenario film. Para hadirin dalam acara bedah naskah skenario sinetron ini yang diselenggarakan oleh FPKM ini tampak cukup antusias menanggapi materi diskusi yang dibawakan secara baik oleh Mas Jamsari. Acara diskusi lesehan santai ini baru berakhir siang hari, walau masih dijumpai beberapa anggota dan pengurus FPKM yang melanjutkan obrolan mengenai berbagai hal.

27 April 2008 - Minggu
Forum Penulis Kota Malang kembali mengadakan acara bedah buku sebagai salah satu acara pertemuan rutin dua mingguannya. Kali ini buku yang dibedah adalah buku berjudul "Harafisi" karya Naguib Mahfouz, dengan pembicara Santi Octavia. Acara bedah buku ini diselenggarakan pada hari Minggu pagi, 27 April 2008 bertempat di gedung perpustakaan kota Malang. Acara diskusi ini digelar cukup santai dengan lesehan dan temu akrab rutin para anggota komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang. Dalam acara ini dibahas pula beragam topik menarik mulai dari info kepenulisan hingga tukar-menukar alamat pos elektronik dan juga alamat redaksi penerbit buku dan majalah, maupun informasi mengenai berbagai event kegiatan lomba menulis dan berbagai informasi lain mengenai peluang menulis.

4 Mei 2008 - Minggu
Pada tanggal 4 Mei 2008, Forum Penulis Kota Malang mengadakan acara diskusi sastra dan bedah cerita pendek “Seorang Buta dan Lima Sosok Lainnya” karya David Ardy di Gedung Perpustakaan Kota Malang. Acara diskusi yang bernuansa santai dengan lesehan ini, dihadiri oleh para peminat sastra, seniman, penulis, dan kritikus seni di kota Malang. Dalam acara ini pula banyak dibicarakan mengenai beberapa kekurangan maupun kelebihan karya-karya sastra Indonesia, dan juga tukar menukar pengalaman dalam menulis sebuah karya cerita pendek sehingga bisa menjadi sebuah karya yang berbobot dan berkualitas.

10 Mei 2008 - Sabtu
Festival buku "Malang Membaca". Hari ini pembukaan pameran buku di perpustakaan umum kota Malang, 10 - 20 Mei 2008. Tahun lalu, FPKM jualan buku, sekarang coba-coba buka stand warung kopi di area pameran. Karena belum pernah buka warung kopi, tester kopi sampai 6 gelas! Inilah kehidupan nyata sekaligus belajar bisnis. Lutfi dan Mbak Vita jaga pagi, Carolina Neolen dan Riska jaga sore. Ruame puool...Stand FPKM sampek nggak muat karena anggotanya kumpul di dalam stand (sambil ngerumpi)!
Jam 12 siang ada bedah buku tulisannya Agus Mustofa & Taufik Djafri yang berjudul "Bulir-Bulir Kasih". Pengunjung berjubel memadati tempat duduk ingin mengikuti acara bedah buku. Sebagian besar nggak kebagian tempat duduk sehingga banyak yang rela berdiri. Baru saja selesai acara ini, kemudian dilanjutkan dengan acara talkshow bersama penulis buku JAKARTA UNDERCOVER yaitu Moeammar Emka, yang diterbitkan oleh penerbit Gagasmedia. Malam harinya ada diskusi kepenulisan alias bengkel penulisan hasil kerja sama panitia pameran dengan Penerbit Agromedia. Antusiasme para penulis di kota Malang cukup tinggi, terbukti banyak yang aktif bertanya pada acara ini. Tak luput ada acara pembagian buku gratis dan tas gratis sebagai hadiah doorprize. Wah, seru lho! Anggota FPKM, Mas Bambang yang aktif ikutan berbagai acara sejak pagi hari, eh ternyata beruntung dapat dua buku gratis plus tas imut dari GagasMedia. Gak boleh ngiri ya...

11 Mei 2008 - Minggu

Tiap pagi, Mbak Vita, Carolina Neolen dan Mbak Lutfi belanja kue untuk bahan jualan di stand warung kopi FPKM. FPKM jualan macam-macam kue, mulai brownies, donat coklat, donat keju, puding busa, kue tok, lumpia, cake, misoa, pizza, pokoknya macam-macam. Tergantung selera yang beli pagi itu sedang ingin kue apa. He..he..keuntungan warung kopi untuk mengisi kas FPKM. Karena kita komunitas sekaligus organisasi non profit, jadinya ya untuk mengisi kas dengan cara memanfaatkan momen pameran seperti ini. Sejak pagi sudah ada tiga lomba untuk pelajar TK hingga SMP. Ada lomba menggambar dan mewarnai yang bertempat di studio Mahameru TV di lantai 3 perpustakaan kota Malang. FPKM dapat tugas ikut membantu pelaksanaan lomba. Siangnya dilanjutkan dengan lomba esai untuk para pelajar tingkat SMP. Menjelang sore hari, pengunjung pameran semakin berjubel karena kabarnya bakal ada Raditya Dika mau datang untuk mengisi acara talk show dan bedah buku. Aula Perpustakaan Kota Malang sampai penuh sesak oleh para ABG baik cewek maupun cowok, dan juga beberapa generasi jadoel (termasuk para pengurus FPKM) yang nggak mau ketinggalan ikutan hadir dalam acara ini. Bener saja, setelah lama ditunggu-tunggu akhirnya Raditya Dika muncul juga dengan gayanya yang kocak dan super narsis. Belum-belum sudah bagi-bagi hadiah dengan melemparkan beberapa t-shirt dan juga goody bag ke arah penonton. Kontan saja para penonton yang sebagian besar cewek histeris pada berebut aneka hadiah yang dilemparkan tadi. Bahkan beberapa ada yang sempat berebut dan tarik-tarikan. Untunglah nggak ada yang sampek jambak-jambakan (tarik tarikan rambut). Lagi-lagi pengurus FPKM beruntung, Mbak Wahyu Indah tahu-tahu berhasil menangkap salah satu hadiah yang dilemparkan oleh si Raditya Dika. Sambil cengar-cengir, t-shirt yang berhasil ditangkap tadi langsung diumpetin ke dalam tas kainnya. Banyak yang protes, tapi cuek aja, karena memang tangan Mbak yang satu ini tergolong cukup panjang dan langsung menyambar t-shirt yang sedang melayang di atas kepalanya. Walhasil, cewek-cewek yang sedang berdiri di belakangnya yang pada menggapai-gapai dengan putus asa ingin meraih itu t-shirt langsung protes. Tapi mau gimana lagi, wong memang sudah rejekinya Mbak Indah, ya harap maklum! Acara pun berjalan terus, Raditya Dika memasang tampang-tampang konyolnya dengan gaya ciri khasnya yang memonyongkan bibir sambil pura-pura mengupil. Wuih, gaya kayak gitu ternyata populer juga, terbukti banyak yang ikut-ikutan. Bahkan ada yang sampek diketawain oleh Si Radit karena tampang anak ini sedikit asimetris. Celoteh Si Radit kadang kala bikin orang agak tersinggung juga, karena dikatakan berwajah asimetris. Ada juga yang diketawain oleh Radit gara-gara ada salah satu pengunjung cowok yang bergaya genit, maka jadilah ia bulan-bulanan guyonan si Radit yang langsung dengan spontan menirukan gaya bencong si cowok. Wah, bener-bener menyinggung perasaan tuh, sampek-sampek si cowok itu merah padam mukanya. Tapi untunglah akhirnya ia kebagian t-shirt sebagai penghibur hati biar nggak tersinggung. He..he.. pinter juga si Raditya mengambil hati para penggemarnya. Acara diakhiri dengan foto-fotoan super heboh dan book signing (menandatangani buku) oleh Si Raditya Dika, setelah sebelumnya penulis yang satu ini memperkenalkan buku terbarunya "BABI NGESOT" dan juga mengemukakan rencananya untuk menggarap beberapa buah komik yang bersumber dari buku-bukunya yang pernah edar. Bahkan kabarnya beberapa buku novelnya itu akan segera difilmkan dengan tokoh utama, siapa lagi kalau bukan Raditya Dika sendiri....Hmmm, dasar narsis...Tapi pinter juga melihat peluang bisnis...Salut buat Raditya Dika dengan gaya kocaknya. Orangnya pun kocak seperti gaya tulisannya!

12 Mei 2008 - Senin
Hampir setiap hari order minuman. Rata-rata 4-5 kerat per hari, belum lagi produk lain. Huah...selain jualan es, Mbak Vita dan teman-teman juga angkat-angkat kerat teh botol yang sudah kosong (maklum jualan kita laku keras). Mondar-mandir ambil botol di meja-meja kafe yang sudah kosong, lalu memasukkan botol minuman ke dalam lemari es pendingin, pokoknya mondar-mandir dan angkat beban (supaya langsing....padahal sudah langsing lho?) Capek deh...
Siang hari menjelang sore, ada diskusi buku "SPMB Bukan Lagi Idola" terbitan BayuMedia dengan pembicara M. Hasyim Ashari. Walau peserta bedah buku ini tidak semeriah kemarin saat acara bedah buku dan talkshownya Raditya Dika, namun tetap saja banyak pengunjung yang memenuhi kursi yang disediakan panitia. Maklum segala yang gratisan pasti laris manis....

13 Mei 2008 - Selasa
Lutfi membawa buah markisa. Banyak yang tidak tahu buah berwarna kuning dan ungu itu. Mbak Vita sih tahu itu buah markisa karena dulu terbiasa beli di pasar ketika masih di Sulawesi. Nggak ada yang mau, akhirnya dimakan sendiri berdua (Mbak Vita dan Lutfi).

14 Mei 2008 - Rabu
Pagi-pagi sales minuman datang antar stok. Hari ini rame banget. Penjualnya sampek puyeng. Lha kok menjelang sore persediaan barang menipis. Malam saat ganti shift jaga (saat Mbak Vita mampir), stok minuman nyaris kosong. Kue habis. Apa lagi yang dijual (saking larisnya...laris manis tanjung kimpul).

15 Mei 2008 - Kamis
Tiap hari teman-teman bawa bekal dari rumah. Tetangga sebelah kiri kafe jualan kita, eh jualan nasi goreng, lalu di sebelahnya lagi jualan tempura dan sejenisnya, aromanya mampir di hidung, bikin perut semakin keroncongan (padahal sudah makan). Apalagi nasi goreng favorit Mbak Vita baunya sungguh menyengat....Adouu...lapar melulu... Ada peraturan baru, penjaga boleh beli makan/minum dengan uang dari kotak pandora asal dicatat dalam buku jual beli. Bikin aturan kok telat ya, mbok ya sebaiknya dari hari pertama...

16 Mei 2008 - Jumat
Beberapa hari lalu (2 hari berturut-turut), Santi (Susanti Octavia) jadi kasir di depan kotak pandora dengan senyum ramahnya....Maklum yang lain sudah pada kusut tampangnya karena capek, jadi gantian...
Sore hari kurang lebih jam tiga sore, ada acara bedah buku berjudul "Grey Area" terbitan Penerbit Impulse, dengan pembicara Gilang Desi Parahita & A. shidqi. Pengunjung yang ikutan menonton acara bedah buku ini lumayan lah, daripada nggak ada sama sekali. Walau tidak semeriah di awal-awal hari pembukaan pameran. Malam harinya ada bedah buku novel "Pecinan Kota Malang" dan juga bedah buku bertema feminisme yang dibawakan oleh Mbak Ratna Indraswari dan Sri Wahyuningsih.

17 Mei 2008 - Sabtu
Menjelang sore hari, pengunjung pameran buku "Malang Membaca" semakin membludak. Para anggota dan pengurus FPKM mulai banyak berdatangan. Maklum hari ini FPKM kebagian menjadi panitia bedah bukunya Mas Sigit Susanto yang jauh-jauh datang dari Swiss untuk menghadiri acara peluncuran buku dan bedah buku catatan perjalanannya yang berjudul "Menyusuri Lorong-Lorong Dunia 2". Acara diskusi pun mengalir renyah dengan tanya jawab santai dengan dipandu oleh moderator yaitu Mas Kukuh widyatmoko yang juga anggota FPKM. Mas Sigit Susanto sebagai penulis buku ternyata telah banyak melanglang buana hingga pernah menjelajahi lebih dari 22 negara yang kisah-kisahnya dihimpun dalam 2 jilid bukunya "Menyusuri Lorong-Lorong Dunia" dimana bagian satu diluncurkan pada tahun 2006 dan bagian 2 baru diluncurkan pada tahun 2008 ini. Pada akhir acara, seperti biasa acara foto bersama para anggota FPKM, panitia bedah buku ini dengan Mas Sigit Susanto. Eh, ternyata ada juga beberapa anggota dari Forum Apresiasi Sastra cabang Malang yang ikutan nimbrung dan ikutan berfoto rame-rame. Maklum saja, seperti diketahui Mas Sigit Susanto, walau nun jauh di sana di Swiss ternyata aktif menjadi moderator mailing list Forum Apresiasi Sastra (APSAS), sehingga saat ada berita bakal melaksanakan bedah buku di Malang, teman-teman APSAS yang ada di Malang tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Jadilah acara ini diramaikan oleh dua komunitas penulis: FPKM dan juga APSAS. Seru, dong...Rugi kalau Anda nggak hadir pas acara ini. Stand kafe FPKM juga rame banget. Mbak Vita dan teman-teman FPKM malam mingguan di stand FPKM - jaga kafe! Wah, capek...capek...dari seharian juga!

20 Mei 2008 - Selasa
Mbak Vita, Lutfi, Feri, Adin, Liga Alam, Jamsari (Zam-Zam), Bambang, Trias, Haryo, David, pagi-pagi sudah ngumpul. Sambil ngerumpi dan ngemil, mencomoti kue lemper, risoles, dan donat, dan menyeruput teh botol, masing-masing anggota merayakan kesuksesan acara pameran yang kini menginjak hari terakhir. Tak dinyana, keuntungan FPKM dari hasil buka warung kopi lumayan besar, cukup untuk mengisi uang kas. Makanya ada acara syukuran pesta kue seperti ini. Sambil jaga warung kopi (lebih kerenan dikit...KAFE FPKM), teman-teman pada bersilaturahmi dan berdesak-desakan di stand FPKM yang lumayan sempit. Tapi dasar bahlul, tetap saja nggak ada yang mau ngalah, jadinya duduk-duduk sampai berboncengan.
Hari terakhir pameran buku sekaligus dipakai sebagai hari syukuran dan perpisahannya Lutfi.
Lutfi, salah satu anggota FPKM, pamitan mau mengadu nasib ke Bekasi. Wah, teman-teman pada sedih, karena bakal kehilangan satu anggotanya. Tapi walau demikian, kita tetap bisa bersilaturahmi lewat mailing list di internet, sms atau chattingan di FPKM Network...
Sama seperti Ika Puspitasari (yang pindah ke Semarang), Mas Sismanto (yang pindah ke Sangatta - Kalimantan Timur, Yusli (yang kuliah S3 ke London), Wawan (yang kabarnya mau kuliah S2 ke Arkansas - USA), maupun Nasti Mudita (yang sedang kuliah S1 di Sydney), walau jauh di mata, namun FPKM senantiasa dekat di hati, buktinya, teman-teman tetap saling curhat, sms-an, dan chatting di mailing list, sehingga nggak bakal ada yang merasa terasing karena jauh dari FPKM. Semuanya tetap dekat satu sama lain walau terpisah jarak ribuan mil nun jauh di sana, di belahan bumi yang lain..
Mas Haryo datang paling awal, lalu ada Wahyu Indah yang datang kemudian, dan juga Ferry. Menjelang sore hari ada bedah buku berjudul "MATH MAGIC" terbitan Penerbit Kawan Pustaka. Acara bedah buku ini diminati oleh para pelajar maupun guru pendidik yang suka pada pelajaran Matematika. Beberapa anggota dan pengurus FPKM tak ketinggalan ikut menyemarakkan acara bedah buku ini. Sukses pameran buku "Malang Membaca" karena saat menjelang tutup pun, pengunjung terus saja mengalir dan membanjiri area pameran karena menjelang penutupan pameran biasanya semakin banyak stand yang menawarkan obral besar-besaran dan juga gila-gilaan. Seperti misalnya Stand "Yusuf Agency" yang menjual buku-buku novel Mira W hanya dengan harga Rp 15 ribuan, serta buku-buku Pramoedya Ananta Toer dengan harga Rp 30 ribuan. Gila nggak. Bahkan ada pula obral komik-komik Marvel dan DC Comic yang berbahasa Inggris hanya dengan harga Rp 10 ribu dapat tiga! Pengin beli, makanya lain kali kalau ada acara pameran buku di Malang, datang aja, karena pasti banyak sekali obral buku gila-gilaan dengan harga super murah...Nggak percaya, datang aja ke Malang, sering-sering....!
Sore harinya muncul lagi Adin, Trias, Wulan, David dan Mas Jamsari (Zam-zam). Bincang-bincang di sekitar meja kafe. Ada yang pesan nasi goreng dan lontong kare. Wah, kumat lagi kalau pada kumpul. Ceilaa...karena gedung perpustakaan dicat oranye dan kuning, jadi mirip gedung TK. Jadi Forum Playgroup Kota Malang. Obrolan beralih ke usaha pendirian penerbitan FPKM. Eh...jadi Forum Pengusaha Kota Malang. Kami bincang-bincang sambil makan kuaci. Aslinya kuaci ini milik sang ketua (David) yang sudah ada di kafe sejak hari pertama. Jadilah Forum Pemakan Kuaci Malang. Karena usaha buka kafe, tiap hari teman-teman (khususnya Mbak Vita) angkat-angkat krat teh botol. Mengambil botol kosong yang ditinggalkan di meja begitu saja oleh para pengunjung pameran. Botol-botol yang masih ada di krat segera dipindahkan ke dalam kulkas yang isinya begitu cepat terjual habis. Setiap saat selalu saja mengangkat krat teh botol dan memindahkan isinya ke dalam kulkas. Jadilah Forum Pengangkat Krat Malang. Hmm...ternyata FPKM bisa mimikri, tiap saat berubah wujud tergantung situasi dan kondisi. Eh, salah, kita cuma guyonan kok, FPKM tetap saja Forum Penulis Kota Malang. Jadi jangan salah! Teman-teman FPKM baru pulang saat pameran buku benar-benar resmi ditutup. Seharian penuh ngerumpi dan ngobrol melepas rindu, mumpung masih bisa bertemu.

22 Mei - 25 Mei 2008
Beberapa teman FPKM ngumpul, rencana mau jalan-jalan memeriahkan acara festival tahunan "Malang Tempo Doeloe". Acara Malang Tempo Doeloe penuh dengan berbagai stand menarik, dan juga baliho serta poster-poster berukuran besar yang bergambar aneka pemandangan kota Malang di masa lalu, gambar-gambar candi di kota Malang, serta tak ketinggalan pula ada berbagai acara lomba permainan, atraksi seni budaya rakyat (tari-tarian, campur sari, ketoprak, wayang orang), dan banyak stand pameran yang memajang benda-benda serta pernak-pernik kuno. semua pengunjung festival ini juga memakai berbagai kostum serta atribut pakaian jaman silam, serta sebagian lagi memakai pakaian tradisional khas Jawa Timuran. Wah seru, deh...

8 Juni 2008 - Minggu

Forum Penulis Kota Malang kembali mengadakan acara bincang sastra dan diskusi cerita pendek pada hari Minggu, tanggal 8 Juni 2008. Kali ini membahas tips dan motivasi menulis sebuah karya sastra, khususnya mengenai penulisan cerita pendek. Sehubungan dengan itu diadakan pula bedah karya sebuah cerpen dengan judul “Pengakuan Jujur Seorang Penulis” karya Vita Priyambada, yang merupakan sebuah cerpen esai yang berhubungan dengan motivasi menulis seorang penulis dalam berkarya. Seperti biasa, acara bincang sastra ini berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan dan dilaksanakan secara lesehan di ruang lobby Gedung Perpustakaan Kota Malang. Turut hadir pula para pelajar, mahasiswa, guru pengajar, dan juga para praktisi dunia perbukuan di kota Malang, termasuk pula perwakilan dari pengelola toko buku yang ada di kota Malang. Dunia sastra di kota Malang memang mulai mengemuka, terbukti dari semakin maraknya kegiatan bernuansa sastra, maupun diskusi kepenulisan, seperti yang dilaksanakan kali ini.

22 Juni 2008 - Minggu
Forum Penulis Kota Malang mengadakan acara bedah sastra puisi karya Ferry Moniagara pada hari Minggu, 22 Juni 2008. Penyair sekaligus penulis kota Malang ini menggelar karya-karya puisinya untuk dibedah dan dikaji. Bertempat di aula lobi Gedung Perpustakaan Kota Malang, acara bedah sastra puisi ini berlangsung santai dan penuh kekeluargaan. Acara bedah sastra puisi ini turut dihadiri pula oleh editor buku Liga Alam, penulis novel dan skenario sinetron – Wahyu Indah, para seniman dan juga para anggota dan pengurus komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang. Puisi-puisi Ferry Moniagara yang selalu bernuansa suasana malam, merupakan suatu ciri khas tersendiri dari penyair yang satu ini. Aliran yang dipakai dalam menulis puisi pun cukup beragam, mulai yang beraliran absurdisme hingga puisi yang mengangkat tema sosial dan juga puisi cinta. Keunikannya terletak pada setting suasana malam yang seakan hidup dan mengejawantah dalam puisi-puisinya yang cukup unik.

26 Juni - 2 Juli 2008

Pesta Penyair Nusantara 2008 Sempena The 2nd  Kediri Jatim (International Poetry Gathering) berlangsung di Kediri, sejak 26 Juni hingga 2 Juli 2008.  Peserta yang hadir dalam acara ini berasal dari wilayah ASEAN (Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Kamboja dan Laos).  Acaranya meliputi festival baca puisi, dialog sastra dan budaya Nusantara, bazaar/pameran seni rupa, puisi dan potret penyair, musyawarah penyair Nusantara, jalan santai/pawai budaya Nusantara.  Hadir sebagai pembicara, antara lain Mawar Syafi’I (Malaysia), Nyonya Sawai (Jepang), Oka Rusmini (Denpasar Bali), Dr. Maman S Mahayana (Jakarta) dan banyak lagi tokoh-tokoh sastra terkemuka.  Acara ini berlangsung semarak dan mendapat sambutan cukup baik dari masyarakat sastra nasional, terutama yang berdomisili di Jawa Timur, tidak ketinggalan masyarakat sastra dan seniman kota Malang yang menyempatkan hadir dalam acara ini.  FPKM turut hadir dengan diwakili oleh Ferry Moniagara dan Mbak Vita Priyambada.

2 Juli 2008 - Rabu
Catatan Mbak Vita Priyambada:
Janjian jam 5 berangkat dengan Feri ke Kediri, malah baru nongol jam 7 pagi. Sampe di Kediri sudah jam 11 lewat. Ini dalam rangka menghadiri Pesta Penyair Nusantara 2008 yang diadakan di Universitas Kediri (UNIK).  Tempatnya tidak jauh dari terminal menuju Gua Selomangleng.  Dengan percaya diri kami turun di perempatan.  Sudah tanya sopir angkot, "O ya, ke sana Mas, lurus saja", katanya pada Feri.  Tanya sana-sini di sepanjang jalan menuju Universitas Kediri.  Ternyata perlu  25 menit berjalan kaki.  Feri sudah mengaduh-aduh melulu sepanjang jalan. Aku memberinya semangat, "lihat tuh, gunung di depan, sebentar lagi kita sampai". Padahal aku sendiri nggak tahu mesti jalan berapa jauh lagi. Wow, sampe sana ketemu penyair dari Riau, Jakarta, Mojokerto, Tegal, hingga yang dari Malaysia. Yang hadir tidak hanya penyair saja. Ada guru TK, pemain teater, hingga pelukis. Pokoknya tumplek blek. Feri sih emang penyair, tapi aku bukan.  Pupuk bawang.  Kenalan sana sini. Memperluas jaringan pertemanan sekaligus memperkenalkan FPKM. Salah satu foto penyair dari Malang yang terpampang di poster raksasa adalah fotonya Mas Abdul Mukhid.  Yah, kami datang ke Pesta Penyair dengan pengorbanan, datang ke sana saat bokek! Tapi senanglah..
Selesai acara kami pulang. Walah, jam 16.30 WIB saja sudah nggak ada angkot lewat!  Lagi-lagi harus jalan kaki. Sampek terminal sudah kosong. Manusia jarang, loket karcis sudah tutup, bis ke Malang tinggal sisa satu.  Ampun....mati amat ini kota.  Saat pulang kita semua sudah pada loyo...

5 Juli 2008 - Sabtu

Walau belum genap berumur dua tahun, Forum Penulis Kota Malang (FPKM), sebuah komunitas penulis di kota Malang telah mendapat kepercayaan dari stasiun radio MAS FM untuk mengisi acara dialog sastra, aneka topik seputar dunia kepenulisan dan juga acara bedah buku yang disiarkan secara langsung di radio.  Acara talkshow yang digelar dua minggu sekali setiap hari Sabtu siang tersebut dibawakan oleh berbagai nara sumber, yaitu para pengurus dan anggota FPKM sebagian besar berasal dari kalangan penulis, wartawan, pengajar/guru, hingga seniman.  Siaran radio dengan topik sastra ini tampaknya mendapat sambutan yang cukup baik dari berbagai kalangan di kota Malang, terbukti dari acara dialog interaktif lewat telepon biasanya selalu ramai oleh tanggapan maupun pertanyaan dari para pendengar radio yang umumnya adalah para pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum kota Malang.  Biasanya setelah mendapat pengarahan maupun jawaban, para pendengar setia radio MAS FM segera bergegas menuju warung internet untuk mengakses berbagai informasi lebih detil mengenai kegiatan dan tutorial menulis yang terdapat di situs komunitas ini yang beralamat di http://www.fpkm.org .

27 Juli 2008 - Minggu


Acara dialog sastra yang diselenggarakan oleh Forum Penulis Kota Malang bertopik bahasan mengenai “Trik menulis buku serta tehnik penulisan ide cerita dan naskah skenario sinetron maupun FTV” dilaksanakan di kota Malang pada tanggal 27 Juli 2008.  Bertempat di ruang lobi Gedung Perpustakaan Kota Malang, acara yang lebih merupakan bincang santai sesama penulis ini dibawakan oleh penulis buku sekaligus penulis skenario sinetron yang telah beberapa kali karya sinetronnya tayang di SCTV, yaitu Wahyu Indah Retnowati.  Penulis yang berdomisili di kota Malang, namun sering bolak-balik Jakarta – Malang ini mengaku bahwa profesinya sebagai penulis naskah skenario ini bermula dari hobinya menulis cerita bertema remaja, baik novel maupun cerita pendek.  Dari hobi menulis tersebut, tidak diduga, bahwa kemudian Wahyu Indah mendapat perhatian dan kepercayaan dari sebuah rumah produksi sinetron ternama di Jakarta untuk menulis ide cerita dan kemudian berlanjut pada penulisan naskah skenario sinetron remaja maupun FTV.  Dalam dialog sastra kali ini, Wahyu Indah menceritakan panjang lebar mengenai berbagai pengalamannya menulis ide cerita maupun naskah skenario sinetron, sebuah profesi baru dunia kepenulisan yang terbukti cukup menjanjikan dalam hal finansial.    Yang istimewa dari acara ini adalah bahwa acara ini gratis dan terbuka untuk umum.  Tidak seperti acara-acara sejenis yang biasanya menarik biaya mahal hingga ratusan ribu rupiah, acara-acara dialog sastra yang diselenggarakan oleh komunitas Forum Penulis Kota Malang hampir tidak pernah mengenakan biaya sepeser pun, kecuali sumbangan sukarela, dan itu pun tidak ada ketetapan mengenai berapa besarnya nominal yang boleh disumbangkan.  Bagi yang tidak memberikan sumbangan pun tidak apa-apa, karena komunitas ini sejak awal berdirinya memang murni bertujuan untuk membagikan ilmu secara cuma-cuma kepada masyarakat luas, khususnya di kota Malang.

Posted by Catatan Harian Forum Penulis Kota Malang at 06:51:16 | Permanent Link | Comments (1) |

Senin, Desember 31, 2007

CATATAN KEGIATAN FPKM TAHUN PERTAMA


Gagasan membuat catatan harian forum penulis kota Malang muncul diatas angkutan kota dalam perjalanan menuju perpustakaan umum dan arsip kota Malang. Catatan harian ini merupakan kisah perjalanan forum ini seperti rapat kecil (yang dihadiri sebagian kecil pengurus), rapat besar (dihadiri semua pengurus), acara resmi, bedah buku, dan sebagainya disajikan dengan gaya bercerita yang santai. Disini ada pengalaman, kesan, kisah sedih, cerita lucu, dan cerita menarik lainnya. Teman-teman jangan tersinggung dengan gaya penulis yang terang-terangan ya. Kalau teman-teman forum nyumbang tulisan, silakan …
Vita Priyambada – dept. Litbang

14 – 22 september 2006
Formulir pendaftaran anggota FPKM diletakkan di atas meja. Dari pintu masuk perpustakaan, tengok sebelah kanan, nah disitu letaknya!!! Pas acara Malang Book Fair formulir ini beredar. Saat mengisi formulir tersebut, pasti banyak deh yang nanya, “kok, formulirnya seperti ini ?” Yaaa ……!!! Karena yang perlu diisi hanya nama, tempat tanggal lahir dan nomor telp / HP. Tidak tercantum nama orang yang bertanggung jawab dan nomor telepon yang bisa dihubungi atau apalah yang bisa menjelaskan lebih lanjut tentang forum. Bingung Lah YauW!!

8 Oktober 2006 – Minggu
Hari Minggu yang cerah. Lantai 2 ruang audio visual perpustakaan menjadi tempat pertemuan yang bersejarah. Cukup banyak yang datang, sekitar 70-an orang. Pasti mereka datang dengan sejuta Tanya di kepala : apa tujuan forum ini, mengapa dibentuk, bagaimana kelanjtannya, apa yang saya dapat, dan bebagai pertanyaan dan siang itu semua pertanyaan terjawab, susunan pengurus dibentuk, visi dan misi FPKM disebar. Mas david Ardy didaulat jadi ketua. Lha wong, mas David david yang mengundang. Ngomong-ngomong, gimana sih undangan disebar? Susttt…. Mas David ini yang sibuk telepon kesana kemari dan yang pencat-pencet nomor HP mengirim pesan pendek. Bayangin aja, satu per satu calon anggota! Sampai pegal tuh jempol. Itulah kehebatan teknologi jempol tangan. Berapa duit ya … yang sudah dikeluarkan mas David? He…he…hukum pengorbanan demi terbentuknya FPKM.

11 Oktober 2006 – Rabu
Tanggal persisnya lupa, habis audah lama banget. Hari ini tiba-tiba pak ketu mengundang rapat pertama yang mendadak. Lagi-lagi dengan telepon dan sms. Lesehan di teras depan perpustakaan dan membicarakan bagaimana kelanjutan FPKM. Yang tunjuk jari mengajukan diri mengisi acara yang pertama adalah mbak Indah yang akan membedah novelnya berjudul cermin retak yang konon sedang menunggu jawaban dari penerbit. Salut untuk mbak Indah.

15 Oktober 2006 - Minggu
Bedah buku cermin retak oleh Mbak Indah. Rupanya seleksi alam sedang terjadi. Anggota yang hadir hanya separuh dari pertemuan awal. Ngaak apa-apa. Maju terus pantang mundur! Mbak Enta, sang bendahara, mulai deh nagih-nagih. Maklum, didaulat jadi tukang tagih. Seram juga ya! Kalo perlu duit, minta juga ke mbak Enta.

15 November 2006 - Rabu
Tanggal persisnya lupa nih…! Kayaknya antara 13-18 November 20006 ada pertemuan kecil, tapi berhubung sudah lewat lama, jadinya lupa deh. (padahal segenap ingatan sudah digali, tapi sia-sia). Saya dapat sms dari pak ketu, ada perlu, nulisnya sih jitu. Langsung deh begitu ketemu di perpustakaan saya ditunjuk jadi pembicara di Universitas Negeri Malang. Duh, mimpi apa saya semalam? Berat juga mengiyakan, tapi demi nama baik FPKM saya jawab “YA”.

18 November 2006 – Sabtu
sudah menjadi kesepakatan tidak tertulis bersama. Anggota forum yang mau ketemu di perpustakaan bias ngumpul di tempat ini tiap sabtu. Perpustakaan sekarang jadi tempat nongkrong yang asyik bernuansa intelektual. Apalagi kalau FPKM sudah punya kantor, konon ruang di sebelah mushola itu yang akan dipakai. Tengah hari, mas David kedatangan dua orang tamu dan memperkenalkan kepada say. Mereka dari UKPM UM (Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis Universitas Negeri Malang). Yap, tugas menanti.

22 November 2006 – Rabu
Sekitar pukul 11.00 WIB. Lagi-lagi pengurus rapat, sebut saja KMBK (Konferensi Meja Bundar Kecil) Lha wong meja bundarnya memang kecil. Disekeliling meja hadir Enta, Haryo, Olen, Alam, Adin, Fia, Pak Ketu yang wajib hadir dan saya. Berhubung pak ketu lagi bokek berat, jadinya minta tolong sms ke mbak Mila. Eh, Mbak Mila sedang sibuk, titip absent rapat saja katanya. Mbak Mila, kenapa sih sms-mu susah dipahami? Rapat ini ngobrol tentang rapat 17 desember 2006, deklarasi FPKM yang akan dihadiri oleh Bapak Peni Suparto, Walikota Malang. Dani dari UKMP UM dating ke perpustakaan untuk mengambil makalah dari saya. Makalah itu masih dengan tulisan tangan. Harap maklum, saya ngga punya mesin ketik canggih yang namanya computer yang saya punya hanya mesin ketik biasa yang bunyinya rebut tak .. tik .. tuk.. mesin itupun sedang dipakai ketika saya akan mengetik makalah.

24 November 2006 – Jum’at
Pukul 13.00 WIB. Cuaca mendung, awan hitam menyelimuti angkasa. UKMP UM mengundang FPKM menjadi salah satu dari tiga pembicara dalam sarasehan menulis produktif bersama komunitas Penulis Bengkel Imajinasi, di Joglo Perpustakaan UM. Tema yang diangkat : “Kiat Menembus Koran, Penerbit dan Lomba kepenulisan”. Peserta yang hadir sekitar 40 orang. Tanya jawab berlangsung ramai dan seru. Roh-roh menulis sudah bergentayangan di Malang.Pertanda bagus. Eits…… umur FPKM belum genap 2 bulan. Ibarat bayi yang baru lahir procot, belum bias apa-apa, tapi sudah laris manis dapat undangan. Ada Wulan, Olen, Adin, dan Pak Ketu. Saya nih kebagian tugas membawakan materi. Tugas tetap tugas yang membawa nama FPKM.
Pukul 19.30 WIB. Anggota FPKM dapat undangan acara pembukaan Trienal Seni Grafis Indonesia II 2006 yang diadakan di ruang Ken Arok Perpustakaan umum dan arsip kota malang. WOW, rame banget! Anggota forum yang muncul : Mas David alias Pak Ketu yang jadi pembawa acara dadakan, Wulan, Olen, Haryo, Mila, Adin, Fia, Alam, mas siapa ya namanya _ saya belum hapal- yang serius bareng Mila, dan saya. Kami sempat foto bareng-bareng di ruang pameran. Mana nih hasil fotonya! Menurut desas desus pada pembukaan ini ada acara makan-makan, acara yang selalu ditunggu. Ngga tahunya hanya ada kue mungil dan segelas plastic kecil kopi susu. Ngga pa-pa deh, yang penting ngumpul dan wawasan tambah luas. Betulkan temen-temen !!! Beginilah jadinya FPKM, ada acara apa di perpustakaan, rame-rame kumpul grubyukan. No reken (ga peduli) acaranya ngga berhubungan dengan menulis, pokoknya kumpul. Ngga hanya bisa menulis, siapa tahu ada bakat terpendam lain seperti menggambar, melukis atau desain grafis. Siapa tahu, kan?

25 November 2006 – Sabtu
Pukul 10.30 WIB. Lagi-lagi KMBK yang akan membahas acara bedah buku besok dan ”proyek besar”. Pak Ketu, Enta, Mila, saya dan mas … (maaf ya Mas, kita belum kenalan, padahal sering ketemu dan saya belum tahu namanya). Fia membawa serta temannya yang juga senang menulis. Mbak Wulan kirim sms ke saya, ngga bisa dating. Mbak Olen telepon juga ke saya akan datang terlambat. Mas Haryo gabung, sebelumnya sibuk di internet. Mumpung pakai gratuiss untuk anggota perpustakaan selama satu jam. Mas Haryo ini latar belakang pendidikannya pertanian, tapi jago nulis resep masakan (katanya juga senang masak karena suka makan), nulis artikel yang berhubungan dengan TI (Teknologi Informasi), nulis cerpen juga pernah. Di forum kebagian tugas membuat situs FPKM, ya… semacam webmaster. Hari ini ada kasus. Ada dua orang yang mengaku semalam ngga bisa tidur.(Apakah karena kopi susu yang diminum semalam?) oalah. . . malah jadi bahan ledekan pengurus forum yang hadir disini. Komentarnya macem-macem (off the record saja, ya . . .) Nasib tak terelakkan. Cut !!! oh ya mbak Mila bawa camilan crakers asin Hore . . . !?!!? sering-sering aja bawa kue kalau rapat ya, mbak Mila. Pasti pengurus tidak ada yang nolak [koor pengurus] : SseeetttuujjuuuU . . . . .

26 November 2006 – Minggu
Pak ketu kemaren sudah wanti-wanti : pengurus datang jam 9 teng. Angkat kursi, atur meja. Rey Ayudha memanggul 1 kardus aqua (maaf lupa merk minumannya) dan dua bungkus permen. Eh jangan dikira lho! Kecil-kecil tapi tenaganya kuat banget . He . . . he . . . he. Maklum, pecinta alam. Hobby nonton Smack Down. Didapuk jadi penerima tamu bias, angkat barang oke. Kerja serabutan. Anaknya lucu, jadi kadang-kadang malah dikerjain sama yang gede-gede. “Rey kalo kamu baca catatan harian ini jangan tersinggung ya! Kamu membuat suasana FPKM menjadi ceria dan gembira. Sungguh . . . . !!!”
Ahmadi Sofyan, penulis novel “Jangan Panggil Aku Pe’cun Kampus” datang. Acara bedah buku dimulai moderator : Mbak Mila, Pembanding Ms Liga Alam. Lembar Sinopsis dibagi. Membaca judulnya saja sudah bisa diduga, pertanyaan-pertanyaan yang muncul akan “panas”. Ngga meleset . . . . seru dan juga heboh jadinya. Ada acara bagi buku yang bisa menjawab pertanyaan.
Selesai acara bedah buku, anggota FPKM ngumpul. Asyik, Mbak Dhi Tahanti (Mbak Anti panggilannya) bawa kue. Perut yang keroncongan bias diganjal sedikit. Kali ini, rapat paripurna tentang deklarasi FPKM dan “proyek besar”. Apa sih proyek besar, sepertinya rahasia banget. Ya, ntar kalo sudah waktunya dibuka semua. Sekarang, masih dalam pembahasan. Ngobrolnya selesai, kursi dan meja dikembalikan.
Kalau pengurus sudah ngumpul jadwal pulang jadi molor. Lagi-lagi membentuk KMBK, meskipun kali ini ngga resmi. Rey, Olen, Henny, Anti, Malady, Pak Ketu dan saya. Ngobrol ngalor ngidul tentang deklarasi, acara apa yang menarik? Ada yang usul buat teater. Nah yang gini-gini, bikin naskah drama Mbak Anti jagonya. Interupsi mbak Henny dan Malady keluar, katanya beli makanan dan rokok siipp. . . setelah ditunggu beberapa saat mereka dating. Roti sisir dan biscuit diserbu. Habis deh . . . di kursi panjang dekat tembok, masih ada Mas Alam, mas Haryo, dan … siapa lagi ya? Lupa. Mas Haryo sudah mau pulang, datang ke meja mencomot kue, habis itu ngacir pulang. Ada yang protes nih. Mas Malady protes ke saya, “Kenapa Mbak Vita diam saja ?” Saya sudah terbiasa menghadapi pertanyaan sejenis. Lha, dari sononya emang sudah begitu mau bagaimana lagi? Hemat kata irit ngomong. Tadi juga ada yang bilang, “Mbak Vita sepertinya sombong, ya, habis ngga banyak bicara”. Kesan pertama emang begitu, selanjutnya terserah anda. Gitu aja kok repot, pinjam istilahnya Gus Dur. Pulang, pulang, sudah pukul 14.00 WIB. Perpustakaan udah mau tutup.

28 November 2006 - Selasa
Beberapa hari yang lalu sempat saya membuka email, salah satunya dari mbak Indah, ternyata rapat hari ini muncul. Lalu ada Trias, Adin, Olen. Trias malah beli fruit tea botol sendiri dan kudapan ringan. Dia juga bawa permen mentos yang kecil. Trias tertawa melulu, yang lihat sampai bingung. Ada apa denganmu Trias? Mas Adin melontarkan gagasan : lirik-lirik lagu Katon Bagaskara sangat puitis, pasti asyik deh dibedah. Pak Ketu menambahkan, sebetulnya sastra lamaseperti pantun, roman, dan gurindam patut dibedah karena dasarnya dari situ. Betul kan Pak Ketu . . .!

29 November 2006 - Rabu
Adin, Pak Ketu, Olen, Haryo, Enta dan saya. Mas Haryo perlu tambahan dana untuk menyelesaikan situs FPKM. Katanya mau ke warnet ambil paket. Mintanya ke mbak Enta. Mas Haryo agak flu gara-gara begadang di warnet. Mas Haryo kali ini membocorkan sedikit jurus meminta-minta. Kalau gitu masuk partai kaipang aja mas Haryo. Jadi pengemis intelektual. Wah, saya kena protes Pak Ketu, kenapa diam saja. Mas Haryo bilang saya melamun. Saat itu saya sedang berada “di dunia lain”.

2 Desember 2006 – Sabtu
Biasanya hari Sabtu gini Mas Haryo- sang Webmaster FPKM – datang lebih awal sebelum pintu perpustakaan buka. Artinya, kalau mas Haryo datang lebih pagi supaya dapat tempat di Internet. Sang webmaster baru muncul hampir pukul 09.30 WIB. Batuknya tambah parah. Ngomong dikit sudah uhuk . . uhuk . . uhuk. Jadi ngga berani ngomong banyak-banyak deh, Ya… mas!! Kami doakan supaya cepat sembuh.
Rapat kecil lagi nih di tangga teras perpustakaan. Pak Ketu – David, Wulan, Ady, saya, Indah dan Alam. Ngomongin soal tema novel untuk “proyek besar” Pak Ketu punya gagasan unik dan bagus, ide yang tidak lazim (maaf, ide ini masih off the record). Malah ditambah ide gila mas Haryo. Sebetulnya kita punya ide gila tiba-tiba keluar. Gila bener! Kata Pak Ketu, akibat ditanggung bersama. Maksudnya yang paling ekstrim, seandainya kita dipenjara ya barengan gitu, rame-rame. Ha..ha..ha.. dipenjara membuat karya lagi yang lebih hebat. Berkarya, berkarya, berkarya. Sesuai dengan misi jangka pendek, menengah dan panjang, masing-masing pada butir pertama.
Satu per satu pada pamit. Pukul 12.30 WIB. Sisa David, Ady dan saya. Kami berangkat ke kelompok Kompas Gramedia Fair di Hotel Santika. Naik apa, ya?
Punyanya sih Mercedes warna biru yang sopirnya ganti-ganti melulu. Menurut jadwal ada bedah buku “Perempuan kembang Jepun” karya Lan Fang pada pukul 13.00 WIB. Molor sampe jam 14.00 lebih. Kami duduk di tepi kolam, naik ke lantai satu, turun lagi ke lantai dasar. Keliling liat-liat buku. Menurut jadwal, bedah buku diadakan di ruang lontar lantai satu, ternyata diadakan di lantai dasar di depan panggung. Wow, bedah bukunya seru! mas David oleh mbak Lan Fang berkali-kali dipanggil dengan Andre. Pak Ketu, namanya jadi Andre Aksana. Kalo di FPKM jadi mas David lagi. Setuju ngga, mas Ady? Pak Ketu pulang dengan membawa souvenir dari Gramedia karena mengajukan pertanyaan kepada Mbak Lan Fang.

3 Desember 2006 – Minggu
Mbak Anti datang dengan membawa naskah teater. Pak Ketu kayaknya agak mumet nih mikir buat acara tanggal 17 Desember. Betul nih, Pak Ketu ? jangan dipikir sendiri, masih ada temen yang siap untuk berbagi beban. Seperti biasa rapat ini dihadiri Alam, Ady, Wulan, saya dan temannya Ady yang kayak Lenny Kravitz. Rambutnya panjang kriwal-kriwil (maaf yam as saya belum tahu namanya), mas ini jago teater. Oya, kata Alam, Mila ga bias dating. Masih kata Alam, Malang Post hari ini memuat cerpen mbak Mila. Mila kami tunggu traktirannya, ya !!! pukul 12.00 rapat bubar dengan menghasilkan beberapa kesepakatan. Tinggal wulan dan saya yang ngobrol tentang gender sampai pukul 14.00. diskusi yang sangat seru . . . !!!

19 Desember 2006 - Selasa
Priit...Mas Haryo hampir selalu tepat waktu. Kalo ga ada halangan apa-apa, datang ke perpustakaan paling awal, padahal naik sepeda onthel.
Patut dicontoh, nih. Pagi ini seperti biasa yang nulis catatan harian ini jadi pendengar yang baik. Fia pulang dulu karena jam 12 ada kuliah.
Alam, Heri, Olen dan Mas David muncul hampir bareng. Indah muncul juga. Karena FPKM sudah punya markas, ngumpulnya banyak di tempat itu.
Mas David ada urusan, izin keluar, katanya jam 1 udah balik. Jadi tinggal Olen, Mas Haryo, Indah, Alam dan Heri. Tapi ya itu, satu per satu pada kuliah : Olen, Alam dan Heri.
Indah mau masuk kerja. Tinggal berdua, nih, aku dan Mas Haryo. Mana di luar hujan deras. Mas David ditunggu-tunggu belum muncul padahal jam sudah menunjukkan ke angka 13.30.
Wah, kita berdua benar-benar sudah jadi reco penthung (arca yang bawa pentungan, penjaga gapura di istana-istana kuno Jawa). Bosan habis, deh !
Komputer dicabut...takut kesamber bledek (kilat). Akhirnya Olen datang (tadi emang bilang mau balik jam 3-an). Alam, Heri, Mas David, satu per satu nongol. Legaa..
Di luar, sisa gerimis.

23 Desember 2006 - Sabtu
Tak biasanya Pak Ketu sudah tiba di perpustakaan pukul 9.30 WIB. Ngobrol di depan ruang Ken Arok dengan seorang Bapak yang belum kukenal.
Kemudian Pak Bambang datang. Tumben nih Mas Haryo datang siang. Selanjutnya Enta yang hanya sebentar, kabur dulu entah ke mana. Fia juga sebentar.
Aku diminta Pak Ketu sms Wulan. Wulan yang membalas sms dengan bahasa Jawa (langka lho di zaman sekarang !). Salah satu mas yang kuliah di filsafat juga sempat ngobrol bareng Pak Bambang.
Mas David, Mas Haryo, dan Wulan ke Markas. Ngapain aja sih mereka ? Weleh, ternyata Mas David dan Wulan sedang melubangi meja komputer di bagian belakangnya untuk sirkulasi udara biar komputernya gak kepanasan.
Olen baru muncul, padahal sudah sejak tadi di perpustakaan tapi ngubek-ubek lantai 2 cari buku. Wulan dan Olen keluar cari keripik singkong, hasil urunan dari orang-orang yang hadir di situ.
Adin (Abdin) sempat muncul tapi kabur sebelum yang beli keripik singkong datang. Ditunggu lamaaa banget, belinya di Lawang (kota kecil terdekat dari pusat kota Malang) kali ya ?
Begitu muncul, nggak dapat keripik tapi...apa namanya camilan itu, ya ? Yang satu seperti batang korek api, yang satu bunder bolong, plus ada juga satu botol aqua gede. Tamrin tiba-tiba muncul. Trias muncul membawa keripik singkong dan keripik apa ya ?
Wow, siip !... Heri dan Alam muncul. Eh, jam 3 ada orang baik beliin bakso buat yang hadir di situ. Terima kasih...terima kasih.
Perut kenyang, orang-orang yang biasanya cerewet rada diam. Tapi hanya sementara karena sesudah itu pada "kumat". Ngobrol mulai dari masalah gender, Pithecanthropus Erectus, Adam dan Hawa, Lubang Ozone sampai hal-hal yang bisa membuat "gila" bagi orang yang nggak biasa dengar pembicaraan sekumpulan orang-orang yang rada nggak waras ini.
Mana di luar hujannya ngamuk. Ya, katanya kalau mau ke RSJ bareng-bareng (he..he..he..). Entar di sana bikin karya lagi yang lebih gila.
Berkarya, berkarya, dan berkarya. O ya, Pak Bambang sempat mengemukakan lagi tentang novel 72 jam dan banner puisi. Ayo, Mas David maju terus ! Kami mendukung ! Hidup FPKM !!

24 Desember 2006 - Minggu
Mas David, Mas Haryo dan Adi sudan nongkrong di kantor. Eh, sudah pula ada sekotak kue dari Mas Budi yang jaga di Tourist Information Center-nya Perpustakaan Kota Malang. Terima kasih, Mas.
Rezeki mengalir ke FPKM sejak kemarin. Mas David malah bawa laptop plus plus. Ooi...Rey datang. Tumben. Alam, Heri, Olen dan Tamrin. Fia muncul juga bawa penganan. Olen juga.
Camilan sisa kemarin juga dikeluarin sambil nonton film. Tamrin kemarin sudah janji. Judul filmnya Quill. Kalau diterjemahkan, artinya pena dari bulu angsa.
Ceritanya tentang seorang sastrawan yang dipenjara, bernama Marquis de Sande (moga-moga tulisannya gak salah). Dalam keadaan tertekan justru gagasan yang mengalir begitu deras, meskipun dia harus menulis dengan sembunyi-sembunyi dibantu oleh seorang tukang cuci bernama Madeleine (mohon maaf kalau tulisannya salah).
Akhir filmnya tragis banget ! Uhuk..uhuk..uhuk...Nangis deh !
Rey nonton sambil tutup wajah dengan jaket, padahal adegan filmnya biasa aja tuh. Fia dan Mas David ribut soal gender.
Wah, tentang gender ini perlu dijadikan wacana pasti rame. Soalnya kemarin sempat ribut tentang gender, Mas Haryo lawan Wulan dan Vita !
Mentang-mentang sudah punya kantor sendiri, pulangnya sekarang jadi sore melulu, ikut jam kantor. Tapi Adi sudah kabur duluan sebelum film diputer.
Alam sempat-sempatnya tidur pulas. Kok bisa, ya ? Sesudah bangun malah naik sepeda onthel-nya Rey keliling-keliling perpustakaan.
Emangnya ingat masa kecil di kampung dulu, Mas Alam ?

26 Desember 2006 - Selasa
Nggak nyangka ketemu Trias di lantai 2. Aku turun duluan. Nggak lama Trias nyusul, trus kita ngobrol bareng. Aha, Wulan akhirnya datang juga.
Ngobrol bertiga. Aku dan Wulan tukaran baca cerpen, Trias ikut baca. Kurang lebih jam 13.30 WIB Pak Ketu datang dengan membawa payung bergagang.
Ditanya sama Wulan, "Dari mana, Mbah ?" Pak Ketu menjawab, "Dari Tumpang."
Wulan mengeluarkan camilan. Thank you very much. Duo Xie. Terima kasih banyak.
Giliran Trias yang beli minuman sari apel 4 gelas plastik. Matur nuwun. Hujan deras di luar. Setelah reda, Pak Ketu ngacir ke Pak Bambang. Trias pulang.
Tinggal aku dan Wulan. Eh, tuit..tuit.. HPku yang bunyi. Nomor siapa ini yang muncul ? Kaget juga, ternyata dari Ibu Neni Utami yang punya rubrik Pustaka di Koran Pendidikan.
Nggak nyangka deh, beliau menghubungi, padahal hubungan lewat e-mail masih bisa dihitung dengan satu tangan.
Lalu aku menghubungi Pak Ketu pake HP Wulan, belum selesai bicara sudah ada peringatan "telepon yang Anda tuju tidak bisa dihubungi".
Weleh, lupa nih kalo HP Pak Ketu bermasalah ! Akhirnya lewat SMS. Wadow, ditunggu-tunggu nggak datang-datang. Sebelum perpustakaan tutup kita berdua keluar sebelum "diusir".
Aku dan Wulan siap-siap pulang. Aku masih belum sampai di marka jalan, Pak Ketu datang dengan Olen. Nggak jadi pulang, deh.
Ngobrol sebentar di depan wartel. Aku pulang bareng Wulan tanpa helm. Nekaad !! Ini yang kedua kalinya.

27 Desember 2006 - Rabu
Pagi-pagi telepon Ibu Neni. Kemudian menghubungi pemimpin redaksi Koran Pendidikan. Ke perpustakaan, janjian dengan Mas David untuk menemui Bu Neni jam 12.
Hampir jam 12 teng, kita jalan menuju rumah Bu Neni tak jauh dari perpustakaan. Kita nunggu sebentar karena Bu Neni belum pulang.
Tak lama beliau muncul. Ternyata sudah banyak banget buku-buku yang diterbitkan, ada buku dewasa dan buku anak. Kurang lebih 75 menit kami bincang-bincang. Bu Neni bersemangat untuk membagi pengalaman menulisnya (termasuk siaran lewat beberapa radio di Malang).
Pulang dari situ menuju perpustakaan lagi. Pak Ketu debat dengan dua orang perempuan dari UKMP UM (waktu acara pameran buku di sana kita sudah ketemu hanya lupa namanya).
Biasalah, debat tentang tema novel 72 jam yang bakal digelar nanti. Yang nulis diari ini jadi pendengar yang baik saja, nggak ikut-ikutan debat.
Sampai Olen datang, disusul Adin yang sudah dari atas (soalnya Olen nunggu Adin dari tadi). Akhir cerita hari ini : Olen, Adin dan Mas David makan kue dan minum sirup melon di rumah yang nulis diari ini.
Takdir terjadi hari ini, aku nggak bisa buka tempat kue, Olen nggak bisa, akhirnya Mas David.
Nggak bisa juga, akibat dipaksa, tempat kue itu akhirnya bolong di salah satu sisinya plus retak. Kacanya tipis banget !

28 Desember 2006 - Kamis
Tugasku hari ini menemui pemimpin redaksi Koran Pendidikan. Aku baru dihubungi Pak Nourdin jam 13.30 WIB, janji ketemu jam 14.00 WIB di Kantor KP, Jl. Bogor.
Pak ketu seperti katanya kemarin menemui orang perpustakaan.

29 Desember 2006 - Jumat
Hari ini nyoba jalan kaki (santai) dari rumah ke perpustakaan. Butuh 1 jam ! Sampe perpustakaan sudah ada Mas David duduk di depan anjungan Ken Arok.
Waktuku menyampaikan laporan ke Pak Ketu atas pertemuanku dengan Pimred Koran Pendidikan kemarin sore. Pak Ketu malah belum ketemu orang perpustakaan.
Yang ditunggu-tunggu selama ini pasangan setia komputer - apalagi kalo bukan printer, pagi ini bisa dipasang di kantor. Wah, printernya "Mas Haryo" banget !
Habis bisa untuk scanner plus fotokopi ! Alam di sms, harap segera datang ke perpustakaan.
Bangga juga nih, tapi tanggung jawab pun sudah menunggu supaya FPKM "nggak diam aja".
Dapat printer bagus Mas David malah bingung ! Begitu Alam tiba, dia langsung ketik surat permohonan untuk deklarasi FPKM ke walikota.
Sudah dapat printer apik, berangan-angan kantor FPKM suatu saat nanti bisa dilengkapi mobil dinas, ruang kantor ditambah sofa, kulkas dan kompor (he..he..he.. king of wishfull thinking !)
FPKM diubah menjadi DPKM (Dinas Penulis Kota Malang !) Mengkhayalnya sudahan gih !
Pak Ketu ijin ke Pak Bambang. Tinggal Alam dan aku. Alam mengutak-atik cover novelnya yang terbaru pakai Corel Draw.
Olen datang udah lewat tengah hari kurang lebih jam dua siang, naruh permen lalu ke lantai 2. Hujan lagi, hujan lagi !
Jam 15.30 WIB 4 mangkok bakso dan 4 gelas teh hangat datang. Thanks Alam. Pak Ketu wanti-wanti besok datang jam 10.00 WIB.

30 Desember 2006 - Sabtu
Begitu sampai di lobi, aku sudah lihat Mas Haryo duduk sambil baca koran. Aku terus ke belakang. Olen dan Mas David juga baru datang. Kemudian kita ke kantor. Nah, Mas David jadi tukang kayu lagi untuk mbolongi meja komputer. Digergaji dengan susah payah....ogrok....ogrok....ogrok.....Kira-kira seperti itulah suaranya kalo ditulis dengan huruf. Aslinya berisik banget. Satu per satu anggota FPKM muncul, Heri, Liga, Cahyo, Mas Andik (rajin juga datang tiap Sabtu meskipun sebelum jam 12 harus sudah cabut karena peraturan asrama. Kok seperti cinderela, ya?) Mas Haryo dan Mas Andik tukar-tukaran majalah digital. Contoh yang nggan bagus, jadi Forum Pembajak Kota Malang. Adi, Adin, dan Tamrin juga hadir. Enta bawa dua kotak kue. Enak lho kue kering dan wingkonya. Enta kan juga bikin kue! Anak-anak pada nyalamin ulang tahun (padahal ultahnya sudah lewat seminggu yang lalu).
Entah, awalnya dari mana kok tahu-tahu ngomong soal togel segala. Katanya untuk menghidupi FPKM kita pasang togel. He.....he....Tiba-tiba aku dibilangin Mas David, "Mbak, Mbak, ada Bu neni lewat." Aku pas nggak lihat ke luar, Mas David tuh yang lihat. Aku segera mengejar Bu Neni yang jalan-jalan bersama putra putrinya dan Mbak fitri. Bu Neni jalan-jlan ke perpustakaan, mau pulang lewat belakang untuk selanjutnya mencari gado-gado. Bu Neni mampir ke markas FPKM. Anaknya yang perempuan tiba-tiba nangis. 'Kali takut sama Tamrin yang rambutnya gondrong keriting. Lha, malah anaknya yang laki-laki ikut nangis. Ya sudah, Bu Neni pamit.
Mbak Wulan datang sudah lewat tengah hari (emang tadi sms kalo datang telat). Trias muncul dan yang paling akhir muncul adalah Fia yang datang menjelang jam 3. Adi baca puisi dengan kocak. Setiap ada kata-kata puisi yang 'jelek' selalu nunjuk Trias. Siapa yang nggak ketawa. Tamrin yang lagi di depan komputer ketawa tapi mukanya ditutup buku! Yang lain pada ngakak haha hihi.. Eh, siapa ya yang bawa salak tadi? Kok lupa. Pak Bambang datang. Pak Jemi sempat mampir. Pulang pukul 16.30 WIB dalam keadaan gerimis. Yang tinggal sisa Mas David, Olen, Pak Bambang, dan seorang lagi serta Mas Haryo (karena masih hujan, nunggu hujan berhenti - maklum naik sepeda onthel).
Pulangnya Wulan main ke rumah sampai pukul 19.00 WIB, terus dalam keadaan masih hujan kita ke Koran Pendidikan. Ceritanya kita malam mingguan selama 60 menit.

31 Desember 2006 - Minggu
Wulan sudah telepon pukul 14.30 WIB. Lalu sms pukul 16.46 WIB nanyain apa aku nunggu dijemput Tamrin. Di markas sudah ada Mas Haryo yang tadi dibonceng Wulan karena bawa galon air. Mereka tinggal satu komplek, jadi simbiosis mutualisme - untuk kali ini. Mas David malah sudah nongkrong di sana, konon sejak jam 3-an, menunggu gule dari Enta. Pukul 17.00 WIB aku dijemput, bawa ransel gunung. Bawa kue dan krupuk dan sapu lidi. Mas Haryo bawa kue dan capucino plus 10 gagang sate. Lho, diminta bawa 10 batang lidi malah 10 tusukan sate. Sempat terheran-heran juga. Kemaren diberi pengumuman masing-masing bawa 10 batang lidi. Yang bawa hanya Mas Haryo, hanya salah. Nah, Mas Haryo juga bawa scrabble dan kartu.
Adi janjinya bawa nasi malah ga bawa apa-apa. Enta datang membawa nasi bungkus goreng, gantinya gule. Terima kasih, nggak jadi kelaparan nih. Adin bawa roti tawar dan camilan. Mas David bawa selain mentega (seperti janjinya kemarin), dan sebagainya. Fia datang sudah lebih dari pukul 20.00. Sempat main cangkulan dengan Mas Haryo, Olen, dan aku. Sebelum pukul 21.00 Fia cabut. Hari dan Alam bawa Coca Cola dan Fanta botol plus camilan dan kacang kulit. Sepanjang malam sampai menjelang pagi banyak yang main scrabble. Adi, Olen, dan Mas David yang baru belajar jadi keranjingan main. Kadang malah main scrabble dengan kata-kata dalam bahasa Jawa. Wah, kocak. Mila sempat telepon lewat HP Fia bicara dengan Mas David dan aku.

1 Januari 2007 - Senin
Menjelang pukul 00.00 kita keluar menuju samping gedung perpustakaan dekat bak sampah. Jalan Ijen penuh sesak dengan kendaraan dan jubelan manusia. Bunyi terompet memekakkan telinga. Tret....tet......tet.......suara trompet, klakson mobil dan hiruk pikuk orang-orang yang berjubel. Selamat Tahun baru 2007, hari baru, harapan baru.Kemudian kita keluar pagar lewat pintu depan gedung sampai menuju samping gedung. Dua orang polisi atau apa namanya nggak tahu (mereka pake seragam mirip security) masuk dengan santainya lewat pintu pagar samping itu dengan santainya. Kita semua pada bengong dan akhirnya terbahak-bahak mengingat kebodohan kita. Lha wong pintu pagarnya itu sebenarnya nggak dogembok! Setelah puas, balik ke markas. Main scrabble lagi. Tamrin tidur sampe pagi. Adin sempat tidur di sofa perpustakaan, juga Alam. Suud dan Mila datang sekitar pukul 1 dini hari, terus Suud gabung main scrabble. Mila sudah sekitar satu jam nggak muncul. Aku bilang padanya kalo kebanyakan ngumpul-ngumpul seperti ini, orang-orang yang di situ jadi nggak waras. Penyakit menular. Lama banget Mila baru sadar dan membenarkan hal itu. Sambil main dan ngobrol, panggang roti pake tooster Olen yang diolesi selai kacang, stroberi, coklat, dan mentega dibantu Mas- temannya Mas David - yang kerja di Hotel Santika (?). Makanya oles-oles roti cekatan. Krupuk puli yang kubawa sudah habissin sendiri sama Mas David sebelum yang lain datang. Melewati pergantian tahun dengan kemah-kemahan di perpustakaan! Beres-beres, pulang jam 7 pagi.

3 Januari 2007 - Rabu
Hari-hari sibuk. Adin sms ngajak ke rumah Olen. Wah, lumayan juga jalan menuju rumah Olen melewati jembatan kayu gantung. Sempat mikir juga, seandainya jembatan ini patah, habis deh.....hanyut kebawa air. Bisa jadi ide untuk cerpen. Di rumah Olen, aku disms Mas David dua kali. Pulsaku abis nih! Komunikasi sempat lewat telepon rumah. Dari situ Adin dan aku ke kantor Koran Pendidikan. Dikerjain beneran, menunggu selama 2 jam. Aku jadi ngobrol banyak dengan Adin. Akhirnya penantian kami berakhir dengan datangnya Mas Ruly yang katanya tadi (per telepon) masih di Batu.
Segera cabut ke perpustakaan! Backdropnya keren banget. Ada foto Bu Neni dan putrinya. Bikin pengumuman 2 lembar kertas untuk dipasang di papan pengumuman. Nambah tulisan 'kota Malang' pada backdrop. Tempel menempel dengan Wulan, Mas David dan Olen. Adin pulang duluan, sih. Jadi tinggal berempat. Setengah enam aku dan Wulan pulang. Pekerjaan esok masih menunggu.

4 Januari 2007 - Kamis
Acara pertama pembuka tahun 2007. Sibuk. sibuk. sibuk. Aku ditelepon Bu Neni, payahnya kalo pas aku ga bawa HP pasti deh krang kring melulu. Kalo HP ga kubawa....diem aja. Jadi aku lari-lari ke wartel menelepon Bu Neni. Lalu telepon Mas David (kayaknya dibangunin dulu) karena beberapa hari ni kurang tidur...katanya. Itu penyakit penulis. Berangkat ke perpustakaan, belum ada siapa-siapa. Kursi-kursi sudah diatur. Setelah dari atas, aku lihat Mas Haryo udah nongkrong baca koran. Mbak Fitri datang nganterin buku-buku karya Bu Neni. Maaf Mbak, rencananya dari perpustakaan saya ke rumah ambil buku tapi keduluan. Mendekati pukul 13.00 , Olen dan Tamrin (Mbak Wulan manggilnya Mas Tam Tam) jualan buku-buku Ibu Neni dengan menggelarnya di atas meja kecil. Pak Noordin (Pimred/Pemimpin Redaksi Koran Pendidikan) sudah datang.
Ibu Neni, putra putrinya dan Mbak Fitri sudah siap. Mbak Wulan jadi moderator. Pembicara pendamping adalah Ibu Cicik. Acara molor, mulainya pukul 13.30 WIB. Banyak ibu guru (dari berbagai sekolah di Malang) datang. Anggota dan pengurus FPKM yang muncul antara lain Rey (yang ikut jualan buku), Heri, Alam, Mila, Suud, Puput, Adin, Mas Haryo, Tamrin, Indah, Haris dan masih banyak lagi.
Bincang-bincang berlangsung seru, banyak yang nanya. Acara baru selesai pukul 16.00 WIB. Lumayan juga, nih, ada beberapa tambahan anggota baru. Seperti biasa di akhir acara kita semua pada beres-beres kursi.
Setelah itu membentuk dua kelompok diskusi, masing-masing dengan satu meja bundar. Satu kelompok lain duduk di kursi sofa, jadi ada tiga kelompok.
Tak lama kemudian perpustakaan sudah waktunya tutup, dan para anggota dan pengurus FPKM yang masih belum pulang semua pada pindah ke kantor FPKM yang ada di ruang bagian belakang gedung perpustakaan.
Nggak lama kemudian Mas David (ketua FPKM) pamit keluar sebentar. Aku (Vita) dan Wulan ngacir duluan, "kencan berdua" ke kantor surat kabar Radar Malang.
Sambil menunggu di kantor Radar Malang, tahu-tahu Wulan nyeletuk, "Anak-anak sekarang sedang apa, ya ?" Haaa ??? Trus aku bilang berarti sebenarnya tadi nggak tega ngacir duluan.
Malamnya Pak Ketu (=Pak Ketua : Mas David) kirim sms, nadanya sih agak protes, kok kita pulang duluan tanpa menunggu Pak Ketu. Soalnya Pak Ketu sampai belum sempat ngucapin terima kasih for our teamwork.
Maksudnya untuk kesuksesan dan kerja bareng yang bagus untuk hari ini. Cihuuy...sukses !!!

5 Januari 2007 - Jumat
Tadi malam Olen (Carolina Neolen) sms, kalo bisa ke perpustakaan besok (hari ini), ada 2 buku Ibu Neni yang tertinggal. Berangkat lagi deh. Aku duduk di TIC, Olen di depan anjungan Ken Arok (ruang pameran seni Gedung Perpustakaan Kota Malang) dengan Pak Bambang.
Sesudah urusan masing-masing beres, Olen ke TIC dan ngajak lihat pameran ilustrasi sebelum tidur (pameran poster) yang diadakan di Anjungan Ken Arok.
Ketemu dengan wartawan Malang Post. Mulanya malah aku wawancara dia, tukar peran gitu. Ujung-ujungnya malah balik mewawancarai aku tentang FPKM.
Selesai wawancara, aku dan Olen ke rumah Ibu Neni. Aku kaget tadi sebelum ke Bu Neni di papan pengumuman ada pengumuman tentang pameran buku yang bakal diselenggarakan di perpustakaan kota Malang.
Wah tugas baru sudah menanti.

6 Januari 2007 - Sabtu
Hanya Alam sendiri yang duduk di kursi kayu di lobi. Aku menegur sekilas, lalu jalan lurus ke belakang. Begitu balik, Alam sudah hilang, gantinya yang ada di situ malah Mas Haryo dan Haris.
Mas Haryo sudah khawatir bakal jadi reco penthung (arca pentung) karena kelamaan nunggu Olen yang bawa kunci kantor. Adin datang mau kembaliin buku ke perpustakaan bagian umum yang ada di lantai 2. Aku ikut ke atas.
Mas Haryo jadi tempat penitipan tas karena kunci locker dan lockernya sudah pada penuh terpakai karena padatnya pengunjung perpustakaan hari ini.
Eh, lantai atas, kita ketemu sama Trias. Bertiga lalu turun ke lantai bawah tempat lobby Perpustakaan di mana Mas Haryo duduk sambil jagain tas-tas punya kita.
Di lobby, sudah ada Indah UB (karena ada dua anggota FPKM dengan nama yang sama yaitu Indah), yang terus ngajak Adin dan Aku (Vita) lihat pameran poster "Ilustrasi Sebelum Tidur" di Ruang Pameran Perpustakaan Kota Malang ("Anjungan Ken Arok").
Olen akhirnya datang juga tepat pukul 11.30 WIB trus ke kantor. Cahyo mampir. Hari ini komputer dipake scan foto Mas Haryo sampe 3 album foto (3 album foto jadoel yang dibawanya dari rumah), lalu gantian dipake oleh Adin untuk nge-scan lukisan-lukisan karyanya.
Maklum selain mahasiswa di bidang pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Malang, si Adin juga seorang guru seni rupa di sebuah sekolah Menengah di Singosari.
Trias hari ini bawa kue molen pisang. Heri muncul sendiri. Mas David baru muncul pukul 14.30 WIB dari Tumpang. Paket buku-buku dari Penerbit Mizan dan Penerbit Resist datang, maklum kita kan panitianya pameran dan bursa buku (yang diadakan di lobby Gedung Perpustakaan Kota Malang), jadi mulai sibuk deh !
Pekerjaan periksa silang buku-buku itu per judul. Lumayan banyak paket buku yang datang, jadi agak lama juga kegiatan ngecek ulang buku dengan daftar yang ada.

7 Januari 2007 - Minggu
Pagi-pagi Rey SMS. Tumben. Sori berat nih gak bisa balas, pulsa habis. Yang datang hari ini kok wajah-wajah itu melulu ya ?
Mungkin perlu pake topeng biar kelihatan beda orang. Tokoh-tokoh tetap komunitas ini, seperti biasa adalah Mas Haryo, Olen, Mas David, Rey, Adin, Puput dan temannya (lupa lagi namanya).
Tamrin muncul sekejap. Mila dan Suud datang, namun tak lama mereka pun pulang duluan. Rey sempat ngambek, SMS-nya nggak dibales sama Mas David dan aku. Harap maklum, pentolan-pentolan FPKM lagi kere (nggak punya duit) untuk beli pulsa.
Kegiatan hari ini membahas tema untuk even kita yaitu penulisan novel 72 jam nonstop. Hari ini Mas David "patah hati". Sebabnya ? Ada deehh...
Besok mulai kerja bakti jaga stan pameran selama 10 hari !! Ada yang lupa nih, Wulan kirim SMS, "Salam untuk teman-teman," katanya.
Wulan masih ada di dunia lain. Puput sempat baca "Catatan harian" yang masih pake tulisan cakar ayam (belum di upload ke blog FPKM). Nah kan, ketawa. Kok, orang-orang yang baca Catatan Harian pada ketawa ya ? Orang yang menulis catatan harian aja nggak ketawa kok.
Ada yang lucu ? Puput rada nyesel nggak ikut acara bersama melewati pergantian tahun baru di kantor.
Nggak lama kemudian, kita pun kembali asyik ngecek buku-buku dari penerbit Resist dan Penerbit Mizan yang dipamerkan hari ini.

8 Januari 2007 - Senin
Hari pertama kerja bakti "jaga stan pameran buku" (rencananya sampai tanggal 17 Januari 2007) ! Tengah hari Rey datang setelah ujian sekolah, lalu ikut bantu-bantu kita jagain stan pameran.
Berapa pun hasil yang diperoleh hari ini patut disyukuri. Mas David dan aku ngotot dengan pendapat masing-masing tentang bunga kenanga dan bunga kantil ! Tak lama kemudian kita pun mulai asyik lagi ngecek buku terbitan Penerbit Kanisius yang mau dipamerkan besok.

9 Januari 2007 - Selasa
Hari kedua kerja bakti jaga stan pameran buku. Buku-buku terbitan Kanisius mulai digelar di stan pameran. Sarapan pagi dan siang dengan menu sepiring beton (biji nangka yang direbus) pemberian Ibu Tin yang biasa jaga kunci locker perpustakaan kota Malang.
Rey sudah datang pukul 09.00 WIB selesai ujian sekolah. Pintar juga tuh anak, sering-sering datang ke perpustakaan sambil juga ngumpul rame-rame dengan kita-kita, jagain stan pameran.
Pukul 12.30 WIB aku ikutan seminar "Cara Mudah Membangkitkan Minat Baca Anak" yang diselenggarakan juga di Gedung Perpustakaan Kota Malang ini. Sampe pukul 16.00 WIB. Rey sempat ikutan juga, Alam dan Heri juga nggak ketinggalan.

11 Januari 2007 - Kamis
Pagi-pagi Heny SMS. Maaf ya Heny, lagi kere nih ga bisa balas. Aku minta tolong Wulan membalas smsnya. Thank you very much ! Banyak yang muncul hari ini.
Heny yang nanya tentang cara buat artikel, Alam beli buku 2 biji, Wulan tiba-tiba nongol, Puput baru aja pulang dari sekolah (dan mampir ke gedung perpustakaan ini), ada juga Indah UB.
Adin yang datang akhirnya baru pulang sore hari (pulang duluan karena mau nonton sepakbola Arema !).

13 Januari 2007 - Sabtu
Cukup banyak yang muncul hari ini meskipun tidak ngumpul di kantor. Mas Haryo (yang ngantor untuk scan bukuku); Rey; Tamrin (tumben pagi-pagi sudah nongol); Cahyo; Adin (ngantor untuk periksa tes murid-muridnya); Heny (yang konsultasi mau bikin artikel); Wulan (yang nongol sekejap); Trias (yang baru datang ketika perpus sudah mau tutup);Ninda dan Unoy (anggota baru). Nah siapa, yang belum disebut boleh protes atau tunjuk jari lewat milis kalo baca catatan harian ini sah-sah saja. Maklum tiga orang anggota FPKM lagi belajar jadi SPG buku kecil-kecilan. SPG...? itukan singkatan Sales Promotion Girl. Lha kalo mas David yang berjenis kelamin laki-laki? Sebutannya apa dong! SPM (Sales Promotion Man)? Boleh juga, buat istilah baru. Hoorreee...hip...hip..hura! Hari ini rame, memecahkan rekor penjualan tertinggi dari hari yang sudah lewat.

14 Januari 2007 - Minggu
Heny dan Indah R. (repot juga ada 2 nama indah yang sering nongol di FPKM, maksudnya bikin bingung yang nulis)sudah duduk manis. Tamrin dan Rey masuk. Heny siap-siap sekalian mau masuk kerja, makanya rapi banget. Hari ini sepi sekali, memecahkan rekor penjualan terendah! Aku pulang dibonceng Rey naik sepeda Ontel"

17 Januari 2007 - Rabu
Heny datang pagi-pagi seperti janjinya di sms untuk beli buku wulan datang menjelang sore. Asli deh aku ngantuk berat. aku bilang Rey minta kopi, maksudku guyon gitu. Lha kok rey datang dari arah belakang (tempat jual bakso) sambil bawa satu gelas kopi untukku... Maturnuwun, Rey. Hari terakhir bazar buku, cek buku-buku berdasarkan stok. setelah diteliti ada 3 buku yang raib. wah, nombok nih. Wulan bantu "beres" memasukkan buku ke dalam kardus dan kotak-kotak kayu ke dalam Capai!! Rey hilang!! Ada kejadian heboh hari ini. Tiga perempuan terbengkalai di depan wartel perpustakaan. Sampe rumah pukul 22.00!

18 Januari 2007 - Kamis
Aku dijemput Wulan ke perpustakaan. Disana selain orang-orang yang berkepentingan hari ini, ada Adin, Trias, dan Puput. Trias dan Puput semangat banget mau menengok Rey, sayang ga ada motor. Yang berangkat ke rumah Rey: Alam, Adin yang hanya sebentar, aku, Wulan, Olen dan Mas David serta Lia. Itulah kehidupan...

21 Januari 2007
Semula Pak Ketu, Mbak Wulan, Mbak Vita dan aku (Carolina),sepakat akan bertemu hari minggu kegiatan rutin forum)"entah masalah apalagi yang akan dilumat". Maklum akhir-akhir ini beberapa orang disibukkan oleh kegiatan yang membuat keringat kami menetes pasrah.
"Rey Fenomena". tapi sudahlah... dengan adanya tragedi tersebut mungkin jiwa kami mulai saat itu menjadi saling bersentuhan.
Pagi sekali telp berdering, ternyata adin menenyakan keberadaan kunci kantor yang seharusnya dia tahu "kepada siapa dia mesti mengadu!!!". tapi dari telepon itu akhirnya aku menitipkan surat ijin untuk tidak dapat mengikuti diskusi forum dikarenakan "capek deh.."
Rentang pukul 11 siang, tiba-tiba terdengar keputusan dari pak ketu untuk segera menghadap dan akhirnya dengan cuaca yang kurang bersahabat itu, kukayuh sepeda kesana.
Kupikir mbak vita, mbak wulan sudah ada disana, tapi ternyata mereka juga bernasib sama.
"Mbak wulan dengan alasan bolos, sedangkan Mbak Vita ALPA alias tidak ada kabar beritanya. Suasana kantor saat itu mirip suasana rapat dan kedatanganku... menambah ketegangan saat mas Haryo, Adin dan Pak Ketu memandang ketus agar aku segera duduk. Ternyata kita kedatangan anggota baru "Mbak Retno"namanya. Dia adalah satu-satunya anggota yang menarik menurutku. karena mampu membuat semua orang yang ada disitu tertarik oleh kisah-kisah uniknya (btw kalau mau tau kenalan aja sendiri sama mbak Retno). Selang beberapa lama kemudian ada sms dari mbak vita yang menyatakan secara resmi bahwa dirinya dilanda rasa sakit.
Sekarang di kantor berkumpul Pak Ketu, Mas Alam, Adin, Mas Haryo, Rey, Mbak wulan dan lelaki kecil bernama Candra. Akhirnya rencana untuk mengunjungi mbak vita "gatot" karena urusan cuaca dsb.
Acara kumpul semakin parah ketika ada statement dari pak ketu yang akan berniat (baca : berandai-andai) membelikan anggotanya rumah bertipe di luar negri. Rencananya mbak Wulan akan memakai rumah itu menjadi Psycotherapy. Adin dengan Production house-nya, Mas Haryo dengan Kedai kue haryo, Mas Alam dengan tempat karaokenya sedang mbak Vita harus mengalah karena niat kami yang sama tentang pengelolaan buku, mau tidak mau Pak Ketu mengambil Keputusan dan mbak Vita harus mengalihkan usahanya. "Kantor Pos!!!" sahut Pak Ketu. He..he..he.. sungguh Ketua yang baik !!!
Kami masih melanjutkan obrolan, sampai pukul 16.00. Setelah cuaca yang hujan agak reda barulah suasana sepi menyelimuti perpustakaan.

27 Januari 2007 - Sabtu
Ada Panggung di depan perpustakaan. sebagian jalan ijen ditutup. Di perpustakaan ada pameran keris, buku dan yang jual makanan berat. Alam munul dengan rambut pendek. Tamrin malah bikin kejutan dengan potongan rambut barunya, hampir gundul. Para pengagumnya harus kecewa menghadapi kenyataan ini. Adin sibuk memotret. Olen, apa yang terjadi denganmu hari ini? Mas Andik muncul.

28 Januari 2007 - Minggu
Mbak Yanti dan Mbak Serli baru masuk jadi anggota. Mbak Indah wartawan surabayapost ikut ngobrol di kantor. Indah R dan Fia menampakkan diri, tapi/pulang duluan, Alam muncul sebentar Rey muncul. Wulan bawa kripik singkong lumba-lumba. Aku bawa jambu biji. Mas David pergi, Mas Haryo sibuk scan buku. Jadilah aku, Wulan dan Olen membahas TTS Kompas dan Adam Air. pertanyaan nasi yang dikeringkan. setahunya kan aking. Ada huruf king, sisanya masih kosong. Nggak ada yang cocok. Aku usul nasiking (niru iklan kayaking - makanan kecil, apa ya?) Lupa!!!

31 Januari 2007 - Rabu
Rapat pukul 13.00 di teras perpustakaan. Adin, Tamrin, Olen, Haryo, Trias, Puput, dan dua temannya yang juga anggota forum (belum hafal namanya), Rey. Intinya : "acara apa hari sabtu ?"

3 Februari 2007 - Sabtu
Ayo, kumpul-kumpul di ruang audiovisual lantai 2. "Miniatur Hari Sabtu". Nah kan, akhirnya membicarakan pembentukan tim kecil penyusunan AD/ART organisasi komunitas ini. Selesai kumpul, pindah ke kantor. Leo beli cilok beberapa plastik. Pak Ketu beli 2 bungkus krupuk. Mila muncul sendiri, pulang sebentar hanya untuk ambil foto-foto untuk discan sambil juga membawa mie instan yang dimakan rame-rame.

4 Februari 2007 - Minggu
Rame nih buat naskah AD/ART. Tumben pukul 15.00 WIB sudah pulang, biasanya lebih dari jam itu !

7 Februari 2007 - Rabu
Rancangan AD/ART sudah diketik dan hari ini dibaca untuk dievaluasi. Rapat tim kecil ini lesehan di halaman parkir.

10 Februari 2007 - Sabtu
Yah, hari ini tidak ada greget sepi banget. No passion, no spirit ...why ? Cahyo membawa temannya dari MAFEC (Malang Fun English Club). Ternyata tetangganya Mas Haryo, namanya Luhur. Fia dan Trias datang sekejap lalu pergi. Demikian pula Wawan. Mas Andik muncul. Adin datang udah siang... What can we do ?

11 Februari 2007 - Minggu
Acara rapat kerja (RAKER) FPKM diselenggarakan di kantor FPKM, tepatnya di ruang kearsipan Gedung Perpustakaan Kota Malang. Acara santai tapi serius, lesehan di Red Carpet (karpet warna merah, seperti biasa). Peserta raker lumayan banyak, sampek kantor FPKM dipenuhi para pengurus dan anggota. Tampak para anggota baru yang mulai ikutan menyemarakkan rapat saat itu. Rupanya publikasi yang dilakukan dengan menyebar selebaran berisi alamat web, blog dan milis lumayan berhasil. Juga atas partisipasi Mbak Indah yang kebetulan juga wartawan Harian Surabaya Post sekaligus Humas komunitas FPKM (Forum Penulis Kota Malang) telah membuahkan hasil dengan semakin bertambahnya anggota FPKM. Rapat membuahkan hasil beberapa revisi atas naskah AD/ART hasil pertemuan sebelumnya. Disepakati beberapa aturan tertulis maupun tidak tertulis. Juga ada anggota yang bersedia berpartisipasi menyemarakkan milis komunitas ini yang beberapa bulan ini sempat "garing" alias sepi pengunjung.
Ya, harap maklum, organisasi profesi ini kan baru berumur beberapa bulan saja, jadi mungkin belum begitu populer. Namun paling tidak sudah ada beberapa anggota yang beberapa novelnya sudah terbit dan akan terbit. Juga, walau masih berumur beberapa bulan saja, organisasi komunitas penulis ini sudah mempunyai halaman web, blog dan milis sendiri yang kaya akan link serta sarat akan informasi mengenai dunia tulis menulis. Paling tidak organisasi komunitas ini sudah menghasilkan beberapa penulis produktif, serta kegiatan rutin yang diselenggarakan tiap bulannya seperti bedah buku atau pun naskah novel.
Rapat ! Rapat ! Rapat ! Ga selesai-selesai. Masalah satu kata yang sepele bisa bikin rapat tiada usai. Pertemuan setiap minggu. Minggu kedua atau minggu pekan ke-2" Hualahh...

14 Februari 2007 - Rabu
Selamat Hari Valentine... Semoga bisa menjadi inspirasi bagi penulisan novel-novel teenlit bertema cinta. Mari berkreasi di hari Valentine ini dengan mencari ide-ide yang bisa digunakan untuk menulis sebuah novel. Selamat Berkarya.

17 Februari 2007 - Sabtu
Ditinggal Pak Ketua. Beberapa orang muncul sekejap maksudnya ga sampe kantor tutup. Trias, saya, anggota baru, Mas Haryo, Wulan, Adin, membahas program kerja dan proposal - orang-orang ini sampe jam 5 menunggu hujan reda. Ada Upik, Mas Andik, Mas Kris, Adi Abas, Fia, Christa (anggota baru), dan Luhur. Vita jadi juru kunci.

18 Februari 2007 - Minggu
Mem-preview novel "Jangan Salahkan Cinta punya Fia. Soalnya aku (Vita) di sms Fia, sudah ditunggu di perpustakaan karena aku yang bawa kunci. Seperti kemarin, hari ini tanpa karpet merah. Bukan karpet merah ala Hollywood, lho ! Selesai bedah buku, bikin program kerja. Acara 72 jam menulis novel dibahas juga, lalu juga rencana event baca puisi atau cerpen di depan museum pake obor. "Pengumuman penting dengar hai dengar ! Ini potongan lagu Cinderella. Trias jadi tukang tagih uang iuran, maklum mahasiswi kuliah bisnis. Tapi duitnya bukan dia yang pegang, karena dia hanya mencatat saja di buku. Tapi forum jadi sedikit lebih "kaya". Acara bedah bukunya Ana Rinda Musthofia, heboh, banyak kritik dan tanggapan, tapi yang jelas semua kritik adalah kritik membangun. Kritik dan masukan berharga datang dari beberapa anggota yang sudah pakar menulis novel, karena beberapa novel mereka sudah terbit, jadi bisa membagi sedikit ilmu dan pengalaman bagi yang masih pemula. Acara hari ini cukup meriah dan bagus.

Sabtu - 24 Februari 2007
Anggota tetap... anggota tidak tetap... hak veto... Lho?!?, kok kayak PBB aja. Nggak jadi deh, ntar ada yang protes. Sabtu Minggu merupakan hari perpustakaan. yang muncul hari sabtu oorangnya sama melulu. sampe bosan melihat wajah-wajah lama. hari minggu ? biasanya lebih banyak yang hadir. hari libur, kan? lagipula jadwal 3 minggu ke depan penuh, sudah antre mau bedah cerpen.

Minggu - 25 Februari 2007
Trias jadi moderator untuk bedah cerpen Mbak Etty. sstt... Mbak Etty bawa nasi uduk bungkus untuk kita lho... plus krupuk dan peyek. enak deh... Eh, cita-citanya Trias mau ke Italia.

Sabtu - 3 Maret 2007
Pak Ketu izin ke Surabaya hari ini dan besok urusan luar negeri! jadi aku nih yang urus "dalam negeri" forum. yang muncul hari ini lumayan banyak. Tiba-tiba Mas Haryo nongol, mampir ke markas setelah pulang kantor. Upi bawa botol krat. ada yang tanya untuk apa? ya.. untuk aksi FPKM baca puisi dijalan, masa untuk molotov!!!

Minggu - 4 Maret 2007
Bedah cerpen "kembalikan rumahku" karya Santy. Sajen hari ini ditaruh ditengah ruang berupa kumpulan botol krat dalam besek. Tumben Rey muncul, setelah ga hadir beberapa minggu. Membahas proposal, suplemen Ruang baca Februari tentang komunita milis, dll, Bagus deh!!! wajah yang punya kesadaran intelektual, selalu hadir tanpa diundang. Wah ...!! suara band di ruang Ken Arok bising, sampe moderator harus teriak-teriak.

Sabtu - 14 April 2007
Adi dan Olen sudah di kantor. Stovia muncul dengan kekhasannya : baju pink, eh bawa kue. Wow, terima kasih. Yang bawa kunci Nurul karena pulang belakangan.

Minggu - 15 April 2007
Kabar gembira ! Buku Wahyu Indah sudah terbit, berhak mejeng di toko buku deh. Tuh, dibawain sekotak donat untuk syukuran. Hari ini gak ada bedah-bedahan, yang ada main kartu dan scrable. Duh, ributnya ! Kelompok yang satu ngerumpi tentang penerbit. Kelompok satu lagi di depan komputer. Akhirnya tinggal Olen, Nurul, Wahyu Indah, Wulan, Mas Haryo dan aku (Vita). Tercetus ide untuk ikutan Festival Malang Tempoe Doeloe (MTD). Perut dalam keadaan lapar, dari tadi bunyi kruyuk-kruyuk. Sambil diskusi, mikir buat MTD (apa bisa mikir sambil perut kosong ?). Saking laparnya Mas Haryo ngelantur. Masa bentuk tasnya Indah, katanya jadi seperti pangsit basah (siomay), sedangkan pegangan tas kelihatan kayak mie telor ! Halusinasi !
Sabtu - 21 April 2007
Tumben nih banyak yang datang. Yang pertama datang Tamrin dan Malady. Ada Mas Haryo, Mas Andik, Upik, Luhur, Alam, Indah dan Bayu. Puput datang, langsung ambruk menelungkup di karpet merah. Capeek deeh, habis UAN. Tria mampir doang, Olen datang belakangan. Mas David tumben datang dengan wajah ceria.

Sabtu - 21 April 2007
Hari ini hari Kartini. Perpustakaan Kota Malang rame banget. Banyak pengunjungnya. Teman-teman anggota komunitas ini juga sempat nongol beberapa dan langsung nimbrung di markas besarnya FPKM. Acara rutin, ya ngerumpi sambil nanya-nanya alamat e-mail redaksi berbagai media di tanah air. Maklum beberapa di antara kita banyak yang keranjingan menyebar naskah tulisan lewat e-mail. Ada pula yang nanya-nanya seputar gimana cara menerbitkan buku, mendapatkan endorsement, dan sebagainya. Pokoknya semua ngobrol rame-rame, saling tukar aneka informasi penting dunia kepenulisan. Aku (Haryo) menyempatkan diri mengupdate antivirus komputer di kantor FPKM, soalnya sekarang virus yang beredar di warnet pada ganas-ganas. Makanya hati-hati untuk sementara jangan pake flash disk kalo mau ngirim naskah tulisan lewat e-mail. Lebih baik pake CDRW aja, lebih aman dan dijamin gak bakalan bisa terinfeksi virus. Pengumuman mengenai virus komputer yang lagi ganas-ganasnya menyebar di kota Malang disampaikan secara luas ke teman-teman, biar lebih waspada dan nggak sampek ketularan virus yang bisa mengobrak-abrik komputer ini. Hati-hati ! Selalu waspada !
Setelah acara kumpul-kumpul diakhiri pada sekitar jam dua siang, aku (Haryo) dan Mbak Vita melanjutkan acara hari ini dengan bergabung ke rapatnya komunitas lain. Kebetulan kita berdua juga anggota dari komunitas sejarah dan seni, yang baru memulai acara kumpul-kumpul pada sekitar jam tiga sore. Sempat muncul gagasan dari beberapa anggota komunitas sejarah untuk membuat film dokumenter budaya Jawa dengan setting di pelataran candi-candi kuno di Malang raya. Rencana ini juga sempat disebarluaskan ke teman-teman FPKM, barang kali ada yang tertarik untuk nampang main di film sendratari dan drama Jawa itu.

Minggu - 22 April 2007
Bedah cerpen punya Vita menyangkut feminisme dan jender. Seru banget ! Ya.. 21 April kan hari Kartini. Tumben Mas Sidik yang rajin ikut milis hadir di hari Minggu. Ike datang membawa sekotak kue. Kabar baiknya, novel Ike sudah terbit. Herry baru pulang dari Singapura, mempromosikan bukunya. Banyak cerita yang dibawa dari negeri tetangga itu, termasuk kemungkinan kemudahan para anggota FPKM untuk bisa mencoba peruntungan menerbitkan buku di Singapura ! Horee..Mbak Indah bawa berkotak-kotak kue dari seminar nikah siri yang berlangsung di perpustakaan. Nah, jangan remehkan FPKM. Anggota trus bertambah. Ada beberapa wartawan mulai dari wartawan surya, Malang Pos, Koran Pendidikan hingga Surabaya Post. Benar-benar semangat para penulis !

Minggu - 22 April 2007
Acara bedah cerpen Jawa karya Mbak Vita yang berjudul "PENITISAN KEMBALI" cukup semarak dengan begitu banyak anggota FPKM yang hadir. Orang-orang yang sudah lama nggak muncul, ee..tahu-tahu muncul dengan segudang cerita khas mereka. Anggota baru komunitas ini pun tak mau kalah. Mbak Ike yang baru saja bergabung dengan komunitas penulis FPKM tahu-tahu memberikan kejutan berupa diterbitkannya buku novelnya. Juga Mas Herry yang sudah lama nggak muncul sejak pesta perayaan tahun baru Januari yang lalu, ee.. tahu-tahu hari ini datang dengan begitu banyak cerita. Rupanya Mas yang satu ini baru saja balik dari tur promosi buku dan naskah novelnya. Mulai dari proyek buku biografi pejabat dari Sumatra hingga proyek bukunya di Malaysia dan Singapura. Promosi abis, sekalian berlibur, katanya. Dia juga berjanji bakal bagi-bagi tips dan alamat penerbit Singapura yang sedang mencari naskah-naskah dari penulis Indonesia. Yang hebatnya lagi, untuk menerbitkan buku novel atau buku apa pun di Singapura, kita tidak perlu repot-repot translate ke bahasa Inggris, karena penerbitnya sendiri yang bakalan menterjemahkan naskah kita ke dalam bahasa Inggris. Keren kan ? Kalau sudah berhasil menembus pasar buku di Singapura, dijamin bakal populer, soalnya buku-buku itu biasanya nggak cuman beredar di Singapura saja, namun beredar luas di seluruh Asia, Australia hingga Eropa. Perlu dicoba nih, cara baru dan mudah untuk menjadi kaya ! Bayangkan aja royalti yang bakal diterima kalau buku kita best seller, yang semuanya bakal dalam mata uang dolar. Keren Bo ! Makanya buat teman-teman, buruan gih, berkarya seproduktif mungkin. Kalau perlu siang malam jadi pabrik kata-kata, ee.. siapa tahu bisa jadi jutawan dadakan. Pada pertemuan kali ini begitu bertabur kue-kue. Ada sekotak besar kue-kue yang langsung diserbu oleh teman-teman yang hadir saat itu. Juga ada Mas Sidik Nugroho, peserta milis FPKM di internet yang datang jauh-jauh dari Surabaya khusus buat mengikuti kegiatan mingguan pertemuan FPKM. Momennya pas ! Semua orang pada datang dan rame banget. Sehabis mengulas dan membedah cerpennya Mbak Vita Priyambada, dilanjutkan dengan diskusi seputar jender. Maklum, menyambut hari Kartini. Jadinya ya, semakin rame aja. Bagi teman-teman yang ada di luar kota jangan ngiri ya. Kalau memungkinkan boleh kok datang bergabung dan ngerumpi rame-rame tiap hari Minggu di markas besarnya FPKM (Gedung Perpustakaan Kota Malang, ruang kearsipan - Jl. Raya Ijen 30 A Malang. Jawa Timur. Dijamin nggak nyesel, ada aja yang bisa diobrolin di sini. Kalau pas lagi rame, malah ruangannya sering nggak muat. Jadinya ya terpaksa duduknya harus saling berdesak-desakan supaya semua kebagian tempat untuk duduk. Karpet merah yang segitu lebarnya bahkan konon sampek sering nggak muat untuk menampung ruang duduknya teman-teman semua. Makanya gabung dengan FPKM, dijamin seru dan bakal menambah wawasan dan persahabatan.

26 April 2007
Sebuah undangan ditujukan kepada Forum Penulis Kota Malang, Kesempatan ini
dibuka lebar oleh seorang tokoh asal Malang "RATNA INRASWARI IBRAHIM" yang sudah banyak bergelut di dunia sastra. dalam undangan tersebut terlampir acara diskusi dengan topik feminisme dimana melalui karyanya yang baru, Batu Sandung, banyak ditemukan hal-hal atau pun konflik-konflik yang sekiranya tidak pernah dipikirkan oleh kaum feminis.
Meskipun ketika itu hujan deras mengguyur kota Malang, tetapi antusias untuk dapat berpartisipasi di rumah budaya jalan Diponegoro 3 boleh dikatakan seru apalagi dengan suguhan musik akustik.
Dengan pembicara yang berasal dari pusat studi gender UIN, Jamillah S.S dan Tengsu Cahyono, Dosen sejarah Universitas Negeri Malang serta pemerhati budaya ini, mampu melibatkan keakraban pecinta novel dari kalangan remaja maupun dewasa. Karena itu, novelet terbaru berjudul BATU SANDUNG, layak sebagai suatu cerminan terhadap kejadian-kejadian yang secara tidak sadar merupakan suatu bentuk penindasan.

28 April 2007, Sabtu
Hari Sabtu seperti biasa ke perpustakaan. Eh... lha kok di dalam ruang arsip yang jadi kantor FPKM malah jadi penuh dengan lukisan-lukisan yang terbungkus rapi. Rupanya lukisan-lukisan itu untuk acara pameran yang bakal digelar di Galeri Seni Anjungan Ken Arok dan Ruang Lobby Gedung Perpustakaan Kota Malang. Ya sudah, anggota FPKM ngalah dan pada keluyuran di ruang perpustakaan cari ilham untuk bahan penulisan novel dan sebagainya. Jadi kesimpulannya untuk besok hari Minggu kita libur selama kurang lebih dua minggu khusus untuk acara diskusi hari Minggu. Tapi yang pengin datang ke perpustakaan nggak ada yang ngelarang kok, sekalian sambil menikmati keindahan karya lukisan yang dipamerkan di galeri seni Ken Arok.

12 Mei 2007, Sabtu
Pak ketu (Mas David) sibuk mengurus lukisan untuk pameran. Upi (Lutfi Fadila) sudah buat rencana kerja untuk Forum Penulis Kota Malang, yaitu : bakal ada kegiatan penulisan novel nonstop secara estafet selama 72 jam, acara keripik tempe dan juga pembuatan antologi cerpen karya-karya para anggota FPKM. Hari ini kedatangan tamu dari writing club Universitas Brawijaya yang mau kerja sama dengan FPKM. Mereka akan membuat workshop dengan pembicara dari FPKM. Kita ngobrol dan berdiskusi hingga sore hari.
Pukul 19.00 WIB, di gedung Perpustakaan Kota Malang ada acara Pembukaan Pameran Lukisan yang bertema "A BEAUTIFUL DEATH" yang sempat tur keliling Yogyakarta, Surabaya, Bali dan Malang serta menghadirkan para perupa dari Yogyakarta, Semarang, Batu, Malang, Bali, dan Surabaya. Perayaannya dilaksanakan dengan acara lesehan lengkap dengan suguhan ubi jalar, singkong, talas, pisang dan kacang rebus. Acara ini dihadiri oleh seniman-seniman. Ada Djoko Pekik dan Romo Sindhunata yang berulang tahun. Acaranya seru lho ! ADa suguhan tarian dan acapela Mataram dari Yogyakarta - mencangkemisasi.

13 Mei 2007, Minggu
Leo, Luhur, Upi, Mbak Etty, Mbak Yanti, Mas Haryo, Mas David, Trias, Mas Andik, semua pada uyel-uyelan (berdesak-desakan) di kantor sekretariat FPKM yang masih juga berfungsi ganda sebagai gudang penitipan barang-barangnya pameran. Akhirnya, karena keterbatasan tempat, maka acara ngumpul-ngumpul dan ngerumpi pindah ke depan galeri seni anjungan Ken Arok (Mas David sempat 'pesan tempat' takut keduluan komunitas group yang lain). Alhasil, kita membawa kursi-kursi yang kemudian diatur berjejer dan diatur secara melingkar. Tak lama kemudian Santi datang. Yang lain pada ngobrol dan rapat di situ. Olen (Carolina Neolen) datangnya sudah siang banget. Datang sambil nyengir takut dimarahi yang lain karena datangnya paling bontot. Akhirnya kita ngerumpi sampai sore.

19 Mei 2007, Sabtu
Upi (Lutfi Fadila) mengoprak-oprak para anggota FPKM untuk mengumpulkan cerpen-cerpen karya mereka demi buku antologi cerpen FPKM yang rencana bakal terbit untuk memperingati hari ulang tahun pertama FPKM pada bulan Oktober nanti. Rupanya beberapa pentolan forum sedang 'korslet' - maksudnya punya ide gila dan semangat juang. Minggu depan ada kerjasama seminar kepenulisan yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya Writing Club dan FPKM. Ide lain ? Ke RSJ. Sekalian mendaftarkan aku (Vita) ke sana. Ha..ha..ha.., soalnya ada yang bilang ide-ideku 'out of mind'. Ya deh...pasrah aja. Ide-ide yang muncul semak